
Menu Baru Web PWS Medan
Senin, 05 Mei 2008
Kelaparan atau Dimakan Singa

Tips Kesehatan dan Keselamatan

Kang Irwan Hadi Rahayu
From Flower city of Bandung
Minggu, 04 Mei 2008
Mengapa Tuhan Memberikan Masalah?

1. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGARAHKAN kita. Kadang-kadang Tuhan harus menyalakan api di bawah kita untuk membuat kita tetap bergerak. Sering kali masalah yang kita hadapi akan mengarahkan kita ke arah yang baru dan memberikan kita motivasi untuk berubah. Ada kalanya masalah menjadi cara yang Tuhan pakai untuk menarik perhatian kita.
2. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGUJI kita. Manusia bagaikan teh celup... jika anda ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas! Tuhan kadang ingin menguji kesetiaan kita melalui masalah-masalah yang kita hadapi.
3. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGOREKSI kita. Ada pelajaran-pelajaran yang hanya dapat kita pelajari melalui penderitaan dan kegagalan. Mungkin waktu kita masih kecil orang tua kita mengajar kita untuk tidak boleh menyentuh kompor yang panas. Tetapi mungkin kita baru benar-benar belajar justru setelah tangan kita terbakar. Kadang-kadang kita baru bisa menghargai sesuatu... kesehatan, teman, hubungan..., saat kita sudah kehilangan.
4. Tuhan menggunakan masalah untuk MELINDUNGI kita. Suatu masalah bisa menjadi berkat jika masalah tersebut menghindarkan kita dari bahaya. Tahun lalu ada seorang sahabat yang diberhentikan dari pekerjaannya karena ia menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak etis bagi bossnya. Ia menjadi mengganggur, tetapi justru dari masalah itulah ia terhindar dari ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara, karena setahun kemudian tindakan boss itu terbongkar.
5. Tuhan menggunakan masalah untuk MENYEMPURNAKAN kita. Jika kita menanggapi masalah dengan cara dan pandangan yang benar, masalah tersebut bisa membentuk kita. Tuhan lebih memperhatikan karakter kita daripada kenyamanan kita. Hanya hubungan kita dengan Tuhan yang akan kita bawa sampai kekal.
" ... Kita malah bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan.
Apa yang ada di tangan kita? Dalam beberapa hal, hidup kita berada di tangan kita. Kita dapat memilih untuk menghamburkan setiap jam, hari, minggu, bulan, dan tahun demi kepentingan kita sendiri
Kita akan heran saat menyaksikan betapa banyaknya hal yang Tuhan sempurnakan dalam diri kita dan melalui kita.
Jadi sabar dan jalanilah setiap permasalahan yang kita hadapi. dan permasalahan yang timbul adalah suatu rahmat untuk kita. dan menjadi sebuah tantangan kita untuk hidup yang lebih baik.
Kang Erwin Arianto
Sabtu, 03 Mei 2008
Ketika Iman Turun

Ketika Yang Muda Memimpin

Kisah Mimpi Tuan Raja

Sang menteri adalah orang yang pandai. Ia mengerti maksud mimpi tersebut lalu menjawab, " Wahai Tuan Raja, mimpi Tuan Raja menunjukkan bahwa semua keluarga paduka akan meninggal semua kecuali paduka sendiri ."
Tuan Raja marah besar, lalu berkata pada para pengawal, " Kurang ajar, masukkan dia ke dalam penjara. "
Setelah itu, tuan raja bertanya kepada permaisurinya, " Wahai permaisuriku, aku bermimpi bahwa semua gigiku tanggal semua kecuali tinggal satu, apakah engkau mengerti maksud mimpiku itu?"
Sang permaisuri menjawab dengan lembut, " Wahai Tuan Raja, mimpi Tuan Raja sangatlah indah, indah sekali. Mimpi itu menunjukkan bahwa Tuan Raja akan memiliki umur yang sangat panjang, sehingga menyaksikan semua anak-anak dan istriTuan Raja meninggal terlebih dulu."
Tuan Raja merasa senang dan puas dengan jawaban tersebut, lalu berkata kepada pengawal, " Berikanlah hadiah kepada permaisuriku."
Kisah di atas mengandung sebuah pelajaran, yaitu dalam menyampaikan suatu berita atau pesan maka sampaikanlah dengan hikmah. Hikmah akan membuat pesan kita lebih mengena dan diterima oleh hati. Hikmah akan membuka rahasia-rahasia kehidupan dengan amat indahnya.
Kegagalan Terlaris di Dunia

Rahasia Pola Pikir Orang Kaya

Apa jadinya dunia ini apabila uang yang ada dibagikan secara merata ke semua orang? Dan ternyata jawabannya cukup menyedihkan. Dalam waktu 5 tahun, komposisi uang akan kembali seperti semula.
Orang-orang yang dulunya kaya akan kembali menguasai sebagian besar uang yang ada.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya ada pada pola pikir orang mengenai uang yang dimilikinya. Kebanyakan orang, yang pada akhirnya akan kembali miskin, akan berpikir
"Enaknya uang ini digunakan untuk membeli apa ya?".
Kemudian uangnya dihabiskan untuk membeli barang-barang, berlibur ataupun bersenang-senang. Singkat kata, konsumtif. Setelah seluruh uang dibelanjakan, mereka kembali menjadi miskin.
Hal yang berbeda terjadi pada orang kaya. Orang kaya akan berpikir bagaimana caranya untuk memanfaatkan uangnya agar dapat mendatang-kan uang lebih banyak lagi. Mereka akan menggunakan uangnya untuk membuka usaha, ataupun berinvestasi. Akhirnya mereka akan mengumpul-kan uang jauh lebih banyak dari orang biasa.
Kebanyakan orang tidak bisa menerima kenyataan ini. Orang-orang yang miskin lebih cenderung untuk menyalahkan lingkungan, orang lain ataupun nasib. Ini adalah tindakan yang tidak tepat. Tindakan menyalahkan tidak akan merubah orang miskin menjadi kaya.
Akan jauh lebih baik bila kita semua bersedia mengevaluasi keadaan secara objektif. Kita bisa mengamati orang-orang kaya di sekitar kita, kita bisa pelajari pola pikirnya yang positif, dan kita bisa menerapkannya dalam kehidupan kita. Kekayaan akan datang dengan sendirinya.
http://dexton.adexindo.com/artikel-rahasia-pola-pikir-orang-kaya.html
Jumat, 02 Mei 2008
Teater Sunda Kiwari Masuk Rekor MURI

Negatif ke Positif

