Menu Baru Web PWS Medan

Bergabunglah dengan Paguyuban Wargi Sunda versi FaceBook , dapatkan info PWS terbaru , Jangan lupa DOWNLOAD File berbentuk Powerpoint ( pps ) dari web ini , dan semuanya tentu saja Gratis untuk anggota dan pembaca setia Web PWS - Medan , Haturnuhun
Myspace tweaks at TweakYourPage.com

Kamis, 14 Agustus 2008

Arti Sebutir Beras


Tidak bisa kita pungkiri acara pembukaan Olympiade Beijing 2008 yang berlangsung sukses dan spektakuler merupakan hasil dari suatu kerja keras.

Dan sebagai tuan rumahpun Cina mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk menyelenggarakan pesta olahraga sedunia tersebut.

Cina yang sekarang muncul sebagai negara super power dahulunya pernah sangat miskin. Dengan jumlah penduduk yang berjumlah 1 milyar kala itu bukan barang mudah bagi pemerintah Cina untuk mensejahterakan rakyatnya.

Hutang luar negeri dari negara tetangga terdekat pun menjadi gantungan yaitu dari negara super power Uni Sovyet.

Alkisah suatu hari terjadi perselisihan paham antara Mao Zedong pemimpin Cina era itu dengan pemimpin Sovyet. Perselisihan begitu panas sampai keluar statement dari pemimpin Sovyet,

Sampai rakyat Cina harus berbagi 1 celana dalam untuk 2 orang pun, Cina tetap tidak akan mampu membayar hutangnya. !'

Ucapan yang sangat menyinggung perasaan rakyat Cina itupun disampaikan Mao kepada rakyatnya dengan cara menyiarkannya lewat siaran radio, perihal penghinaan dari pemimpin Sovyet itu, secara terus menerus dari pagi hingga malam ke seluruh negeri sambil mengajak segenap rakyat Cina untuk bangkit dan melawan penghinaan tersebut dengan cara berkorban.
Ajakan Mao kepada rakyatnya adalah menyisihkan 1 ( satu ) butir beras, ya, hanya 1 butir beras untuk setiap anggota keluarga, setiap kali mereka akan memasak. Jika 1 rumah tangga terdiri dari 3 orang maka cukup sisihkan 3 butir beras.

Nah , beras yang disisihkan dari 1 Milyar penduduk Cina tersebut, tidak dikorupsi tentunya akan menghasilkan 1 milyar butir beras setiap hari.

Hasilnya dikumpulkan ke pemerintah untuk dijual. Uangnya digunakan untuk membayar hutang kepada negara pemberi hutang, yang telah menghina mereka.

Akhirnya Cina berhasil melunasi hutang mereka ke Sovyet dalam waktu yang sangat cepat.
Keterhinaan yang mendalam telah membangkitkan rasa nasionalisme Cina untuk bangkit melawan hinaan tersebut dengan tindakan nyata, bukan hanya tindakan seremonial, pidato atau upacara di stadion besar.

Kiranya kisah di atas bisa dijadikan contoh bagi bangsa kita yang tengah terpuruk di antara bangsa-bangsa sekitarnya dan sebentar lagi akan merayakan Dirgahayu Kemerdekaannya yang ke – 63.

Potensi manusia Indonesia yang demikian besar selama ini tidak menjadi kekuatan bahkan sebaliknya menjadi beban karena masih banyaknya tikus yang berada di lumbung beras Republik Indonesia.

Kita sering silau oleh hal-hal besar namun seringkali mengabaikan kekuatan dari hal kecil yang tidak dilakukan dengan sepenuh hati.

Sebutir padi sehari bisa membalik keadaan terhina menjadi terangkat.
Maukah kita ?


Salam
PWS Medan

Indonesia Rumahku


Sudah kali kedua sepanjang Agustus dalam dua tahun ini bait-bait indah penggugah jiwa sebuah iklan di layar kaca berkumandang penuh khidmat di berbagai stasiun televisi kita. Bait-bait indah itu terdengar merdu dengan dilatari syair daerah Papua.

Berikut ini petikan sajak itu:

Ketika aku melihat sesuatu yang tak pernah kulihat sebelumnya
Mataku terbuka betapa indahnya negeri ini
Dan ketika aku merasakan hal yang tak pernah kurasa sebelumnya

Hatiku terpukau betapa besarnya bangsa ini
Hanya di sini di rumahku
Yang membentang luas ke empat penjuru bumi

Kupersembahkan jiwa dan ragaku
Dan kupastikan tak kan ada yang mampu merebutnya dariku
Hanya di sini di Indonesiaku…

Selain dilatari oleh syair yang menambah keharuan, iklan tersebut juga menjadi semakin membangkitkan semangat kebangsaan kita dengan ditampilkannya pulau-pulau dan daerah terluar Indonesia dari keempat penjuru yaitu Sabang di ujung barat, Pulau Miangas di ujung utara, Merauke di ujung timur, dan Pulau Dana di ujung selatan.

Kebesaran bangsa Indonesia semakin terasa ketika ditampilkannya Candi Borobudur yang pernah menjadi salah satu keajaiban dunia, keajaiban Bromo, dan tempat lain, yang semakin menambah kekaguman pada negeri ini.

Masih sangat banyak tanah di negeri ini yang kita tidak pernah menjejakkan kaki. Sang merah putih juga berkibar indah di tangan anak-anak Indonesia harapan bangsa. Bila anak-anak ini tidak pernah mencintai bangsanya maka bukan tak mungkin negeri ini akan luluh lantak secara perlahan tapi pasti.

Tinggal di rumah sendiri merupakan suatu hal yang menyenangkan apalagi bangsa ini begitu besar. Tetapi menjadi tidak indah lagi bila masih banyak koruptor yang memakan uang rakyatnya, kekerasan begitu gampangnya terjadi, kecelakaan, kemiskinan, kebodohan, dan bencana alam yang notabene disebabkan oleh tangan-tangan manusia.

Tidak cukup kita hanya mengenang kejayaan masa lalu tetapi perlu menanam benih kembali untuk menuju kejayaan di masa datang.

Seburuk apapun negeri ini mari kita berusaha untuk memperbaiki dan mempertahankannya, karena hanya di Indonesia rumah kita.

Visi 2030 yang menginginkan Indonesia menjadi negara 5 besar dunia akan terus bergulir, tetapi yang terpenting adalah persiapannya. Tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi mari berpikir, bergerak, dan beraksi demi kejayaan bangsa ini.

Dirgahayu Republik Indonesia ke 63 !! Merdeka....Merdeka. ...Merdeka.


Salam Kebangsaan,
Eddy Miraddy
PWS Medan Member

CEULEUKEUTEUK


SENDAL

Uwa ajengan nuju ngarambét di tengah sawah teu tebih ti golodog dapur bumina.
Anjeuna peryogi bérak, kabeneran aya si Sarmad salah sahiji santrina anu rada bengal.

Uwa Ajengan : "Sarmad kabeneran manéh kadieu. Cik mangméntakeun bérak embé ka mang Sarkawi di lebak, sakalian panginjeumkeun koréd".


Si Sarmad : " Mangga uwa ajengan, mung sendal abdi pegat, tiasa nambut sakedap ?".

Uwa Ajengan : "Cig nginjeum ka Engkom, tuh aya di goah".

Tuluy si Sarmad leumpang ka goah bumina uwa Ajengan.

Si Sarmad : "Sampurasun.."
Engkom (istrina uwa Ajengan anu pangorana tur geulis urut baturna si Sarmad) : " Rampés".

Si Samad téh sabenerna rada naksir ka Engkom téh, kabeneran di goah euweuh sasaha deui iwal Engkom jeung si Sarmad.

Si Sarmad : "Ku uwa Ajengan dipiwarang nyium pipi Engkom".

Engkom teu percaya salakina nitah kawas kitu, nya "confirm" lah ceuk urang KTB ( Krama Yudha Tiga Berlian ) mah,

Engkom : "Pa, leres ieu téh ? ", bari ngagorowok ti golodog.

Uwa Ajengan : "Heueuh... ditukangeun panto". (maksudna sendal anu di tukangeun panto).

Dasar Engkom ngora kénéh nurut pisan ka Uwa Ajengan anu wibawa, nya 'sendal' téh dibikeun tapi nu kénca wungkul.
Sanggeus si Sarmad nyium pipi kénca, pok si Sarmad nyorowok ti golodog goah,

Si Sarmad : "Uwa Ajengan, gening ngan dipasihan sabeulah ? ".
Uwa Ajengan : "Engkom, piraku sabeulah, béré sabeulah deui ! "

Abah Téa
PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motor
Jakarta

Rabu, 13 Agustus 2008

Hits Pengunjung Web PWS 12 ribu lebih


Hatur nuhun ka pembaca web PWS Medan sadayana.

Terhitung sampai hari ini , HITS pengunjung web ini telah mencapai lebih dari 12.000 lebih .( Itu artinya kalau PWS jadi partai sudah bisa dapat satu kursi di DPRD )
Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kontribusinya terhadap web ini terutama ka Abah Tea.

Jumlah pengunjung terbesar tetap dari tanah air sebesar 52 % , sisanya dari " seluruh dunia "sebesar 48 %.

Dari luar negeri pengunjung terbesar justru dari negara Amerika Serikat ( barangkali salah satunya Kang Barack Obama ) , sedangkan dari negara Afrika adalah Libya ,ada 3 orang disini , mungkin salah satunya adalah Kang Ganahadi , urang Cimahi , pilot Indonesia yang membawa pesawat kepresidenan Muammar Khadafy , atau mungkin juga malah Kang Khadafy sendiri sedang asyik baca artikel Celeukeuteuk nya Abah Tea he he he.

Data dan detail dipeta pengunjung dapat anda lihat pada sisi kanan paling bawah pada web ini.

Hatur nuhun
PWS Medan

Country Page Views for Map Area:

United States [45%]
Malaysia [10%]
Germany [10%]
United Kingdom [4%]
Saudi Arabia [4%]
Singapore [3%]
Netherlands [1%]
Hong Kong S.A.R., China [1%]
Brunei [1%]
Qatar [1%]
Canada [1%]
Libya [1%]
[1%]
Vietnam [1%]
United Arab Emirates [1%]
Yemen [1%]
Spain [1%]
Egypt [1%]
France [1%]

Cerdas Memilah


Berikut ini adalah Kata Bijak untuk hari ini:

"Big achievement & success in the future is usually defined by our ability to manage and avoid the easy choices in the present time"

"Kesuksesan besar di masa datang biasanya ditentukan oleh kendali kita untuk memanage dan menghindari pilihan-pilihan yang memudahkan dimasa sekarang"

Interpretasi:

Sering kita terjebak untuk mengambil pilihan yang tampak mudah, simple & tidak mengandung tantangan ataupun pilihan yang membuat kita harus mengeluarkan daya upaya ekstra dan komitmen besar, demikianlah kita yang hidup di era milenium ini, yang selalu disodorkan berbagai kemudahan dan alternatif kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan.

Padahal pada kenyataannya, untuk kesuksesan besar kita dituntut untuk mengambil pilihan jalan dan keputusan yang biasanya tidak mudah, tidak selalu mulus & tidak instant.

Sementara itu, berbagai pola & gaya hidup mensyaratkan bahwa manusia boleh menikmati segala hal dengan serba mudah, cepat, nyaman, dan instant (mari kita ambil contoh kemudahan pembelian rumah atau kendaraan dengan sistem cicilan tanpa DP, gerai makanan yang seakan tidak habis pilihannya dan tersedia 24 jam penuh), betapa kita dimanjakan oleh sebuah sistem yang membuat manusia berfikir bahwa mereka dapat memperoleh segalanya dengan pilihan yang sederhana dan mudah.

Kiranya Anda dapat merenungkan hal ini, dan lebih jeli di kala harus mengambil keputusan dalam aktivitas sehari-hari dan mampu menghindari pilihan-pilihan yang tampak mudah namun ternyata tidak mampu mengantarkan kita ke jalan kesuksesan yang jauh lebih besar, karena kesuksesan seringkali diperoleh dengan menghindari pilihan-pilihan kecil yang sederhana dan bersedia untukmemberikan komitmen terhadap pilihan yang biasanya tidak mudah.

Selamat memilah dan meraih sukses terbesar Anda !

Salam
PWS Medan

Selasa, 12 Agustus 2008

Tidak Kehilangan


Didalam suatu organisasi yang mempekerjakan misal 100 orang, diperkirakan ada sekitar 8 orang diantaranya yang kurang berprestasi dan hanya ada sekitar 6 orang Superstar yang produktivitasnya 8 kali lipat dibandingkan dengan 86 sisanya.

Sudah pasti seorang Superstar ini tak bakal mampu mengetik 8 kali lebih cepat atau mengerjakan tugas 8 kali lebih banyak.

Produktivitas mereka berasal dari apa yang mereka kerjakan, sikap dan hubungan mereka dengan orang lain serta pengaruh positifnya terhadap lingkungan kerja.

Superstar ini sangat bersemangat dan memastikan diri untuk selalu memiliki pengetahuan yang cukup dalam pekerjaan mereka. Dengan rela mereka membagi informasi kepada siapa saja yang membutuhkannya.

Mereka menjadi pembimbing tanpa bermaksud membimbing, berhasrat melakukan hal yang benar, mudah menyesuaikan diri, bersikap membantu dan selalu berkeinginan menjadikan perusahaannya lebih baik.

Pertanyaannya: "Mengapa tidak merekrut lebih banyak Superstar ?"

Anda tidak bisa merekrut mereka semua, anda harus mengembangkan mereka.

Itulah alasannya bahwa dalam masyarakat kita yang terus berubah dengan peningkatan teknologi secara dramatis, pelatihan serta program pengembangan pribadi yang terus menerus adalah suatu keharusan.

Bukan saja untuk meningkatkan ketrampilan serta kemampuan mereka, tetapi juga sangat mengurangi risiko tingginya tingkat kehilangan karyawan.

Ada sementara perusahaan yang mempertanyakan,
Untuk apa kami melatih mereka kalau di kemudian hari harus kehilangan mereka?”

Kekuatiran yang beralasan, tetapi bukankah akan jauh lebih parah lagi jika “Tidak melatih mereka dan tidak kehilangan mereka?”

Djodi Ismanto

Antara Takut Gagal Dan Gagal


Dari sekian ratus milyar umat manusia di dunia ini, sebenarnya dapat digolongkan menjadi 2 tipe yang sangat sederhana.

Tipe yang pertama adalah mereka yang memilih takut gagal, dan yang kedua adalah orang-orang yang lebih memilih gagal.

Lalu mana yang lebih baik, nampaknya kedua-duanya adalah saudara kembar, bukan begitu? Yang menjadi perbedaan adalah prosentase keberhasilan dalam meraih kesuksesan.

Bagaimana maksudnya ?

Tipe pertama :
Orang-orang yang MERELAKAN dirinya masuk dalam partai "TAKUT GAGAL".
Orang-orang dengan tipe ini cenderung terlalu mengasihani dirinya sendiri.
Cara pandangnya pesimis, tidak memiliki semangat untuk menaklukan "tantangan". Sebagian dari mereka ada yang berkata,

"Kami bukannya takut, kami hanya tidak mau mencoba !!!" (hehehe, konyol bukan??)

Sebagian lagi berkata,
"Saya lebih nyaman dengan kondisi seperti ini, kenapa saya harus bersusah payah !!"

Masih banyak lagi alasan-alasan yang dapat diutarakan oleh orang-orang tipe ini. Tapi kebanyakan dari mereka tidak pernah merasakan anak tangga kesuksesan.

Pepatah "Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian - Bersakit-sakit dahulu,bersenang-senang kemudian" tidak berlaku bagi tipe ini.


Tipe kedua :
Orang-orang yang MENDORONG dirinya untuk masuk dalam partai "BERANI GAGAL"
Tipe ini sangat berkebalikan dengan tipe pertama. Bagi orang-orang di tipe ini, mereka berkata

"LEBIH BAIK SAYA MENCOBA DAN GAGAL, DARIPADA SAYA TIDAK PERNAH MENCOBA!"

Dahsyat bukan?
Banyak dari orang-orang di partai ini yang akhirnya masuk kategori "from ZERO to HERO".

Prinsipnya,
"Keberhasilan hanya masalah waktu, kalau saya harus gagal 1000 kali sebelum berhasil, maka saya akan lakukan yang 1000 itu demi yang ke 1001"

Sederhana bukan?

Orang-orang tipe ini adalah orang-orang yang sudah memandang kesuksesan ada di depan mata mereka, dan mereka PASTI meraihnya!

Nah, maukah kita merenung sejenak.
Masuk kategori manakah kita?
Maukah kita berpikir

"JIKA HARUS MEMILIH ANTARA TAKUT GAGAL DAN GAGAL, PILIHLAH GAGAL!!!"

Keberhasilan yang sejati tidak terjadi dalam sekejap, tapi membutuhkan proses dan perjuangan.

Semoga Sukses !

PWS Medan

Senin, 11 Agustus 2008

Pejuang


Yang dulu berjuang di kala kemerdekaan,
Mengangkat senjata untuk mengusir lawan,

Bergerilya mengusir penjajah bangsa,
Rela berkorban harta dan nyawa demi kemerdekaan,

Mereka pantas disebut pahlawan,
Inilah gambar pejuang tanpa pamrih

Tapi sekarang di jaman kemerdekaan,
Banyak orang berjuang dengan hartanya,

Demi merebut tahta dan kekuasaan,
Apakah mereka juga pahlawan,
Mungkin ini gambar pejuang dengan pamrih

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA Ke - 63

Salam Merdeka,
Paguyuban Wargi Sunda ( PWS ) - Medan

source :Eko J. Santoso

Bakteri yang ada di keyboard


Suka makan di meja komputer sambil bekerja ??

Waduh, pikir panjang lagi deh kalau anda sering melakukan hal tersebut.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang editor majalah komputer, Sarah Kidner menemukan bahwa terdapat banyak bakteri yang tertinggal di komputer, terutama keyboard apabila anda tidak rajin membersihkan komputer.

Bakteri ini sendiri ada karena kebiasaan kita yang mungkin sering tidak mencuci tangan, bahkan bakteri ini jumlahnya hampir sama dengan bakteri yang ada di WC atau toilet. Ihhh . . . . . . . .

Seorang peneliti mikrobiologis, James Francis melakukan penelitian terhadap 33 keyboard, tempat duduk toilet dan pegangan toilet, dan ternyata bahkan di keyboard pun terdapat bakteria yang hampir sama yang ada di toilet yang memungkinkan anda terjangkit penyakit yang cukup serius.

Ditemukan dalam 4 buah keyboard, sangat berpotensi untuk menyebarkan penyakit dan satu diantaranya bahkan jauh lebih kotor dan berbahaya dibandingkan dengan bakteri yang ditemukan di tempat duduk toilet.

Nah, masih mau makan di meja komputer sambil mengetik ??? makanya rajin-rajinlah membersihkan komputer anda.

Setelah membaca & melihat info ini, sebaiknya jangan abaikan kebersihan tangan Anda, cucilah tangan Anda dengan sabun!
source :
Sonny S - Jakarta

Harta Karun


Menjelang permulaan abad keduapuluh, adalah seorang pria yang tinggal di sebuah tanah yang cukup luas di pinggiran kota kecil di Beaumont-Texas.

Pria ini dengan terpaksa ingin menjual sebagian tanahnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya beserta keluarganya.

Kabar itu terdengar sampai ke sebuah perusahaan minyak yang kemudian menyatakan bahwa di tanah tersebut kemungkinan besar terdapat tambang minyak.

Lalu diajukanlah sebuah penawaran bagi hasil jika mereka diijinkan mengeksplorasi dan mengebor tanah tersebut. Sang pemilik hampir tak percaya dan dengan gembira menyetujui tawaran kerjasama itu.

Proses eksplorasi pun dimulai dan ketika minyaknya menyembur gembiralah mereka semua terutama si pemilik tanah. Sekian ratus ribu barel minyak telah dihasilkan dari tanah tersebut dan itulah penemuan Spindle Top, salah satu sumur minyak yang paling produktif dalam sejarah Amerika.

Pertanyaannya adalah: "Apakah sang pemilik tanah telah menjadi kaya raya?"

Sebenarnya pria pemilik tanah itu sudah menjadi kaya raya semenjak dia menjadi pemilik tanah tersebut, sayangnya dia tidak menyadarinya dan tidak memiliki cukup pengetahuan untuk melakukan eksplorasi sehingga tidak mampu memanfaatkannya jauh hari sebelumnya.

Di dalam diri setiap manusia terdapat kemampuan serta talenta luarbiasa untuk meraih sukses, namun ada sebagian besar orang yang tidak menyadari apalagi memanfaatkannya.

Kenalilah diri anda, eksplorasilah, kembangkanlah dan manfaatkanlah apa yang anda miliki. Mulailah mengebor dan menggali potensi diri anda, temukanlah kekuatan-kekuatan yang terpendam, boleh jadi ada harta karun yang tak ternilai didalam diri anda.