Menu Baru Web PWS Medan

Bergabunglah dengan Paguyuban Wargi Sunda versi FaceBook , dapatkan info PWS terbaru , Jangan lupa DOWNLOAD File berbentuk Powerpoint ( pps ) dari web ini , dan semuanya tentu saja Gratis untuk anggota dan pembaca setia Web PWS - Medan , Haturnuhun
Myspace tweaks at TweakYourPage.com

Kamis, 08 Mei 2008

Belajar dari Magnet


Saat masih kecil kita suka membongkar habis seluruh komponen mobil-mobilan. Setelah dipreteli satu persatu, sampailah pada travo penggerak rodanya. Ketika travo kecil dibuka, ditemukannya sepasang magnet yang menjadi mainan baru yang sangat menyenangkan bagi diri dan adik-adik kita . Semua logam yang bemedan magnet dapat tertarik dan menempel padanya.

Banyak hal yang dapat kita pelajari dari magnet. Magnet akan menarik benda-benda yang mengandung medan magnet disekitarnya. Magnet juga akan menahan benda-benda yang telah menempel padanya. Bahkan magnet juga mampu mengarahkan suatu logam bermedan magnet kepada arah tertentu. Ia juga akan menularkan sifat magnetis kan kepada benda-benda yang melekat kepadanya, sehingga sama-sama mempunyai kekuatan magnetis.

Sudah selayaknya kita berperilaku bagaikan magnet, menjadi pusat kehidupan masyarakat sekitar. Orang-orang tertarik untuk mendekat pada diri kita.Karena energi magnetis yang kita punya mereka malah nempel tak mau lepas.

Bahkan kita mampu mengarahkan lingkungan/situasi ke aah yang kita inginkan.Mereka mau mengikuti apa yang kita mau dan kita fahami, bukan kita yang diarahkan mengikuti keinginan orang lain. Sifat-sifat magnetis yang kita punya juga akan membuat kita menjadi pemersatu bagi rekan-rekan kita yang sedang retak hubungan.

Ada 4-TA yang dapat kita jadikan sebagai sumber energi mangnetik, yaitu
harTA,
tahTA,
kaTA
dan cinTA.

Harta dapat memberikan energi magnetik, sebagaimana banyak orang-orang kaya,dengan harta yang dimilikinya, mereka bisa mempengaruhi banyak orang.

Hartanya pula yang menarik orang lain untuk datang mengajukan kerjasama dengannya. Jika Anda adalah seorang bankir atau dikenal menguasai banyak uang, niscaya akan banyak orang yang datang membawa proposal untuk mendapatkan kucuran dana dari Anda.

Begitu pula dengan TAHTA, dalam kehidupan sehari-hari, jika seseorang menduduki jabatan tertentu, apalagi cukup tinggi, akan banyak orang,kenalan, sanak saudara, teman-temannya yang datang untuk mengajak bekerjasama, meminta fasilitas, memohon perlindungan dan lain-lain.

Ketika Soeharto berkuasa, banyak orang yang mendekatinya untuk mendapatkan bisnis,kemudahan-kemudahan dan juga jabatan darinya. Begitu pula kini, ketika SBY & JK naik tahta menjadi pasangan nomor satu di negeri ini, seketika itu pula, diam-diam atau terang-terangan, bahyak pihak yang berusaha mendekatinya.

KATA juga bisa menjadi sumber energi magnetik. Kata yang dimaksud disini adalah ilmu, pengetahuan, pengalaman, pemikiran, konsep, petuah , artikel atau dalil -dalil yang kita miliki.

Lihatlah, betapa Robert T Kiyosaki banyak mempengaruhi orang di muka bumi ini dengan pemikiran financial freedom-nya.

Dulu, Zainuddin MZ sangat pouler sebagai da'i sejuta ummat, kini pamornya sudah digantikan oleh AaGym , Ustadz Jefrry dll.

Kita juga pernah punya Soekarno yang mampu menyihir jutaan orangdengan pidato-pidatonya.

CINTA juga tak kalah dahsyatnya sebagai sumber energi magnetik. Bagaimana seorang anak kecil menguntit ibunya kemanapun dia pergi.

Karena cinta,seorang pemuda rela melakukan apapun agar selalu dekat dengan gadis pujaannya. Karena cinta pula, kita rela menyumbangkan apa yang kita miliki untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa bencana.
Karena CINTA pula kita bergabung dan berguyub di organisasi PWS Medan ini.

Para nabi dan rosul adalah contoh yang paling sempurna sebagai pemilik energi magnetik.

Anda tinggal pilih, mau dari mana sumber energi yang akan membangkitkan sifat-sifat magnet bagi diri Anda, HARTA , TAHTA , KATA , CINTA atau bahkan semuanya . . . . . . .sehingga keberadaan Anda lebih bermanfaat bagi banyak orang.

Kekuatan atau Kelemahan ?


Alkisah, di sebuah kota kecil di Jepang, terdapat seorang anak yg lengan kirinya buntung, tetapi ia sangat menyukai beladiri judo, dan sudah mengikuti latihan di sebuah dojo.

Selama berlatih, sang guru hanya mengajarkan satu jurus saja. Walaupun jurus itu termasuk sukar untuk dikuasai, anak ini merasa tak puas, karena ia melihat murid-murid lainnya mempelajari bermacam-macam teknik. Akhirnya setelah 6 bulan, ia tak kuasa lagi menahan kesabarannya.

Lantas ia menemui sang guru; “Sensei, bolehkah aku bertanya? Mengapa selama 6 bulan ini aku hanya berlatih jurus ini saja”.

Gurunya hanya menjawab singkat “Karena engkau murid yang istimewa dan hanya jurus ini yang engkau perlukan

Ia tak berani lagi bertanya dan memilih untuk berlatih dengan tekun. Semakin lama jurus itu semakin dikuasainya dan mendarah daging dalam dirinya. Tak ada seorangpun yang semahir dia dalam menggunakan jurus tsb.

Setahun kemudian, sang guru menyertakan dirinya dalam kejuaran nasional di ibukota. Walaupun merasa pesimis & minder, ia menuruti permintaan sang guru & mereka berangkat ke ibukota.

Kejuaraan dimulai. Di luar dugaannya, dengan mudah ia bisa menjatuhkan & mengunci lawan-lawannya. Babak demi babak ia lalui, sampai akhirnya ia harus menghadapi juara tahun lalu di babak Final. Walau memakan waktu cukup lama dan menguras tenaganya, lagi-lagi ia berhasil memenangkan pertandingan.

Dalam perjalanan pulang, sembari membahas & mengevaluasi pertarungannya, sang anak bertanya kembali.

Sensei, saya heran, mengapa hanya bermodal satu jurus ini saja saya bisa memenangi pertandingan. Saya masih belum mengerti ucapan Sensei dulu, apa istimewanya saya dan mengapa hanya satu jurus ini?”

Sang Sensei ( Guru ) tersenyum & berkata;

"Muridku, Cara bertarung setiap orang adalah unik, tergantung dari kekuatan & kelemahannya. Praktisi beladiri perlu mempelajari berbagai teknik & jurus sampai akhirnya ia menemukan kekuatan & kelemahannya dan akhirnya memilih teknik & jurus yang sesuai, yaitu teknik2 yang memanfaatkan kekuatanya dan menutupi kekurangan atau bahkan mengubahnya sebagai kekuatan”.

“Engkau istimewa, karena kekuranganmu sudah jelas. Sehingga tak perlu engkau menghabiskan waktu mempelajari berbagai jurus & teknik yang sudah pasti tidak engkau perlukan. Dan jurus itu paling cocok bagimu, karena selain jurus tersebut salah satu jurus tersulit dalam Judo, satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah dengan mengunci lengan kirimu”.

Kadang orang mengira bahwa kekurangannya merupakan hukuman, kutukan dan menyesalinya. Padahal, di dunia ini banyak sekali terdapat kemungkinan dan tak mungkin semuanya diraih. Orang-orang yg memahami kekurangannya seharusnya bisa menyadari hal2 yang mustahil ia lakukan dan tak membuang waktu percuma untuk mengejarnya. Dan orang-orang yang juara adalah orang2 yang menggunakan semaksimal kekuatannya dan juga berhasil menggunakan kelemahannya juga sebagai kekuatan.


Salam

CEULEUKEUTEUK


Sakti Pisan

"Aki kuring mah, baheula, kasaktianana teh taya nu bisa nandingan," cek Darto ka Yogi, semu nu agul.

"Kumaha kitu ?" cek Yogi, panasaran.

"Cek Bapa, baheula Aki mah tepi ka bisa ngabekaskeun bedil sagala dina liang pangambungna."
"Euleuh, enya we ari kitu mah sakti pisan nya. Ari ayeuna aya keneh Aki teh?"
"Nyaeta tos teu aya. Kapan ti basa ngabekaskeun bedil dina liang pangambungna oge, Aki mah teras maot!"


DUKUN HÉBAT

Di Amérika aya dukun urang Indian anu katelah hébat dina ngaramal cuaca.
Aya wartawan ti majalah Time anu panasaran, terus ngadatangan si dukun rék wawancara.
Wartawan
: " Ramalan anjeun ngeunaan cuaca jarang salahna.Kumaha prak-prakanana ?
Dukun
: " Kuring kakara bisa ngaramal lamun jam geus leuwih ti jam salapan "
Wartawan
: " Naha kitu ? "
Dukun
: " Lantaran berita radio ngeunaan ramalan kakara disiarkeun jam dalapan "
Wartawan
: " Jadi .... ? "

DASAR BUDAK

Di dapur, pamajikan mang Adhi Jatnika keur sibuk ngagugulung botol.
Indung
: " Jang gera kadieu sakedap ! "
Anak
: " Aya naon ma ? "
Indung
: " Ieu pangaluarkeun tutup botol anu nyeplos ka lebet botol, da kasép "
Anak
: " Mangga ma, gampil atuh éta mah "
Botol di cokot ku budak mang Adhi. Teu kungsi lila kurunyung budak téh datang deui.
Anak
: " Ieu ma tutup botol téh ! "
Indung
: " Pinter anak ema. Ari botolna mana jang ? "
Anak
: " Dipiceun ka carangka runtah da tos janten beling ayeuna mah ma "
Indung
: " ???? "

Abah Téa.
Kang Deddy Setiawan
PT. KTB - Jakarta

Dimuliakan vs Dihinakan


Ada suatu keyakinan yang keliru pada manusia, yaitu jika diberi rizki atau kemudahan maka itu adalah suatu penghormatan atau kemuliaan dari Allah. Namun, jika diberi sedikit rizki atau sulit urusannya, maka dihinakan oleh Allah. Padahal, dua keadaan itu adalah sama, yaitu sama-sama ujian bagi manusia.

"Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: "Tuhanku telah memuliakanku" . Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku" .
(Al-Quran Al-Karim Surah Al-Fajr [86]: ayat 15-16)

Jika kita melihat ada orang yang diluaskan rizkinya tetapi malas melaksanakan ketaatan pada Allah, sementara anaknya sehat-sehat, tampan-tampan, dan cantik-cantik, maka ini adalah kemuliaan. Kemudian jika sedikit hartanya atau sakit badannya, maka ia direndahkan (dihinakan). Sekali-kali bukan demikian !

Bisa jadi kelapangan dan kemudahan yang diberikan itu adalah karena penangguhan balasan dosa yang dilakukannya di dunia. Sebaliknya, kesukaran dan kesempitan itu bisa jadi merupakan cara Allah untuk membersihkan dirinya dari dosa, sebagaimana yang diriwayatkan dari Anas radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Apabila Allah menghendaki hamba-Nya itu menjadi baik, maka Ia menyegerakan siksaannya di dunia ini, dan apabila Allah menghendaki hamba-Nya itu menjadi orang jahat, maka Ia menangguhkan dosanya sehingga akan dituntut nanti pada hari kiamat."

Sesungguhnya, Allah memberikan harta kepada semua hamba-Nya, baik kepada orang yang dicintai-Nya, atau kepada orang yang tidak dicintai-Nya, karena Allah memilki sifat Ar-Rahman. Lantas, apa yang membedakan?

Yang menjadi penentu adalah ketaatan pada dua keadaan ini : lapang dan sempit. Kalau taat berarti mulia, kalau tidak taat berarti kufur (dihinakan Allah). Kebaikan ada pada bagaimana menyikapinya.

Memang sangat menakjubkan keadaan orang mukmin itu; karena segala urusannya sangat baik baginya dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi seorang yang beriman di mana bila mendapatkan kesenangan ia bersyukur maka yang demikian itu sangat baik baginya, dan bila ia tertimpa kesusahan ia sabar, maka yang demikian itu sangat baik baginya.

Keadaan seperti ini (syukur dan sabar), tidak akan mungkin ada kecuali pada seorang mukmin. Yang perlu kita tanamkan dalam hati adalah bahwa kekayaan dan kefakiran adalah ujian. Besarnya pahala yang diterima, tergantung dari besar atau kecilnya ujian.

Sesungguhnya, besar-kecilnya pahala itu tergantung pada besarnya ujian. Dan sesungguhnya, jika Allah mencintai suatu kaum maka Allah menguji mereka; barangsiapa yang ridha maka allah akan meridhainya dan barangsiapa yang murka, maka Allah akan memurkainya. (Hadits Riwayat Imam Turmudzy)

Saat Imam Ibnu Taimiyah ditanya: Manakah yang lebih baik, kaya yang bersyukur atau faqir yang sabar?

Tidak ada nash yang membedakan, dua orang ini adalah orang yang mulia. Informasi seperti ini akan membuat kita mengoreksi diri: apakah benar saat ini sedang dimuliakan Allah, atau malah sebaliknya yaitu dihinakan oleh-Nya?

Wallahu a'lam bish-showab wa a'fwu minkum

Rabu, 07 Mei 2008

Survive


Dan di antara mereka ada orang yang berdoa:

"Ya Tuhan kami, berilahkami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami darisiksa neraka". [QS. Al-baqarah/2: 201]

Rasulullah adalah manusia yang paling survive dalam sejarah kehidupan mmat manusia, sejak bayi beliau telah ditinggal oleh sang ayah, usia 6tahun ibunya menyusul, maka jadilah ia sebatang kara, hidup seorang diri.

Tanpa belaian kasih sayang dari ibu dan ayahnya, selanjutnya beliau umpang di kediaman sang paman yakni Abu Thalib - ayah dari `Alikarramallahu wajhah dengan membantu menggembalakan kambing , sebagai cikal-bakal kemampuan leadership skills , episode erikutnya saat usia + 12 tahun, beliau mulai ikut berdagang ke luarkota sebagai pemupuk jiwa entrepreneurship , merupakan sebuah lakon kehidupan yang seolah-olah penuh penderitaan dan kesengsaraan,tetapi beliau jalani dengan survive tanpa cacat sedikitpun.

Beliau tidak sempat mengenyam pendidikan formal, seperti yang kita rasakan sekarang ini, sehingga baca tulis saja pun beliau tidak mampu,tetapi yang perlu di garis bawahi dalam masalah ini, beliau mengenyam pendidikan nonformal yang hasilnya melampui jauh dibanding mereka yang telah menempuh pendidikan formal, gelar yang tidak akan dikeluarkan oleh universitas ternama sekalipun di seantero jagad ini, yaitu al amien,dapat dipercaya yakni amanah dan jujur, sekaligus menunjukkan bahwa beliau adalah manusia yang super cerdas.

Tidak seperti sekarang ini, sekalipun gelar sudah berderet-deret, bahkan yang non formal sekalipun, akan tetapi beranikah mengeluarkan ijazah kelulusan dengan gelar al amien?

Dan gelar-gelar, baik yang didepan nama maupun dibelakang nama bisakah disetarakan dengan al amien, apalagi gelar itu bukan dari lembaga formal, tapi langsung masyarakat yang memberinya, walaupun begitu, beliau tidak perlu menuliskan sendiri gelarnya sebelum atau sesudah menulis nama, karena biarlah masyarakatyang akan tetap langgeng memberikan gelar tersebut.

Apa dibalik survive beliau?

Ini yang mestinya harus digali oleh para sejarawan, termasuk para ahli diberbagai bidang kelimuan kini,pendidikan moralitas, jiwa entrepreneur, leadership skill, sekaligus peran professional setiap lini kehidupan ummat manusia, beliau adalah

manusia professional dibidangnya, memiliki kecakapan dalam setiap amanah yang diberikan kepadanya, sekaligus jiwa pantang menyerah dan putus asa dalam menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan yang mendera.

Kemandirian beliau sejak usia belia, merupakan suatu yang harus diteladani kaum muslimin, survive dalam menghadapi kesulitan,
cerdas dalam rangka mencari solusi dari berbagai kesulitan hidup,
ditengah-tengah persaingan yang semakin kompetitif,
disamping tidak melupakan aspek moralitas,
dan menghalalkan segala cara atau asal dapat,
kredibilitas dan akuntabilitasnya dapat diandalkan,
sebagai kepala tidak pernah menyakiti bawahan,
sebagai karyawan tidak memanipulasi,
sebagai teman atau kawan selalu membantu dan meringankan beban,
pendek kata,selalu mengedepankan kepentingan orang lain dari pada dirinya sendiri.

Yang jelas Allah SWT memberikan kesempatan hidup kepada kita, dan sekaligus memberikan segala kemampuan dan sarana untuk kita menjadi survive, tentu ada sesuatu dibalik itu, dan tidak ada alasan bagi kita untuk tidak survive, tantangan terbesar adalah diri kita sendiri, bukan eksternal kita, peluang begitu luasnya, coba kita perhatikan laut,setiap hari para nelayan berusaha menangkap ikannya dengan harapan yang besar, tapi toh ikan tidak habis-habis, subhanallah, betapa banyak karunia Allah, yang tidak akan habis untuk di eksploitasi.

Tidak perlu kita membuat daftar kambing hitam atas ketidak berhasilan kita, karena kambing hitam itu adalah diri kita sendiri, rasulullah sejak belia adalah pekerja keras, dan itulah perjuangan, dibutuhkan kesungguhan, keuletan, ketangguhan, kedisiplinan, optimisme menatap kedepan, sehingga adanya sebuah jaminan dari diri kita sendiri, bahwa kita survive dunia dan survive di akhirat.

Mari berjuang mengaplikasikan ayat diatas!

Wanita Gemuk Yang Takut Mati


Suatu ketika seorang laki-laki bersama isterinya mendatangi dokter untuk mengadukan nasibnya yang tak kunjung dikaruniai anak. Sang suami berkata bahwa isterinya mandul dan minta agar diobati.

Dokter itu kemudian memeriksa keringat isterinya. Setelah diteliti sebentar dia berkata: Menurut penelitian saya terhadap keringat isteri anda, saya menyimpulakan bahwa isteri anda tidak perlu diobati kemandulannya, karena 40 hari lagi dia akan meninggal.

Bukan main terkejutnya pasangan suami isteri itu. Mereka kemudian pulang dengan keadaan sedih. Terlebih sang isteri yang dihantui oleh perasaan takut dan tertekan, akhirnya diapun mendermakan hartanya dan membagi-bagikannya kepada orang yang membutuhkan, dia juga memberikan bebarapa wasiat untuk keluarga dan kerabatnya.

Hari hari berikutnya, sang isteri jarang makan minum, sehingga tubuhnya semakin kurus. Semua orang yang melihatnya menjadi bertambah yakin bahwa dia memang mendekati ajal. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, hingga akhirnya datanglah hari yang ke-40. sang isteri telah pasrah dan seluruh keluarganya merelakannya. Namun yang terjadi, kematian yang ditunggu-tunggu tak kunjung tiba. Esok hari hingga lusanya, sang isteri masih bisa menghirup udara segar.

Menghadapi hal ini, sang suami kemudian mendatangi dokter yang memberi keterangan kematian isterinya, dan menyampaikan bahwa isterinya tidak mati. Maka dokter itu menjawab :

Saya memang tahu bahwa isteri anda tidak akan mati. Tapi saya melihat penyebab anda berdua tidak dikaruniai keturunan hanya karena isteri anda terlalu gemuk sehingga mulut rahimnya tertutup lemak.

Maka dari itu saya menakut-nakutinya dengan kematian dengan harapan dia bisa lebih kurus sehingga mulut rahimnya tidak tertutup lemak lagi. Dan saya melihat isteri anda sudah kurus, maka sekarang gaulilah dia, insya Allah anda akan diberi anak oleh yang Maha Kuasa.

Selasa, 06 Mei 2008

Guru TK


Saat itu ada seorang guru TK yang masih lajang dan cuma bergaji 150 ribu mengadu akan kecilnya gaji yang dipunyai kepada Ustadz Yusuf Mansur.

Ustadz kelahiran Betawi yang terkenal " Ilmu Sedekahnya" ini lalu bertanya,

"Emangnya pengen gaji berapa ?"
"Paling enggak 3 jutaan ustadz",

Lalu kata Ustadz berkata,

" Kalo gitu gak usah terima gaji untuk dua bulan ini, kalo mau gaji 3 jutaan".

( baca : matematika sedekah adalah jika sedekah 1 maka akan dibalas 10 kali).

Lalu setujulah wanita sang guru TK itu.

Tapi fikiran yang berkecambuk adalah ternyata kepala sekolah TK itu sendiri hanya bergaji 450 rb, so... bagaimana mungkin ??

Setelah 2 bulan uang itu disedekahkan, tanpa sisa sedikitpun, lalu si wanita ini datang di bulan ke-3 kepada Ustadz Yusuf Mansur.

Dapatkah dia menerima gaji 3 juta?
Ternyata . . . . . . . . .gagal !

"Alhamdulillah ustadz, saya tidak berhasil mendapat gaji 3 juta" ,

Akan tetapi saya dinikahi seorang perjaka shaleh, dan mempunyai gaji 3 juta perbulan, dan perjaka itu adalah anak kepala pemilik TK, dan sang perjaka itu sendiri adalah pewaris tunggal TK tersebut....

"Subhanallah. ...

Yang Sesat dan Yang Ngamuk


Karena melihat sepotong, tidak sejak awal, saya mengira massa yang ditayangkan TV itu adalah orang-orang yang sedang kesurupan masal. Soalnya, mereka seperti kalap. Ternyata, menurut istri saya yang menonton tayangan berita sejak awal, mereka itu adalah orang-orang yang ngamuk terhadap kelompok Ahmadiyah yang dinyatakan sesat oleh MUI.

Saya sendiri tidak mengerti kenapa orang -yang dinyatakan- sesat harus diamuk seperti itu? Ibaratnya, ada orang Semarang bertujuan ke Jakarta, tapi ternyata tersesat ke Surabaya, masak kita -yang tahu bahwa orang itu sesat- menempelenginya. Aneh dan lucu

Konon orang-orang yang ngamuk itu adalah orang-orang Indonesia yang beragama Islam. Artinya, orang-orang yang berketuhanan Allah Yang Maha esa dan berkemanusiaan adil dan beradab. Kita lihat imam-imam mereka yang beragitasi dengan garang di layar kaca itu kebanyakan mengenakan busana Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Kalau benar mereka orang-orang Islam pengikut Nabi Muhammad SAW, mengapa mereka tampil begitu sangar, mirip preman? Seolah-olah mereka tidak mengenal pemimpin agung mereka, Rasulullah SAW.

Kalau massa yang hanya makmum, itu masih bisa dimengerti. Mereka hanyalah mengikuti telunjuk imam-imam mereka. Tapi, masak imam-imam -yang mengaku pembela Islam itu- tidak mengerti misi dan ciri Islam yang rahmatan lil ’aalamiin, tidak hanya rahmatan lithaaifah makhshuushah (golongan sendiri). Masak mereka tidak tahu bahwa pemimpin agung Islam, Rasulullah SAW, adalah pemimpin yang akhlaknya paling mulia dan diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Masak mereka tidak pernah membaca, misalnya ayat

Ya ayyuhalladziina aamanuu kuunuu qawwamiina lillah syuhadaa-a bilqisthi…al- aayah” (Q. 5: 8).

Artinya, wahai orang-orang yang beriman jadilah kamu penegak-penegak kebenaran karena Allah dan saksi-saksi yang adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum menyeret kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah; adil itu lebih dekat kepada takwa. Takwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan.

Apakah mereka tidak pernah membaca kelembutan dan kelapang dadaan Nabi Muhammad SAW atau membaca firman Allah kepada beliau,

Fabimaa rahmatin minaLlahi linta lahum walau kunta fazhzhan ghaliizhal qalbi lanfaddhuu min haulika… al-aayah” (Q. 3: 159).

Artinya, maka disebabkan rahmat dari Allah-lah engkau berperangai lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau kasar dan berhati kejam, niscaya mereka akan lari menjauhimu…”

Tak Mengerti

Sungguh saya tidak mengerti jalan pikiran atau apa yang merasuki pikiran mereka sehingga mereka tidak mampu bersikap tawaduk penuh pengayoman seperti dicontoh-ajarkan Rasulullah SAW di saat menang. Atau, sekadar membayangkan bagaimana seandainya mereka yang merupakan pihak minoritas (kalah) dan kelompok yang mereka hujat berlebihan itu mayoritas (menang).

Sebagai kelompok mayoritas, mereka tampak sekali -seperti kata orang Jawa- tidak tepa salira. Apakah mereka mengira bahwa Allah senang dengan orang-orang yang tidak tepo saliro, tidak menenggang rasa? Yang jelas Allah, menurut Rasul-Nya, tidak akan merahmati mereka yang tidak berbelas kasihan kepada orang.

Saya heran mengapa ada -atau malah tidak sedikit-orang yang sudah dianggap atau menganggap diri pemimpin bahkan pembela Islam, tapi berperilaku kasar dan pemarah. Tidak mencontoh kearifan dan kelembutan Sang Rasul, pembawa Islam itu sendiri. Mereka malah mencontoh dan menyugesti kebencian terhadap mereka yang dianggap sesat.

Apakah mereka ingin meniadakan ayat dakwah? Ataukah, mereka memahami dakwah sebagai hanya ajakan kepada mereka yang tidak sesat saja?

Atau? Kelihatannya kok tidak mungkin kalau mereka sengaja berniat membantu menciptakan citra Islam sebagai agama yang kejam dan ganas seperti yang diinginkan orang-orang bodoh di luar sana. Tapi…


KH A. Mustofa Bisri,
pengasuh Pesantren Roudlatut Thalibin,

CEULEUKEUTEUK


KACILAKAAN.

Mang Ihin rada ngalamun sieun dicarékan pa haji juragana kulantaran sukro babawaanana liat katiisan saangeusna dipariksa pa pulisi.
Palebah jalan Legok Mencenghul aya jelema meuntas rada balangah.
Mang Ihin ngadupak éta jelema, blug manéhna labuh, tapi terus nangtung deui.
Mang Ihin turun tibuburanjat bari nanyakeun kaayaanana.

Mang Ihin
: "Henteu kunanaon jang ? "
Nukatabrak
: " Ah henteu pa", tuluy ngaléos bari leumpangna ingkud-ingkudan.
Mang Ihin
: " Haaar. Ari éta leumpangna kitu ?"

Mang Ihin molohok teu ngarti.
Lar aya tukang cendol ngaliwat bari ngomong.

Tk cendol
: " Teu nanaon pa. Manéhna mah mémang ingkud-ingkudan ti leuleutik".
Mang Ihin : " Kutan ?"


DIBALIKEUN

Hiji mangsa Mang Yogi nganjang ka imah Mang Naddy. Kabeneran di imah Mang Naddy keur euweuh pisan kadaharan, tapi rada teu ngeunah ari teu nawaran dahar ka Mang Yogi da waktuna dahar harita téh.
Tungtungna Mang Naddy basa-basi nawaran dahar ka Mang Yogi, susuganan wéh Mang Yogi nolak, tawar gatra lah meureun ceuk paribasana mah.

Mang Naddy : " Mang Yogi, hayu urang tuang heula, kaleresan aya peda "
Mang Yogi : " Wah kabeneran ti isuk encan kaasupan sangu pisan"

Basa pamajikan Mang Naddy rék nyadiakeun sangu katut peda nu ngan hiji-hijina tina lomari, anakna Mang Naddy ngarenghik lantaran peda téh hancenganana.

Indungna : " Moal di séépkeun sadayana kutamu jang. Paling-paling ogé sabeulah " Jep anakna Mang Naddy répéh sanggeus diomongan kitu ku indungna.
Anakna Mang Naddy ngintip Mang Yogi nu dahar mani ponyo tina liang leutik dina bilik.
Anakna
: " Maaaaa.....! Lauk ujang dibalikeun.......! ", gaur ceurik mani tarik.

Abah Téa.

Senin, 05 Mei 2008

Larangan MUI : Mengawini Gadis Sekantor ( Joke )


Alkisah, suatu hari Din Syamsuddin, Ketua Umum Muhammadiyah dan Sekjen MUI, mengatakan bahwa menurut fatwa MUI, umat Islam dilarang mengawini gadis sekantor.

Pernyataan ini langsung menyulut kontroversi luas. Media massa tergoda untuk mengadakan wawancara eksklusif dengan Pak Din untuk mengklarifikasi fatwa yang membingungkan ini. Bagaimana mungkin seseorang dilarang menikahi gadis sekantor? Apakah ada dalilnya dalam Qur'an atau hadis?Lalu terjadilah wawancara berikut ini:

Wartawan : Pak Din, apakah betul MUI mengeluarkan fatwa bahwa umat Islam dilarang menikahi gadis sekantor ?

Din Syamsuddin : Betul.

Wartawan : Apa dasarnya? Apakah ada dalilnya dalam Qur'an dan hadis?

Din Syamsuddin : Dasarnya sederhana saja. Lha , kawin dengan satu gadis saja sudah repot, apalagi mengawini gadis sekantor. Bayangkan, kalau di kantor ada 100 gadis, apakah kita mampu menikahi mereka semua. Lagi pula, itu kan jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Islam hanya membolehkan kawin dengan empat orang perempuan, maksimal.

Kisah di atas itu saya peroleh baru-baru ini dari seorang teman via email.

Judul email itu membuat saya terangsang membaca: "MUI mengharamkan nikah dengan gadis sekantor".

Saya berkata dalam hati: wah, berita ini menarik. Setelah membaca keseluruhan email itu, saya akhirnya tahu, isinya hanyalah "joke" atau guyonan semata.

Pesannya sangat jelas : menyindir MUI yang selama ini dikenal sebagai lembaga yang rajin dan bersemangat memproduksi fatwa.

Sebagai guyonan, tentu isi email itu hanyalah rekaan belaka. Tak ada fatwa "konyol" seperti itu dalam dunia riil. Dan tentu, MUI tak akan sembrono mengeluarkan fatwa semacam itu, kecuali jika mau menjadi sasaran damprat dan kritik.