Menu Baru Web PWS Medan

Bergabunglah dengan Paguyuban Wargi Sunda versi FaceBook , dapatkan info PWS terbaru , Jangan lupa DOWNLOAD File berbentuk Powerpoint ( pps ) dari web ini , dan semuanya tentu saja Gratis untuk anggota dan pembaca setia Web PWS - Medan , Haturnuhun
Myspace tweaks at TweakYourPage.com

Rabu, 04 Juni 2008

Ayo , Terus Bergerak


Air, jika dibiarkan terus menggenang, tanpa aliran, lama-lama akan menjadi sarang penyakit. Demikian juga udara, jika dibiarkan berhenti, tak berhembus, akan menimbulkan kepengapan dan akhirnya merusak pernapasan.Semua harus bergerak. Tidak boleh ada yang diam.

Adalah kenyataan bahwa segala ciptaan Allah SWT selalu bergerak.
Bumi, matahari,bulan, bintang, dan semua tata surya berotasi tiada henti. Sekali terhenti akan terjadi kerusakan dan bencana yang luar biasa. Bahkan makhluk-makhluk mikro seperti bakteri dan virus pun bergerak.

Hukum Tuhan yang terjadi pada alam raya itu sesungguhnya terjadi juga pada diri manusia. Secara fisik, jika manusia berhenti, diam, dan tidak melakukan aktifitas, maka dalam kurun waktu tertentu kesehatannya pasti terganggu.Selain mudah lelah, berbagai penyakit akan mulai berdatangan.

Demikian pula halnya dengan pikiran. Seseorang yang membiarkan otaknya berhenti berpikir, maka dalam jangka waktu tertentu pikirannya akan terganggu. Sulit berpikir logis dan sistematis.

Berpikirnya meloncat-loncat, sulit mengingat, dan mudah lupa.
Menurut penelitian ilmiah, orang yang kurang terbiasa menggunakan pikirannya, pada usia tuanya akan menjadi pikun.

Jika rumus pergerakan itu terjadi pada alam dan individu manusia, maka hal yang sama juga pasti berlaku pada sebuah masyarakat dan organisasi.

Jangan sekali-kali berhenti, diam, atau stagnan.
Karena diam itu berarti mati.
Diam itu bisa membawa penyakit.
Diam itu tidak sehat.

Jangan takut perubahan, perbaikan, dan pembaruan.
Sebab semua ciptaan-Nya ditakdirkan selalu bergerak dalam sebuah rotasi yang telah ditentukan.

Selasa, 03 Juni 2008

Ketika ALLAH Berkata Tidak


Ketika manusia berdo'a,
"Ya Allah ambillah kesombonganku dariku."

Allah berkata,
"Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."

Ketika manusia berdo'a,
"Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat."

Allah berkata,
"Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."

Ketika manusia berdo'a,
"Ya Allah beri aku kesabaran."

Allah berkata,
"Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."

Ketika manusia berdo'a,
"Ya Allah beri aku kebahagiaan."

Allah berkata,
"Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu."

Ketika manusia berdo'a,
"Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan."

Allah berkata,
"Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu padaKu."

Ketika manusia berdo'a,
"Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat."

Allah berkata,
"Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."

Ketika manusia berdo'a,
"Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.

Allah berkata...
"Akhirnya kau mengerti ...!"

Kadang kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.

Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali , orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan,tapi justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah.

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan.

Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhanlah yang terus meningkat.

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es.

Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum esvdapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil).

Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Allah) dan merengek agar dibelikan es.

Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita.Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es.Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.

Begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta Allah tahu apa yang paling baik bagi kita.
Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Allah mengabulkannya.

Karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.

lihat artikel di : www.pwsmedan/blogspot.com

Semoga Bermanfaat

Wassalamu'alaikum..wr..wb

Kekerasan Monas


Lagi-lagi kita disuguhi tontonan yang sulit dimengerti oleh pikiran waras kaum beriman yang berpancasila. Sekelompok orang brutal memamerkankebengisan dan kekerasannya kepada sesama bangsanya. Kali ini yang menjadi sasaran adalah kelompok Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Beragama danBerkeyakinan (AKKBB).

Yang lebih memprihatinkan, terutama bagi kaum muslimin yang memiliki nurani, mereka yang memamerkan keangkuhan dan keganasannya itu berpakaian busana Nabi agung Muhammad SAW dan menggunakan label Pembela Islam.

*Allahummahdihim. *Semoga Allah memberi hidayah kepada mereka dan terutama kepada imam-imam mereka.

Mereka yang seperti kalap itu pastilah orang-orang awam yang tidak begitu mengerti tentang Islam dan tidak mengenal kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Tidakmengerti bahwa Islam adalah agama damai dan kasih sayang . Agama yang mengecam kezaliman dan kekerasan.

Tidak mengerti bahwa kanjeng Nabi MuhammadSAW adalah seorang pemimpin yang *bassaam, *ramah dan murah senyum.

Seperti sudah diketahui , kecuali oleh mereka yang tidak mengerti dan mereka yang tertutup hatinya karena takabur—Islam adalah agama *rahmatanlil 'aalamiin. *Yang diutus membawanya adalah seorang manusia pilihan yang paling beradab dan penuh kasih sayang. Nabi Muhammad SAW.

Seorang nabi yang menurut penuturan shahabat Abdullah Ibn 'Umar (diriwayatkan oleh Imam Ahmad,Imam Bukhari, dan imam Muslim), tidak kasar dan tidak pernah melampaui batas; nabi yang bersabda: *" Inna khiyaarakum ahsanukum akhlaaqan."
*(Sesungguhnya orang-orang terbaik di antara kalian ialah mereka yang berakhlak paling baik).

Sahabat Ibn 'Umar juga menuturkan (riwayat Imam Bukhari) bahwaKanjeng Nabi Muhammad SAW tidak kaku, tidak bengis, tidak suka bersuara keras di pasar, dan tidak membalas keburukan dengan keburukan melainkan memaafkan dan mengampuni.

Tentang orang Islam, Nabi Muhammad SAW bersabda: *"Almuslimu man salimalmuslimuun min lisaanihi wayadihi." * (H.R. Imam Muslim dari shahabat Jabir)

"Muslim sejati ialah orang yang menjaga lisan dan tangannya sehingga orang-orang muslim lain selamat dari daripadanya."

Mungkin mereka yang melakukan kekerasan itu sekedar wayang-wayang yang terbakar oleh provokasi imam-imam mereka. Mereka diyakinkan, misalnya,bahwa kelompok AKKBB itu pembela kaum sesat Ahmadiyah atau antek-antekYahudi dan Amerika.

Tapi apapun alasannya tindakan anarki dan kekerasan tidak dibenarkan baik oleh akal sehat, oleh Islam, dan oleh Negara.

Negara ini adalah negara hukum. Saya sungguh khawatir kekerasan-kekerasan yang terjadi seperti kemarin itu justru akan membuat konflik horizontal berkepanjangan yang ujung-ujungnya akan merugikan umat Islam sendiri, Islam,dan Indonesia. Apalagi saat ini 'tensi masyarakat' sedang sangat tinggi.

Karena itu pemerintah --sebagai pihak yang paling utama bertanggungjawab yang mengemban amanat dan memiliki perangkat untuk menyelesaikan permasalahan seperti konflik horizontal ini— hendaknya segera bertindaksesuai kewenangannya serta sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku di negeri ini.

Sementara itu kaum muslimin sebagai mayoritas di negeri ini, terutama para pimpinan mereka –termasuk dalam rangka memperjuangkan prinsip mulia apapun--hendaklah tetap mengedepankan sikap tidak berlebih-lebihan, sikap kearifandan kesantunan seperti yang diajarkan dan dicontohkan oleh Pemimpin agung kita, Nabi Muhammad SAW.

Tidak justru mengikuti cara-cara munkar yang seharusnya kita cegah. Semangat membela Islam dan amar makruf nahi munkar,mestilah dilakukan dengan cara-cara Islami.

Semoga Allah menunjukkan kita ke jalan yang benar yang Ia ridhai. Amin.


Source :
KH. A. Mustofa Bisri, pengasuh Pesantren Roudlatut Thalibin,

Kematian Seorang Pilot Kamikaze


Kenji Matsuoka adalah seorang pilot pesawat Zero Mitsubishi dan masuk team kamikaze Jepang.

Ia sudah siap mati demi tanah airnya.

Akan tetapi perang berhenti lebih cepat daripada yang diperkirakan sehingga ia tidak mendapat kesempatan untuk mati secara mulia.
Oleh karena itu ia menjadi tertekan.

Semangat hidupnya hilang sama sekali dan ia berjalan mengelilingi kota tanpa gairah dan tanpa tahu apa yang akan dibuatnya.

Pada suatu hari ia diberitahu bahwa ada seorang penjahat yang menyandera seorang wanita tua di apartemennya yang terletak pada tingkat dua suatu gedung.

Polisi takut untuk masuk ke dalam karena penjahat itu bersenjata dan dikenal berbahaya.

Kenji menerobos masuk ke dalam gedung itu dan menyuruh penjahat itu melepaskan wanita sanderanya.

Terjadilah perkelahian dengan pisau.
Kenji berhasil membunuh penjahat itu akan tetapi ia sendiri menderita luka parah.

Beberapa waktu kemudian ia meninggal di rumah sakit dengan senyum bangga di bibirnya. Keinginannya untuk mati secara berguna sudah dikabulkan.

Hanya orang-orang yang melakukan Yang Baik yang tidak mempunyai lagi rasa takut untuk mati.

Senin, 02 Juni 2008

Musik Untuk Anda


" Dunia tanpa musik , jadi kurang asyik " ( Hj. Oma Irama )

Demikian sepenggal lirik dari lagunya Bang Hj. Oma Irama.

Web Paguyuban Wargi Sunda ( PWS ) - Medan , terhitung hari ini , 2 Juni 2008 , menyajikan menu baru :
" Musik Untuk Anda " yang ada pada tampilan menu web ini.

Anda bebas memilih lagu dan penyanyi kesukaan anda , dengan klik memilih nama penyanyi dan lagu yang tertera pada play list.

Selamat menikmati

Paguyuban Wargi Sunda - Medan

Raihlah Sukses Dengan Membantu Orang Lain Sukses


Ada dua cara untuk mendaki karier kita.
Menginjak pundak orang lain, atau meminta orang lain mengangkat kita.
Keduanya bisa membawa kita ke atas.
Bedanya hanya pada berapa lama kita sanggup bertahan di sana.

Mungkin kita beranggapan, tak semua orang mau menolong kita.
Bukankah mereka disibukkan dengan langkah mereka sendiri.
Jika demikian, mulailah dengan menolong orang lain meraih keberhasilan.

Dalam lomba panjat pinang, kita harus merelakan pundak kita diinjak oleh orang lain.
Dan pundak orang di atas kita pun diinjak oleh orang lain lagi.
Menaklukkan licinnya batang pinang tak bisa dilakukan sendiri.

Sadarilah ketika kita di atas karier, sadar atau tidak, kita mungkin telah menginjak pundak orang lain.
Atau, orang lain telah membantu kita naik.

Seorang bijak pernah berkata, raihlah sukses dengan membantu orang lain menggapai sukses mereka.
Karier kita harus ditopang oleh tiang kokoh.
Yaitu, keberhasilan orang-orang di sekitar kita berkat bantuan kita.

Membuat Jalan Sendiri


Ada sekelompok pemuda hendak mendaki sebuah gunung, berbagai perbekalan ia persiapkan, mulai dari bekal makanan, bekal skill dalam mendaki gunung, bekal alat-alat serta bagaimana seharusnya menggunakan sekaligus petunjuk mengenai cara mendaki gunung yang relative aman dan bisa mencapai puncak sesuai limit waktu yang sudah ditentukan. Semuanya agar bisa mencapai puncak dengan sukses.

Pada saat sebelum pendakian dimulai, diberikan waktu untuk tanya jawab sekaligus pertukaran pikiran dari masing-masing pendaki. Ada salah seorang pemuda menanyakan bagaimana cara mendaki yang baik, aman dan bisa mencapai target di puncak tanpa harus banyak melakukan banyak kesalahan?, sang Pembina pun tertegun sejenak dan kemudian menjawabnya dengan bijak.

“ Berjalanlah sesuai rute seakan obat nyamuk dari tepi yang paling luar menuju kedalam sampai titik intinya, namun mendakilah seperti alur per atau pegas yang start dari bawah berputar naik sampai diatas.”

Nah, dari jawaban sang Pembina tadi, sebagaimana dengan menjalani kehidupan ini.

Sudah menjadi suatu kewajiban setiap umat untuk belajar sebagai pelengkap perbekalan dalan mendaki. Kemudian berjalan sesuai alur obat nyamuk namun mendaki laksana per atau pegas sehingga selalu mengalami peningkatan. Bila dari hari-kehari dari setiap yang dikerjakan tidak menambah kebaikan dalam hidupnya berarti ada kesalahan atau orang tersebut berjalan berputar seperti obat nyamuk namun tidak mendaki seperti per sehingga tidak bias mencapai puncak.

Dalam kehidupan orang-orang sukses,sudah menjadi resiko untuk berubah dengan cepat, bahkan tidak jarang yang berganti profesi berkali-kali untuk kemudian menemukan profesi yang paling cocok menurut hati-nuraninya sehingga bisa mengisi hari-hari dengan lebih baik. Baik menurut penilain orang memang relatif, namun percayalah bahya pada diri setiap orang ada semacam keyakinan yang kuat sesuai hati nuraninya,sehingga tanpa paksaan atau dorongan orang lain sekalipun akan berkembang dari dalam sebagai print cetak biru seseorang.

Untuk sukses kita perlu menyetel ulang pikiran, sama halnya computer saat dipakai kerja dalam waktu lama dan operasional system yang panjang, tidak jarang terjadi error atau bahkan hang-up, sehingga perlu dilakukan reboot ulang atau meng-up gradenya baik memorinya yang sudah tidak cukup maupun kapasitas hardisk yang tidak cukup. Perlu up-grade baru. Demikina halnya seseorang perlu berubah.

CHANGE! Kata Reinal Khazali. Dan perubahan itu terjadi seketika itu juga.

Ada sebagian orang menghadapi perubahan dengan keluh kesah dan depresi, namun ada juga yang menghadapinya dengan antusiasme tinggi, karena merasakan ada misteri di ujung terowongan perubahan yang menarik perhatianya.Memang perlu adanya kekuatan baik fisik maupun mental kuat untuk membuat perubahan, namun bagaimana ending dari perjalanan perubahan itu sendirilah yang menarik.

Intinya anda ingin mau jadi yang mana?
tinggal anda sendiri penentunya!.
Jangan direnung-renungkan, jangan dipikir-pikirkan kesana-kemari yang ujung-ujungnya membuat kabut kebimbangan sendiri.

Satu detik menentukan pilihan sudah cukup, jalankan saja pilihan hati itu dengan lapang.

Apapun keputusan anda, yakinlah bahwa anda berhak sukses dengan cara anda sendiri, tanpa harus merasa didikte orang lain, menjadi kehormatan sendiri bisa berjalan berdasarkan kemauan dan tekat serta keyakinan pribadi. Anda adalah berharga, anda adalah luar biasa! Sukses untuk kita semua!.



Source :
Agust Nasihin

Mutiara dan Pasir


Alkisah, Seorang pemuda yang baru lulus kuliah mengalami perasaan sangat tertekan dan putus asa karena sulitnya mencari kerja sehingga ia memutuskan untuk berencana mengakhiri hidupnya dengan menenggelamkan dirinya ke tengah laut.

Ketika dia sampai di pantai dilihatnya seorang yang ramah dan bijaksana sedang memancing , yang kemudian mengajaknya berbicara sampai si pemuda tersebut mengutarakan niatnya bunuh diri dan alasannya.
Kemudian orang tersebut , si Kabayan minta sang pemuda melihat apa yang dilakukannya, Kabayan lalu membungkuk mengambil segenggam pasir dan kemudian melemparkannya kembali kebawah.

Seketika pasir tersebut melebur dan menjadi satu dengan pasir lainnya yang ada dibawah, lalu kata Kabayan kepada si pemuda :

“Cobalah kamu ambil dan kumpulkan kembali pasir yang tadi saya lemparkan ke bawah”,
dan si pemuda keheranan dan berkata :

“Mana mungkin saya dapat mengambil pasir tersebut karena pasir tersebut telah berbaur dan menjadi satu dengan pasir lainnya”,
Si Kabayan tersenyum dan kemudian mengambil sebutir mutiara dari dalam kantongnya dan melemparkannya kebawah seraya berkata kepada pemuda tersbut :

“Ambillah mutiara tersebut” ,
dan dengan mudahnya pemuda tersebut mengambilnya dari tumpukan pasir.

Akhirnya Kabayan berkata kepada pemuda tersebut bahwa untuk menjadi atau meraih apa yang kamu inginkan maka kamu harus berbeda dengan orang lain, jikalau kamu sama dengan orang kebanyakan maka kamu tidak akan terlihat, demikian juga ketika kamu mencari kerja dan sebagainya.

Pesan Moral :
Bila kita lunak terhadap diri kita maka kehidupan akan keras terhadap kita.
Bila kita keras terhadap diri kita maka kehidupan akan lunak terhadap kita.

Posted by DJODI ISMANTO

Sabtu, 31 Mei 2008

CUKUR



Ada seorang tukang cukur tua yang baik hati disebuah kota di United States .

Suatu hari seorang penjual bunga datang kepadanya untuk memotong rambut. Selesai potong rambut,dia bermaksud me mbayar tetapi tukang cukur menjawab :

"Maaf, saya tidak dapat menerima uang dari mu. Saya melakukan pelayanan".

Sipenjual bunga sangat gembira dan meninggalkan tukang cukur tersebut.
Pada keesokan paginya, ketika si tukang cukur membuka toko, ada sebuah kartu ucapan terima kasih dan selusin bunga mawar yang telah menanti di depan pintu.

Seorang polisi datang untuk potong rambut dan diapun bermaksud membayar setelah selesai dipotong rambutnya.

Tetapi, si tukang cukur pun menjawab :

"Maaf, saya tidak dapat menerima uang dari mu.Saya melakukan pelayanan".

Si polisi pun sangat gembira dan meninggalkan tukang cukur tersebut.
Pada keesokan paginya, ketika si tukang cukur membuka toko, ada sebuah kartu ucapan terima kasih dan selusin donat yang telah menanti d id epan pintu.

Dihari berikutnya datanglah seorang software engineer dari Indonesia untuk potong rambut, ketika dia hendak membayar, si tukang cukur pun menjawab :

"Maaf, saya tidak dapat menerima uang dari mu. Saya melakukan pelayanan".

Si software engineering dari Indonesia pun amat sangat gembira dan meninggalkan tukang cukur tersebut.

Pada keesokan paginya, ketika si tukang cukur membuka toko, .. coba tebak !!!






apa yang tukang cukur temukan di depan pintu ???????????? ????????? ???????











Dapatkah anda menebaknya ???????????









Apakah anda belum tau jawabannya? ? ????????? ?









Ayo.Berfikirlah seperti orang indonesia ......!!!!!!Ok!!!!!OK!!! !!!!!!!!! !!!










Selusin orang Indonesia telah menunggu untuk potong rambut GRATIS !!!!!!!!!

From
Sopar Siregar

CEULEUKEUTEUK


Kabayan jeung nu Teu Bisa Katipu

Aya hiji pamuda nu susumbar manehna teu bisa ditipu ku sing saha bae.

Kabayan panasaraneun naker hayang nyoba.

"Tungguan di dieu, nya!" cek Kabayan ka si pamuda nu pajar teu bisa ditipu tea.
"Tungguan di dieu, kuring rek nunjukkeun, kumaha carana kuring bisa nipu anjeun!"
Gejlig bae Kabayan indit, sabada omat-omatan sangkan eta pamuda ulah ka mana-mana.
Si pamuda nurut. Sajam-dua jam mah, manehna sabar nungguan.

Tapi barang geus opat jam nu ditungguan teu embol-embol keneh bae, manehna mimiti ngarasa keseleun.

Gejlig bae manehna ge indit ti dinya, nepungan batur-baturna.

Bari kukulutus teh, daradad manehna nyaritakeun ka batur-baturna ngeunan naon nu dilakukeun ku Kabayan ka manehna.

Atuh barakatak bae babaturanana teh tingbarakatak, bari pok salasaurang di antarana ngomong,

"Dasar tolol, justru maneh teh geus katipu ku Kabayan !"


Abah Tea