Menu Baru Web PWS Medan

Bergabunglah dengan Paguyuban Wargi Sunda versi FaceBook , dapatkan info PWS terbaru , Jangan lupa DOWNLOAD File berbentuk Powerpoint ( pps ) dari web ini , dan semuanya tentu saja Gratis untuk anggota dan pembaca setia Web PWS - Medan , Haturnuhun
Myspace tweaks at TweakYourPage.com

Senin, 09 Juni 2008

Anda " Orang Yang Terhormat "


Ada sebuah negeri yang diperintah oleh seorang raja yang terkenal sangat bijaksana. Raja itu sering berkeliling negeri untuk melihat-lihat kehidupan rakyatnya.

Pada suatu ketika Sang Raja dengan diiringi para pengawalnya sedang berjalan-jalan masuk-keluar kampung, dilihatnya ada seorang anak pengemis yang sedang mengais-ngais sampah di tempat sampah untuk mendapatkan sisa-sisa makanan. Tergerak oleh belas kasihan, raja itu memerintahkan kepada pengawalnya untuk membawa anak itu keistana.

Raja berkenan mengangkat anak itu menjadi anaknya.

Malam itu ketika Sang Raja dan Permaisurinya santap malam. Anak angkat barunya, yang sudah dimandikan dan diberi pakaian baru, diajak bersama santap malam. Terbiasa dengan kehidupan lamanya, anak itu makan dengan tergesa-gesa, comot sana, comot sini dengan tidak tahu aturan.

Namun Sang Raja dan Permaisuri dengan sabar mengajarkan kepada anak itu tata cara makan yang baik.

"Nak, engkau di sini tidak perlu takut tidak mendapat bagian, tidak perlu tergesa-gesa, semuanya tersedia dengan cukup. Begini cara memegang sendok dan garpu. Begini cara mengambil nasi. Begini cara mengambil lauk. Semuanya ada aturannya. Jangan sembarangan mengambil dengan sendokmu".

Pada suatu hari, Sang Raja mengadakan perjalanan dengan keretanya dan anak itu yang juga sudah dikhitan diajak serta. Di kiri-kanan jalan rakyat menyambut mereka dengan penuh antusias. Sang Raja menyambut dengan gembira lambaian tangan rakyatnya.

Namun Sang Raja keheranan memperhatikan anak angkatnya. Dia tidak mempedulikan orang-orang yang menyambutnya. Malahan setiap melewati tempat pembuangan sampah, anak itu ingin turun dari keretanya.

Sang Raja selalu melarang anak itu turun dari kereta, setiap mereka melewati tempat sampah.

"Nak engkau sekarang " orang terhormat " yang beradab dan terdidik baik , tidak perlu engkau mencari makan ditempat sampah lagi. Lupakan masa lalumu. Hiduplah seperti " orang terhormat " ".

Renungan :
Kehidupan kita, kadang seperti anak raja itu. Kita yang melalui pemberian nama dari orang tua dan dilakukan " aqiqah " yang secara resmi sudah menjadi muslim , namun masih cenderung untuk kembali ke kehidupan lama kita "mengais-ngais sampah".

Datang kepada dukun, tukang ramal, orang "pintar" dsb, untuk minta "ilmu",zimat dsb. Lupakah anda, bahwa anda itu " orang terhormat " ?

Sabtu, 07 Juni 2008

Raden Haji KABAYAN



Rd. H. Kusmayatna Kusumadinata Asal Muasal Nama Ibing

SIAPA tidak mengenal Kang Ibing? Salah satu ikon Jawa Barat yang memiliki nama lengkap Rd. H. Kusmayatna Kusumadinata ini lama malang melintang di berbagai bidang mulai yang seuri lewat lawakannya hingga seurieus melalui kegiatannya berdakwah menyebarkan amar makruf nahi mungkar.

Tapi tahukah Anda dari mana nama Ibing muncul?

"Banyak yang salah kaprah dengan nama saya. Sering orang menulis Ibing Kusmayatna.Padahal, kalau mau mencantumkan nama Ibing yang cukup Mang atau KangIbing. Kalau mau Kusmayatna ya jangan disatukan dengan nama Ibing.Kusmayatna itu pemberian orang tua dan Ibing itu nama landihan," ujarnya serius ketika berkunjung ke Kantor Redaksi "PR", Jumat (6/6).

Bahkan saking seriusnya dengan masalah nama ini, Kang Ibing mengaku suka kesal kalau ada undangan untuk dirinya namun tertulis Ibing Kusmayatna.

"Eta teh salah, salah gede. Matak naon tatanya heulangarah bener termasuk wartawan oge," ujarnya.

Mengenai asal muasal nama Ibing ternyata muncul sekitar tahun 1975.

"Ketika itu saya akan membintangi film Kabayan. Karena kalau dicantumkan nama Kusmayatna dinilai terlalu panjang, akhirnya dicari nama singkat yang mudah diingat," ujarnya.

Melalui pencarian, akhirnya muncul nama Ibing.

"Nama ini merupakan perpaduan nama idola saya saat itu yakni Bing Slamet. Namun sebagai orang sunda tentu namanya pun harus nyunda. Maka lahirlah nama Ibing.Namun ini tidak ada sangkut paut dengan ngibing (menari).

Hal serius lain yang saat ini menjadi perhatian Kang Ibing adalah Pilkada Kota Bandung.
"lamun hayang bener serahkeun ka ahlina, "ujarnya. (Dedy Suhaeri/"PR" )

Source :Milist Urang Sunda dan Kisunda

SELAMATKAN " KEHANYUTAN " PERTENGKARAN ANDA


Untuk saudaraku AKKBB dan FPI . . . . . .
selamatkan " kehanyutan pertengkaran " anda . . .

Rasanya tak mungkin anda bertengkar dan melakukan kekerasan seorang diri.

Selalu dibutuhkan setidaknya dua orang untuk memulai sebuah perselisihan kecil.

Dan, itu sudah cukup untuk memicu pertengkaran dan kekerasan besar-besaran pada seluruh negeri. Itu berarti,pertengkaran bukan hanya persoalan perbedaan pendapat atau tarik-menarik keinginan.

Pertengkaran dan kekerasan adalah soal pilihan anda. Pilihan untuk memulai lalu membiarkannya membesar dan membakar semua yang ada, atau menutup pintu sebelum sempat dimasuki oleh salah seorang dari anda.

Karena, pertengkaran mustahil terjadi bila anda benar-benar tak berkehendak untuk menceburkan diri kedalamnya.

Meski anda jatuh dalam sungai deras, itu tak berarti anda harus hanyut atau tenggelam tanpa daya. Anda bisa berenang-renang meninggalkan pusaran air,dan naik ke daratan.

Hanya di saat berada di tepianlah anda bisa menolong rekan anda yang berseteru untuk lolos dari kehanyutan. Ulurkan tali penyelamat berupa curahan maaf dan pengertian diri tanpa pamrih.

Dua orang yang bertengkar dan melakukan kekerasan takkan bisa menolong satu sama lain.
lihat artikel lain di :

SANG BADUT


Seorang pria mengunjungi seorang psikolog.
Ia berkata pada psikolog,

"Dokter, saya merasa sangat tertekan. Tak peduli apa pun yang saya lakukan,saya tetap merasa tertekan. Saya tak tahu apa yang harus saya lakukan."

Psikolog itu tersenyum padanya, dan berkata, "Mari ikut aku ke jendela itu."

Pria itu mengikuti sang psikolog.
Kemudian, psikolog itu menunjuk ke arah luar jendela dan berkata,

"Apakah kau bisa melihat tenda besar jauh di luar sana?

Itu adalah tenda rombongan sirkus yang sedang mengadakan pertunjukkan di kota ini. Pertunjukkan mereka benar-benar bagus. Mereka mempunyai seorang badut yang sangat-sangat lucu. Ia tentu bisa membuat kau tertawa terbahak-bahak sampai habis tawamu. Cobalah pergi ke sana dan tontonlah pertunjukkan sang badut itu. Saya jamin kau takkan punya alasan untuk merasa tertekan lagi!"

Pria itu membalikkan badannya menghadap si psikolog. Dengan pandangan mata yang sedih ia berkata,

"Dokter, akulah sang badut itu!"

Renungan...! Tak jarang mereka yang pandai memberikan nasehat justru memerlukan nasehat yang lebih baik.

PAKAIAN KEBESARAN DAN TIDUR NYENYAK ANDA


Jika anda adalah seorang pejabat tinggi, wajarlah jika anda mengenakan busana kebesaran, yang mungkin terbuat dari bahan terbaik, terjahit rapi tanpa kerutan, dan bertaburkan bintang-bintang tanda jasa.

Anda tak perlu merasa bersalah dengan kehormatan-kehormatan semacam itu.

Toh orang-orang disekitar anda pun takkan segan-segan menyediakannya untuk anda.

Bukankah,seseorang yang terhormat layak mendapat perlakuan yang terhormat pula.

Yang perlu anda sadari sebenarnya sederhana saja.
Ketika anda berangkat tidur, mau tak mau anda harus melepaskan semua itu.

Tidur anda takkan bisa nyenyak dalam kungkungan pakaian kebesaran yang kaku, berat dan berlapis-lapis.

Ini sama halnya dengan, anda takkan bisa menemukan ketenangan batin selama anda masih menggenggam pikiran-pikiran mengenai kedudukan anda.

Pada saatnya, anda harus melepaskan dan membiarkan anda menemukan diri anda sendiri yang paling bersahaja.

Jumat, 06 Juni 2008

Badut Pembawa Berita


Suatu ketika di hutan pinggiran suatu dusun, sebuah rombongan sirkus menggelar tendanya dan mempersiapkan pertunjukan.

Suatu hari, tepat sebelum suatu pertunjukan dimulai, entah bagaimana terjadi kebakaran di semak2 di pinggir perkemahan sirkus tersebut. Angin bertiup dengan kencang ke arah dusun. Angin yang kencang juga membesarkan kobaran api dengan cepat.Kata pemilik sirkus, harus ada seseorang yang memperingati masyarakat dusun tersebut tentang kebakaran hutan ini.

Kalau api mencapai dusun, maka akan jatuh korban harta benda yang besar.

Seorang badut, masih lengkap dengan pakaian dan make-up badutnya ( karena bersiap untuk pertunjukan ) segera berlari menyambar sepeda hias yang seharusnya dipakai dalam pertunjukan.

Tanpa membuang waktu, badut tersebut mengayuh sepedanya secepat mungkin menuju dusun tersebut.Beruntung dusun tersebut terletak di dataran yang lebih rendah, sehingga si badut dapat mencapai dusun tersebut sebelum api yang berkobar mencapai dusun.

Si badut berteriak2 dengan lantang sambil bersepeda berkeliling alun-alun, 'kebakaran hutan!!! Cepat selamatkan diri dan keluarga kalian!!!'

Namun masyarakat dusun yang melihat dan mendengar teriakan si badut tersebut malah berkerumun dan menertawakan si badut yang berpakaian dan beraut wajah lucu. Mereka menonton badut tersebut sambil bertepuk tangan.

Akhirnya kobaran api pun mencapai dusun tersebut, dan menyebabkan kebakaran besar. Teriakan histeris dan panik mewarnai usaha masyarakat dusun untuk melarikan diri. Korban jiwa dan harta benda tak dapat dielakkan.

Si badut mengayuh kembali sepedanya ke perkemahan sirkus dengan sedih karena peringatannya tidak didengarkan.

Renungan :

Seringkali kita menganggap 'pembawa berita' lebih penting daripada isi dari berita yang dibawa itu sendiri. Artinya dalam mendengarkan saran, nasihat, atau kritikan, kita kerap menilai si 'pembawa berita', bukan isi dari berita tersebut.

Contoh: Seorang yang sombong apabila ditegur oleh temannya akan menyebabkan pertengkaran. Lain cerita apabia ia ditegur oleh gurunya atau orang yang dihormatinya, walaupun isi tegurannya kira2 sama.Mengapa harus demikian?

Bukankah 1kg emas yang dibawa orang kaya dan 1kg emas yang dibawa pengemis sama berharganya (sama-sama emas)?

Tidak bisakah kita menerima saran, nasihat, atau kritikan yang bagus tanpa memandang siapa yang menyampaikannya pada kita?

Seberapa sering kita melewatkan kesempatan akibat mengabaikan berita penting yang dibawa oleh orang yang 'kurang penting'?

CEULEUKEUTEUK


TAMBA NUNDUTAN

Mang Ibro tukang gula beureum keur nundutan lantaran ti isuk kénéh
euweuh nu nawar-nawar acan, komo nu meuli.
"Mang sabaraha gula téh sabonjorna ?"
"Sarébu Dén !", ngarénjag kagareuwahkeun, tapi rada atoh.
"Ah, mahal teuing mang !"
"Atuh sawios limaratus ogé Dén, étang-étang panglaris ! Badé sabaraha bonjor?"
"Ih.... da lain rék meuli. Éta baé karunya, nanya sotéh tamba emang nundutan baé!"

REUNI

Hiji mangsa Ibu Enung ngondang babaturanana nu geus heubeul tara papanggih,
reuni lah meureun ti ditu na mah.

Reuni na di sport hall Kelapa Gading
nu sisi kolam renang téa, sigana mah embung éléh ku para Manager KTB ( Krama Yudha Tiga Berlian ).
Kabéh geus ngumpul, teu kungsi lila jol ibu Fitha nu elat lantaran mobilna mogok.
Kacaritakeun breng wéh ngadarongéng pangalaman saurang-saurang.

Ibu Enung: " Sok dimimitian ku Ibu Fitha. Ibu Fitha téh tos ti Jerman sanés ?,
ari basa Jerman na mobil mogok naon ? "
Ibu Fitha
: " Haben nagen "
Ibu Enung
: " Oh éta mah sarua wé jeung mugen power !. Ari Ibu Iin nu ti India,
basa India na jelema korét naon ? "
Ibu Iin
: " Mérégé hésé "
Ibu Enung
: " Euleuh siga sinétron Bolly Wood nya. Ibu Lia nu ti China,
lamun nyuguhan tamu basa China na naon ? "
Ibu Lia
: " Nyi cian téh "
Ibu Enung
: " Oh siga dina film kung fu, gening aya adegan maling nu ditangkep
ku pulisi, ceuk si pulisi téh cenah ...shiang shiang ma ling shéng,
awas tang lie chien wo ! "
Ibu Mia
: " Héy pa Hasman tong molotot baé ka kolam renang ! Pa Hasnam nu
ngumbara di Arab, naon basa Arabna mojang hanjat ti kolam renang ? "
Pa Hasman
: " Oh.... naon nya, oh... wa'as ku munuu na "
Heuheuy deuh, aya ku hébat pangalaman ngumbara téh nya !

Abah Téa.
Kang Deddy Setiawan
PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motor - Jkt

Kamis, 05 Juni 2008

DARI HATI YANG SEKEPALAN ITU


Kekerasan dan kebencian itu sebenarnya tak berada dimana-mana.
Tidak di Monas , tidak di Kampus Unas , tidak di Jalur Gaza , tidak juga di Bagdad.

Ia hanya menyelimuti hati yang sekepalan itu saja.
Tetapi, dari yang sekepalan itu, kekerasan dan kebencian bisa meluluh lantakkan seisi kota bahkan negara , meratakan sepenjuru benua , bahkan mengubah wajah dunia jadi ladang ketakutan tak terperi.

Padahal ia hanya bermula dari hati yang cuma sekepalan.
Padahal ia tak lebih dari yang segenggaman tangan.
Ia hanya bersemayam di hati.
Ia hanya menggelapi hati ini.

Seandainya kita tahu dimana hati itu berada.
Sehingga bisa kita ambil dan bersihkan sebagaimana kita raupi muka dengan air segar agar tampak berseri-seri , sebagaimana kita gosok dan licinkan pakaian agar tampak indah di pandangan.

Sayang kita hanya bisa tunjuk hati ada di dalam dada , karena rasa sesak , geram dan amarah itu ada di sana.

Seandainya bisa kita jaga hati yang sekepalan ini dari bayangan gelap itu, mungkin akan kita wariskan alam raya nan damai bagi saksi-saksi kehidupan ini .

Posted by DJODI

HEMAT SAJA TENAGA KITA DARI PERTENGKARAN DAN KEKERASAN


Percaya atau tidak, selalu saja ada orang yang berusaha mengambil keuntungan dari setiap pertengkaran yang kita kobarkan.

Tak peduli apakah anda atau lawan anda yang kalah, tak segan-segan mereka mencari celah untuk menunggangi keadaan.

Pertengkaran selalu lemah melemahkan.
Meski anda memenangkannya, anda takkan pernah sungguh-sungguh memenangkan semuanya.
Pasti anda kehilangan sesuatu, setidaknya pengendalian diri anda sendiri.

Karenanya, tak ada yang dapat menarik keuntungan sebanyak-banyaknya, selain orang ketiga yang seolah berdiri di luar arena pertempuran.

Pepatah mengatakan,

Bila dua ekor gajah bertarung, pelanduk kecil mati ditengah-tengahnya.
Namun, di kejauhan segerombolan burung pemakan bangkai yang cerdik menunggu dengan sabar kejatuhan salah satu gajah petarung.
Bahkan mungkin mereka juga menunggu kejatuhan pelanduk-pelanduk kecil.

Karena, mereka memang tak peduli pada siapa pun yang tersungkur. Bagi mereka, dalam pertengkaran selalu ada peluang untuk dimanfaatkan.

Maka, secerdik-cerdiknya anda memenangkan pertengkaran, jauh lebih cerdik jika anda menghemat tenaga untuk menahan diri dan memahami perbedaan.

DAERAH BEBAS KEKERASAN


Saat meresmikan sebuah taman kota, Sang Gubernur memberikan sepatah sambutan,

"Mari kita jadikan taman ini sebagai satu-satunya tempat di negeri ini yang terbebas dari kekerasan.
Mari kita taburkan bunga perdamaian dimana pun kita suka.
Mari kita nyanyikan lagu kebersamaan sekeras kita mau.
Mari kita coretkan lukisan kesejahteraan sewarna-warni yang kita bisa.
Taman kota ini haruslah jadi tonggak perdamaian semesta."

Sesungguhnya taman perdamaian hanyalah sebuah simbol belaka.
Karena tugas terbesar kita bukanlah membuka taman seluas-luasnya di setiap kota yang ada di seluruh penjuru dunia ini.

Tugas agung kita adalah menciptakan setangkup taman kecil yang ada di dalam hati , hati yang tak lebih luas dari segumpal tangan yang :
- jadi daerah bebas kekerasan ,
- jadi area perdamaian bagi diri sendiri.

Apalah artinya sebuah taman indah, dibandingkan dengan hati yang damai."