Menu Baru Web PWS Medan

Bergabunglah dengan Paguyuban Wargi Sunda versi FaceBook , dapatkan info PWS terbaru , Jangan lupa DOWNLOAD File berbentuk Powerpoint ( pps ) dari web ini , dan semuanya tentu saja Gratis untuk anggota dan pembaca setia Web PWS - Medan , Haturnuhun
Myspace tweaks at TweakYourPage.com

Sabtu, 06 September 2008

Buka Puasa PWS - Medan

Bulan Ramadhan adalah bulan keberkahan , demikian kata - kata yang sering kita dengar.
Dan kemarin malam , Jum'at 5 Agustus 2008 , Ustad Taufik menegaskan kembali bahwa :

1. Allah akan membangunkan kita sebuah mesjid untuk tiap - tiap rakaat shalat yang kita lakukan secara berjamaah di bulan Ramadhan.

2. Dan bila shalat berjamaah tersebut dilakukan di mesjid , Allah akan meninggikan kita 1 derajat untuk setiap nafas yang kita hembuskan. Subhannllah . . . . besarnya keberkahan bulan Ramadhan.

Demikian salah satu dari sekian banyak isi tausiah Ustad Taufik yang disampaikan menjelang acara buka puasa Paguyuban Wargi Sunda ( PWS ) Medan ) di kediaman Kang Dani Kustoni ( Ketua Umum PWS ) Jum'at malam kemarin.

Ustad Taufik ( paling kanan ) saat memberikan Tausiah , didampingi Kang Iskandar dan tuan rumah Kang Dani K. ( paling kiri ).

Acara yang dihadiri sebagian Pengurus dan beberapa perwakilan " kantong PWS " ditambah dengan beberapa anggota baru dimulai dengan ceramah agama ( tausiah ) oleh Ustad Taufik tepat pada pk. 17.45 Wib

Kang Ade jeung Kang Arman ( 1 dan 2 dari kanan ) bersama anggota baru dari Mizan book Publishing.

Selesai tausiah acara berikut adalah buka puasa bersama dengan menikmati makanan dan minuman pembuka sekedarnya sebelum melakukan shalat Magrib bersama


Saat ceramah agama

Setelah shalat dan makan bersama dilanjutkan dengan bincang - bincang kegiatan PWS yang pada intinya adalah ada 3 rencana kegiatan.

1. Rencana bazaar murah untuk komunitas Medan Tembung pada intinya Pengurus PWS mendukung rencana tersebut tentunya dengan utamanya partisipasi langsung dari anggota pada komunitas terebut.

Hal utama adalah menyediaan tempat yang memadai , selanjutnya Pengurus akan memfasilitasi dengan menghubungi pihak vendor / supplier yang akan berpartisipasi.
Sedangkan teknis pelaksanaan akan bergantung kepada hasil pembicaraan dengan panitya , supplier dan komunitas daerah tersebut.

Bincang - bincang anggota PWS , Kang Arman ( paling kanan ) boss Bakso Tiga Dara , dahulu namanya Bakso Wonogiri

2. Rencana halal bi halal PWS yang direncanakan setelah Lebaran , teknis pembahasan kegiatan ini belum tuntas dan akan diinformasikan pada pertemuan minggu depan.

3. Adanya sinyal - sinyal positif dan goodwill dari Gubernur Sumatra Utara dan Kapolda Sumut yang baru Irjen Pol Nanan K. ( yang memang tulen urang Sunda ) yang berkenan untuk tatap muka dan hadir pada kegiatan Paguyuban Wargi Sunda - Medan.
Angin segar ini tentunya kita sambut baik dan sebagai penghormatan tentunya kita sebagai wargi Sunda Medan tentunya tidak ingin mengecewakan beliau jika nanti acaranya terwujud.
Hal penting bagi wargi Sunda adalah kesungguhan dan tekad bersama untuk mensukseskan suatu pertemuan besar PWS dengan para petinggi di Sumut ini.
Partisipasi dan kehadiran rekan rekan PWS adalah kunci sukses utama setiap kegiatan.
Dari beberapa kegiatan PWS yang besar tentunya kita sudah punya banyak pengalaman mengadakan acara serupa , namun apa artinya suatu pertemuan tanpa kehadiran dan partisipasi kedatangan.
Rencana kegiatan ini adalah Oktober 2008

Diskusi kegiatan PWS setelah acara buka puasa
Acara pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan di rumah Kang Ustad Asep Sy , info tentang waktu dan detail tempat akan diinformasikan menyusul.
Anak - anak dan teteh - teteh yang hadir

Jumat, 05 September 2008

CEULEUKEUTEUK


NINCAK BANGKONG BUDUG.

Aa, Ii, jeung Uu bisa disebut bujang lapuk.
Sigana mah pédah tampangna jauh ka kasép, hideung jeung pinuh ku jarawat badag.
Hiji mangsa maranéhanana tatamba ka dukun nu katelah matih:

Pasti maranéh daratang kadieu hayang gancang boga jodo”, dukun miheulaan.

Aa, Ii, jeung Uu ngarénjag, “Pasti dukun matih yeuh, geus nyaho kereteg hate kuring” jero haténa.

Eu….eu….eu…. gen…gening mbah tos terang maksad kuring saparakanca?”
“Nya puguh atuh, da maranéh kaciri geus karolot, jaba garoréng patut deuih !”
“Jan…jan….janten…..”
“Geus ulah sedih. Ayeuna mah maranéh kudu meuntas leuweung Si Leugeut Teureup”
“Teras…”
“Tapi kudu peuting anu poék mongkléng buta rajin, poé Kemis kliwon, minggu hareup”
“Teras…”
“Omat ulah nincak bangkong budug”
“Upami nincak….”
“Lamun nincak, maranéh moal meunangkeun jodo anu geulis”

Kacaritakeun breng wéh meuntas leuweung geledegan téa.

Ditengah perjalanan:

“Kok…”
sada bangkong katincak.
“Aaah…..aing nincak bangkong budug !” ceuk si Aa
, “Pasti jodo aing teu geulis…”


Sababaraha menit saméméh tepi ka sisi leuweung:

Kok….” Sada bangkong katincak deui.

Sial ! Aing ogé nincak !, ceuk si Ii kukulutus.


Tungtungna maranéhanana tepi ka sisi leuweung isuk-isuk pisan.
Reg eureun di saung anu dituduhkeun ku dukun

Aing teu nincak bangkong! Pasti jodo aing geulis pisan!”, ceuk si Uu bangun bungah naker

Di jero saung geus diuk mojang tiluan, anu dua goréng patut, anu hiji geulis pisan.

Tah nu geulis pasti bagian aing”, ceuk si Uu bari ngadeukeutan si mojang geulis.
“Néng. Janten enéng téh jodo akang atuh nya, da akang mah teu nincak bangkong budug, dasar anugerah”
“Enya kang. Paingan atuh kuring tadi nincak bangkong budug, dasar musibah!”


Abah Téa.
Kang Deddy Setiawan

PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors - Jkt

Kaya adalah . . . .


Ada seekor anjing yang terasa bingung saking laparnya, seharian penuh tidak mendapatkan makanan. Saat senja tiba, akhirnya dengan penuh gairah ia melihat sepotong daging yang lezat di atas tanah, ia bergegas menggondol daging itu dan berlari ke tempat tinggalnya.

Dalam hati dia merenung "sungguh beruntung sekali, di luar dugaan bisa mendapatkan daging besar ini, saya harus menikmati dengan sepuasnya ".

Sambil berjalan ia berpikir, dan tanpa disadari tiba di sebuah sungai, jika sudah melewati jembatan kecil berarti tempat tinggalnya sudah dekat, berpikir sampai di situ ia lantas menggigit lebih erat lagi daging itu, dan berjalan di atas jembatan penyeberangan.

Ia berjalan dengan sangat hati-hati, ketika sampai di tengah jembatan, tanpa sengaja ia memandang ke sungai, dan begitu melihat ke sungai bukan main kagetnya, ia melihat ada seekor anjing di sungai itu, menggondol sepotong daging yang besar dan sedang menatapnya.

Dalam hati ia mulai berpikir "wah, daging yang digondolnya itu tampaknya lebih besar dibanding daging saya ini! Jika saya sedikit lebih galak terhadapnya, siapa tahu mungkin ia akan melepaskan daging itu dan lari!"

Makin dipikir ia semakin gembira, lalu mulai galak terhadap anjing di sungai itu. Namun, anehnya, anjing itu sepertinya tidak takut sedikit pun terhadapnya. Ia memelototkan mata, dan anjing itu juga memelototkan matanya; ia berbalik, anjing itu juga berbalik, ia menghentakkan kaki, anjing itu juga ikut menghentakkan kakinya.

Akhirnya, ia benar-benar marah, dalam hati berpikir "lebih baik aku menggigitnya, ia pasti akan lari, dengan begitu aku bisa mendapatkan daging itu," lalu, ia membuka moncongnya dan menggonggong dengan keras "Auh. auh.auh..."

Begitu ia membuka moncongnya, daging dalam gigitannya lalu tiba-tiba terjatuh ke sungai, menghancurkan tubuh anjing yang berada di sungai itu, dan dalam sekejap tenggelam di dalam air lenyap tak berbekas.

Percikan air yang dalam menghancurkan semua mimpi si anjing yang rakus ini, dan ia baru menyadari bahwa ternyata anjing itu adalah bayangan dirinya dalam air. Lalu dengan sedih ia menangis "kalau tahu begini aku tidak akan sedemikian rakus, namun kini, saya harus menahan lapar lagi, ke mana aku harus mencari makan?"

Renungan :

Banyak orang ingin bisa hidup dengan lebih baik, harus mendapatkan lebih banyak, maka disadari atau tidak dapat mencelakakan kepentingan orang lain, tidak puas dengan apa yang sudah diperolehnya.

Bahkan ada yang tak segan-segan merampas barang milik orang lain. Anjing yang rakus ini demi untuk mendapatkan sepotong daging lebih banyak, malah kehilangan makanan lezatnya, lantas apa yang hilang pada manusia yang rakus?

Persaudaraan, persahabatan, hati nurani atau ketenangan hati?
Ya, ini semua baru merupakan harta benda yang paling berharga dalam kehidupan !

Hargailah semua yang kita miliki, tidak memaksakan sesuatu yang tidak bisa diperoleh, jangan karena rakus lantas malah kehilangan sesuatu yang sudah ada.

"Kalau memang milik kita, pasti akan kita miliki, kalau bukan jangan memaksakan kehendak", orang yang tahu menikmati hidup apa adanya, itulah orang yang benar-benar kaya.

Kamis, 04 September 2008

CEULEUKEUTEUK


LAGU PANGLARISNA

"
Hébat nya euy, lagu Mandi Susu laris pisan, tuh tingali jelema mani ngagembrong kitu ngantri rék meuli kasétna"
"Ah aya deui nu leuwih digembrong"
"Lagu naon nyah ?"

"Lagu Mandi Madu !"
"Digembrong sireum meureunnya !"

Abah Téa

Munajat Hari ini

Yaa Allah! Berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintah- MU, dan berilah aku manisnya berdzikir mengingat-MU.
Berilah aku kekuatan untuk menunaikan syukur kepada-MU, dengan kemuliaan- MU.
Dan jagalah aku dengan penjagaan-MU dan perlindungan- MU, Wahai dzat Yang Maha Melihat
Qoute of the day :
"Bukanlah kegagalan yang menjadi akhir dunia bagi kita, melainkan keputusasaanlah yang menghancurkan kita ".

Mengapa Menyerah ?


Mengapa menyerah ?

Menyerah itu mudah.
Sangat mudah, maka inilah yang paling banyak dilakukan orang ketika mendapat kesulitan, padahal jika menyerah, kita akan masuk pada area yang jauh lebih sulit, lebih melelahkan, lebih membahayakan dan lebih mematikan.

Keinginan menyerah termasuk pada saat berpuasa sekarang ini sering kali menggoda. Menyerah seakan menawarkan kenikmatan, menyerah seakan memberikan janji sebuah kenyamanan, namun kenyataannya, menyerah adalah memasukan dirik kita kedalam lubang yang lebih mengerikan.
Menyerah, walaupun sering tidak tampak, namun hasil dari kelemahan jiwa kita yang mudah menyerah itu akan jelas terlihat. Kehidupan kita menjadi semakin memburuk, menyalahkan orang dan lingkungan, menyalahkan teman yang tidak membantu dan berbagai alasan-alasan yang semuanya tidak pernah memiliki manfaat untuk kesuksesan kita.

Seekor monyet yang diterkam buaya, tentu bisa saja menyalahkan teman-teman yang lain, mengapa tidak membantu. Sekali mulai menyalahkan, maka bersamaan dengan itu pula sang monyet mulai melemahkan dirinya dan mulai mengijinkan buaya untuk melahapnya.

Itu adalah risiko menyerah. Namun akan berbeda dengan mentalitas yang pantang menyerah sampai titik darah penghabisan.

Biarlah aku mati, namun dengan keteguhan dan keberanian yang tinggi.
Musuh akan menghabiskan energinya untuk melangkahi bangkaiku.

Itulah kira kira yang terlontar dari mulut monyet yang tertangkap buaya. Dengan sekuat tenaga, dengan segala akal, dengan segala kemampuan diri dan fokus pada apa-apa yang dimiliki dan yang masih bisa dikendalikan. Meronta sekuat tenaga dan Sang monyet terbebas dari mara bahaya.

Menyerah ?
Sepintas seakan tawaran yang nyaman, yaitu istirahat sejenak, namun kenyataannya mulut buaya terus menyerang.

Menyerah sepertinya sebuah tawaran yang indah dan nyaman, namun kenyataanya, kehidupan ini selalu siap menelan kita.

Tidak boleh lengah, tidak boleh lemah. Berusahalah sekuat tenaga, keluar dari mulut buaya.
Setelah anda keluar dari kesulitan, maka ada saatnya untuk sedikit lega dan kembali menikmati udara segar , dan selalu waspada.

Sahabat sukses?
Pernahkan anda mendapat tawaran untuk menyerah ?
Pernahkah anda mendapat teriakan untuk menyerah ?
Pernahkah anda dicemooh?
Ditertawakan?
Diteriakin :tidak mungkin!

Hati hati, sekali anda mendengarnya, maka kepala anda akan masuk dalam mulut buaya kehidupan yang siap melumatkan kehidupan anda, mimpi besar anda dan kesuksesan yang spektakuler!

Salam sukses
PWS Medan

Rabu, 03 September 2008

CEULEUKEUTEUK


Sapuluh Jurus jetu kanggo nu bade nganjang ka bebene :

Kahiji :
Upami bade angkat seuseup heula menyan tilu kali sareng kocrotkeun minyak sinyongnyong tiluhur sausap rambut, tihandap sahibas dampal, kade hilap tataros heula kanu tiasa meh caina herang laukna beunang, mun saur panarosan kedah ngalangkung kana jandela omat kedah diturutkeun, komo dina palebah ngaler ngidulna mah, lamun cek pitunjuk kedah ngaler omat angkat kedah ngaler heula sanaos bumi bebene aya dikidul.

Kadua :
Diutamikeun nganggo anggoan anu seueur pesakna, kanggo persiapan bilih susuguhna rada euyeub, diantawisna opax, gegeplax, ranginang, bubuy boled, jrrd, supados sobat bongoh..... susuguh eta tiasa ngalih kana pesak.

Katilu :
Dianjurkeun pisan nganggo kendaraan roda opat, margi upami naek ojeg bilih "golep" rugrug atanapi acak-acakan kadedetkeun helm, langkung sae upami "Lancer atanapi Galant" dipipir nganggur tiasa dianggo.

Kaopat :
Teu kenging cacandakan mangrupi koper, margi bilih disangki dobel profesi janten tukang rebab.

Kalima :
Upami tos dugi dipayuneun bumi simanehna, tenjrag bumi tilu kali bari mapatkeun ajian " sijaran goyang " sareng kade hilap siapkeun gas airmata, bilih anu ngabageakeun anjing nu gaduh bumi.

Kagenep :
Samemeh kelebet tengetkeun heula saha nu pangpayuna mapag, upami ramana omat ulah waka kalebet, margi bisa tibalik jadi ngapelan ramana.

Katujuh :
Upami ramana ngiring nimbrung, ajak we ngobrol soal politik ngenanaan Pemilu dituntungan titah ngajawab tarucing ieu...Bentukna kotak tapi diragap geunyal...pasti anjeuna langsung ngabengbeos teu bisaeun ngajawab.

Kadalapan :
Warning....! upami nuju ngapel teu kenging maca novel margi sanes diperpustakaan, sareng bilih kajonjonan teu karaos simanehna ngaguher tibra gigireun.

Kasalapan :
Teu kedah ningalian jam, margi jam nuju apel mah teu berlaku, anu berlaku dedehemna "sibokap" upami dehem kahiji nandakeun batas limit ngapel tos seep (teu tiasa diisi ulang), dehem kadua tandana urang kedah tos singkil dilawang panto.

Kasapuluh :
Upami bade nego perkawis perpanjangan waktu, siapkeun "angfow" anu eusina gobanan, pas ngelol gancang ajak sasalaman bari selipkeun sakadang angfow..kontan bokapna galehegeh someah bari nyarios kieu...... "Tenang...tenang wae jang, bapa mah tos teu kiat bade leleson ....!"


Abah Téa

Senin, 01 September 2008

Wilujeng Saum

Hapunten anu kasuhun,
bilih kantos kasisit sabit ati, k
apancah kalengkah ucap,
kajenggut kababuk catur,
tawakupna abdi nyuhunkeun dihapunten tina sadaya kalelepatan lahir tumekaning batin.
WilujengSaum 1429 H
Ti sim Keluarga Besar PWS Medan

Munajat hari ini


Ya Allah ya Tuhanku,

Engkau pencipta langit yang menjulang dan bumi yang membentang.
Engkaulah yang menghadirkan semua yang ada di langit, di bumi dan diantara keduanya sesuai dengan kudrat dan iradatMu, sekaligus menguasainya.
Tidak ada cacat dan cela yang menyifatkan kelemahan dan ketidakberdayaan.

Sesungguhnya pujian bagiMu tak pernah berhenti.
Engkau Tuhan yang maha suci.
KesucianMu kekal abadi.

Sebagian besarmakhluk ciptaanMu tidak pernah jemu memujiMu, tidak pula lelah menyanjungMu.
Jika aku tidak memujiMu niscaya aku ada dalam kerugianyang besar.

Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta waastaghfiruka wa atubu ilayka, amin.

Sipat jalma dumasar kana rupa-rupa hitutna


Ditulis ku - ndoell - tukang teuing
Kemis, 07 Desember 2006

Jalma jujur
Jalma nu daek ngaku mun geus hitut

Jalma teu Jujur
Jalma nu hitut tuluy nyalahkeun batur

Jalma belegug
Jalma nu nahan hitut mangjam-jam lilana

Jalma nu berwawasan
Jalma nu apal iraha kuduna hitut

Jalma nu Misterius
Jalma nu hitut tapi batur euweuh nu nyahoeun

Jalma nu sok gugup
Jalma nu ujug-ujug nahan hitut mun keur hitut

Jalma nu Percaya Diri
Jalma nu yakin yen hitutna seungit

Jalma nu Sadis
Jalma nu hitut bari dibekep ku leungeun tuluy dibekepkeunka irung batur

Jalma nu Isinan
Jalma nu hitutna teu disada tapi ngarasa isin sorangan

Jalma nu Strategic
Lamun hitut sok bari seuri ngagak-gak meh nutupan sora hitutna

Jalma nu Bodo
Lamun geus hitut tuluy narik napas keur ngagantian hitutna nu kaluar

Jalma nu Pedit
Lamun hitut dikaluarkeun saeutik-saeutik nepi ka disada tit..tit..tit...

Jalma nu Sombong
Jalma nu sok ngambeuan hitutna sorangan

Jalma nu ramah
Jalma nu sok resep ngambeuan hitut batur

Jalma nu tara gaul
Mun hitut sok bari nyumput

Jalma nu Sakti
Mun hitut bari make tanaga dalem

Jalma nu pinter
Jalma nu bisa nyirian hitut batur

Jalma nu sial
Mun hitut kaluar jeung bukur-bukurna...

Abah Téa