Menu Baru Web PWS Medan
Jumat, 12 September 2008
Munajat hari ini
Dari Sa'id AlKhudry r.a. : bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : '
" Bila salah seorang diantara kamu sekalian menguap maka hendaklah ia menutupkan tangan pada mulutnya , karena sesungguhnya setan akan masuk kemulutnya itu ". (HR. Muslim)
" Bila salah seorang diantara kamu sekalian menguap maka hendaklah ia menutupkan tangan pada mulutnya , karena sesungguhnya setan akan masuk kemulutnya itu ". (HR. Muslim)
CEULEUKEUTEUK

NU PANGSEGERNA
“Inuman na o n nu pangsegerna?”, ceuk si Om o n
“Ci jeruk”, jawab si Amin
“Inuman na o n nu pangsegerna?”, ceuk si Om o n
“Ci jeruk”, jawab si Amin
“Kurang seger atuh, anu seger mah ci jeruk di gulaan”, ceuk si Ayang.
“Aya deui, ci jeruk di gulaan jeung di és san”, si K o m o d pipilueun.
“
Abah Téa
Kamis, 11 September 2008
Siapakah orang yang sibuk ?

Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu sholatnya, seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman A.S.
Maka sempatkanlah bagimu untuk beribadah... dan bersegeralah !
Siapakah orang yang manis senyumannya ?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ketika ditimpa musibah,lalu dia berucap "Inna lillahi wainna illaihirajiuun."
Kemudian berkata,"Ya Rabbi, Aku ridho denganketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.
Maka berbaik hatilah dan bersabar...
Siapakah orang yang kaya ?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada, dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
Maka bersyukurlah atas nikmat yang kau terima dan berbagilah.. .
Siapakah orang yang miskin ?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada,selalu menumpuk-numpukkan harta.
Maka janganlah kau menjadi kikir juga dengki...
Siapakah orang yang rugi ?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan, namun masih berat untuk melakukan ibadah dan amal-amal kebaikan.
Maka hargailah waktumu dan bersegeralah. ..
Siapakah orang yang paling cantik ?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Maka peliharalah akhlakmu dari dosa dan noda...
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas ?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan, dimana kuburnya akan diluaskan sejauh mata memandang.
Maka beramal shalehlah selagi sempat dan mampu...
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit ?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan,lalu kuburnya menghimpitnya.
Maka ingatlah akan kematian dan kehidupan setelah dunia...
Siapakah orang yang mempunyai akal ?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni surga kelak, karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Maka peliharalah akal sehatmu dan pergunakan semaksimal mungkin untuk mengharap ridho-Nya...
Siapakah orang yg pelit ?
Orang yg pelit ialah org yg membiarkan atau membuang email ini begitu saja,malah dia tidak akan menyampaikan kepada orang lain.
Maka sampaikanlah kepada yang lain sedikit berita gembira ini selagi sempat,karena tiada ruginya bagi anda...
Rabu, 10 September 2008
Golongan dan Kualifikasi Manusia
SALAH satu rahasia yang bisa direngkuh oleh seseorang apabila ia melaksanakan ibadah puasa (terutama di bulan Ramadhan), menurut Dr Yusuf Qardhawi adalah untuk menguatkan jiwa.
Dalam hidup ini tak sedikit kerja manusia didominasi justru oleh hawa nafsunya. Oleh karena itu dalam Islam dianjurkan untuk mengendalikan hawa nafsu tersebut. Untuk itu, lewat ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, jiwa seorang muslim akan dikuatkan-Nya.
Manusia yang berakal, tentu akan melatih dirinya untuk menundukkan hawa nafsu agar bisa selamat dimasa yang akan datang. Selain itu, orang berakal sadar betul bahwa orang yang menuruti hawa nafsu (syahwatnya) akan kecanduan dan tidak akan tentram ketika meninggalkan perbuatan tersebut, karena syahwat itu telah menjadi bagian hidupnya dan tidak pernah memberinya kepuasan. Di sinilah, kita harus mampu memenuhi hasrat nafsu secara proporsional.
Adapun akibat tatanan sikap manusia dalam memposisikan nafsu atas perilaku hidupnya di dunia, maka manusia dibedakan menjadi dua golongan.
Pertama, golongan yang terkalahkan oleh nafsunya, sehingga setiap perilakunya dikendalikan nafsunya.
Kedua, golongan yang mampu mengekang bahkan mengalahkan nafsunya, maka tunduklah nafsu itu pada perintahnya.
Para golongan yang telah sampai pada tingkat makrifatullah ada yang berkata: “Akibat dari perjalanan panjang seseorang yang meniti jalan menuju makrifat yaitu, jika dapat membuktikan dirinya telah mampu mengalahkan nafsu-nafsunya. Barangsiapa yang berhasil mengalahkan nafsu itu, maka beruntunglah ia, sebaliknya bagi yang terkalahkan oleh nafsunya, maka merugi dan hancurlah ia.”
Sedangkan Ibnul Qayyim Al-Jauziah dalam Thariqul Istiqamah (Meretas Jalan Istiqamah) mengungkapkan bahwa di dalam meniti fase-fase perjalanan menuju Allah, manusia terkualifikasi menjadi lima golongan.
(1) Golongan Asy-Qiya’ (orang-orang yang sengsara), adalah siapa saja yang berjalan menuju lembah kesengsaraan. Mereka ini dimurkai oleh Allah, karena penolakannya terhadap kebenaran kitab-kitab- Nya, para utusan-Nya, senantiasa menghalang-halangi seseorang yang meniti jalan-Nya.
(2) Golongan Zalimun (aniaya), ialah golongan orang yang apabila mengisi umurnya dengan melakukan kelalaian dan mengutamakan tuntunan nafsu daripada mencari ridha-Nya. Padahal mereka sendiri beriman kepada Allah, kitab-kitab- Nya, para Rasul, hari akhirat dan kiamat.
(3) Golongan Terpedaya, yaitu golongan orang-orang yang sudah terlena dan tenggelam dalam kubangan dosa. Perbuatan yang bermuara pada dosa sudah mendarah daging dalam hidupnya. Dampaknya mengimbas pada pandangan dan mata hatinya mulai kabur bahkan buta sama sekali.
(4) Golongan Al-Abrar (orang-orang baik), yaitu mereka yang melewatkan setiap jengkal langkahnya dengan menegakkan perintah Allah dan membentengi hatinya dari segala macam perbuatan yang akan membelokkannya dari konsep dan syariat Allah.
(5) Golongan As-Sabiqun Al-Muqarrabun (orang-orang yang menang dan dekat), yaitu mereka yang hatinya telah penuh dengan pancaran sinar ma’rifat, mahabbah, khauf dan respektif terhadap keinginan Allah SWT. Dan Mahabbahnya itu telah menyatu dalam hidup dan kehidupannya.
Oleh karena itu, sikap menyia-nyiakan nafsu tanpa kontrol dan menyepelekan permasalahannya akan menggiring manusia pada kerusakan yang nyata dan menjauhkan dari-Nya. Hal ini sudah membudaya pada diri orang yang terbius dan tertipu oleh nafsu dan dunianya.
Akhirnya kita berdoa kepada Allah SWT agar kita mampu memenuhi hasrat nafsu secara proporsional dan terlindungi dari tipu daya nafsu yang menggelincirkan lagi tercela (yaitu nafsu yang melebihi batas kewajaran). Dan dapat menjadikan ibadah puasa ini sebagai momentum dalam membangun pengendalian terhadap hawa nafsu yang ada dalam setiap muslim. Amin. Wallahu’alam.
Arda Dinata
adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://www.miqra. blogspot. com.
Dalam hidup ini tak sedikit kerja manusia didominasi justru oleh hawa nafsunya. Oleh karena itu dalam Islam dianjurkan untuk mengendalikan hawa nafsu tersebut. Untuk itu, lewat ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, jiwa seorang muslim akan dikuatkan-Nya.
Manusia yang berakal, tentu akan melatih dirinya untuk menundukkan hawa nafsu agar bisa selamat dimasa yang akan datang. Selain itu, orang berakal sadar betul bahwa orang yang menuruti hawa nafsu (syahwatnya) akan kecanduan dan tidak akan tentram ketika meninggalkan perbuatan tersebut, karena syahwat itu telah menjadi bagian hidupnya dan tidak pernah memberinya kepuasan. Di sinilah, kita harus mampu memenuhi hasrat nafsu secara proporsional.
Adapun akibat tatanan sikap manusia dalam memposisikan nafsu atas perilaku hidupnya di dunia, maka manusia dibedakan menjadi dua golongan.
Pertama, golongan yang terkalahkan oleh nafsunya, sehingga setiap perilakunya dikendalikan nafsunya.
Kedua, golongan yang mampu mengekang bahkan mengalahkan nafsunya, maka tunduklah nafsu itu pada perintahnya.
Para golongan yang telah sampai pada tingkat makrifatullah ada yang berkata: “Akibat dari perjalanan panjang seseorang yang meniti jalan menuju makrifat yaitu, jika dapat membuktikan dirinya telah mampu mengalahkan nafsu-nafsunya. Barangsiapa yang berhasil mengalahkan nafsu itu, maka beruntunglah ia, sebaliknya bagi yang terkalahkan oleh nafsunya, maka merugi dan hancurlah ia.”
Sedangkan Ibnul Qayyim Al-Jauziah dalam Thariqul Istiqamah (Meretas Jalan Istiqamah) mengungkapkan bahwa di dalam meniti fase-fase perjalanan menuju Allah, manusia terkualifikasi menjadi lima golongan.
(1) Golongan Asy-Qiya’ (orang-orang yang sengsara), adalah siapa saja yang berjalan menuju lembah kesengsaraan. Mereka ini dimurkai oleh Allah, karena penolakannya terhadap kebenaran kitab-kitab- Nya, para utusan-Nya, senantiasa menghalang-halangi seseorang yang meniti jalan-Nya.
(2) Golongan Zalimun (aniaya), ialah golongan orang yang apabila mengisi umurnya dengan melakukan kelalaian dan mengutamakan tuntunan nafsu daripada mencari ridha-Nya. Padahal mereka sendiri beriman kepada Allah, kitab-kitab- Nya, para Rasul, hari akhirat dan kiamat.
(3) Golongan Terpedaya, yaitu golongan orang-orang yang sudah terlena dan tenggelam dalam kubangan dosa. Perbuatan yang bermuara pada dosa sudah mendarah daging dalam hidupnya. Dampaknya mengimbas pada pandangan dan mata hatinya mulai kabur bahkan buta sama sekali.
(4) Golongan Al-Abrar (orang-orang baik), yaitu mereka yang melewatkan setiap jengkal langkahnya dengan menegakkan perintah Allah dan membentengi hatinya dari segala macam perbuatan yang akan membelokkannya dari konsep dan syariat Allah.
(5) Golongan As-Sabiqun Al-Muqarrabun (orang-orang yang menang dan dekat), yaitu mereka yang hatinya telah penuh dengan pancaran sinar ma’rifat, mahabbah, khauf dan respektif terhadap keinginan Allah SWT. Dan Mahabbahnya itu telah menyatu dalam hidup dan kehidupannya.
Oleh karena itu, sikap menyia-nyiakan nafsu tanpa kontrol dan menyepelekan permasalahannya akan menggiring manusia pada kerusakan yang nyata dan menjauhkan dari-Nya. Hal ini sudah membudaya pada diri orang yang terbius dan tertipu oleh nafsu dan dunianya.
Akhirnya kita berdoa kepada Allah SWT agar kita mampu memenuhi hasrat nafsu secara proporsional dan terlindungi dari tipu daya nafsu yang menggelincirkan lagi tercela (yaitu nafsu yang melebihi batas kewajaran). Dan dapat menjadikan ibadah puasa ini sebagai momentum dalam membangun pengendalian terhadap hawa nafsu yang ada dalam setiap muslim. Amin. Wallahu’alam.
Arda Dinata
adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://www.miqra. blogspot. com.
CEULEUKEUTEUK

KORBAN IKLAN 2
Si Mardud sabenerna mah geus bogaeun HP, tapi kulantaran aya iklan alus, manéhna kapaksa meuli deui, padahal duitna tadina mah keur meuli obat.
Si Mardud sabenerna mah geus bogaeun HP, tapi kulantaran aya iklan alus, manéhna kapaksa meuli deui, padahal duitna tadina mah keur meuli obat.
Kulantaran keur teu ngareunah awak, kapaksa nitahan pamajikanana meuli ka dayeuh.
Wanci lohor pamajikanana geus balik deui ka imah:
“Kang, yeuh HP téh”, bari nyanghunjar luhureun palupuh awi bangun capé pisan.
“Haarrr……gening ngan hiji? Lain 1 + 1 = 2 ?”
“Da dibéréna ngan hiji ku nu dagangna ogé”
“Tapi iklanna : Beli Satu, Dapat Satu”
“Tapi iklanna : Beli Satu, Dapat Satu”
“Nya enya atuh lah, lain nya enya dong. Lamun Beli Satu Dapat Dua, tah akang nu bener……”
“Ari kitu mah balikeun deui atuh nyi, teu jadi kituh”
“Ari kitu mah balikeun deui atuh nyi, teu jadi kituh”
“Moal bisa atuh kang, tuh baca dina bon na : Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan”
Abah Téa
Selasa, 09 September 2008
Puasa Untuk Kebaikan
Seekor burung Garuda di usia 40 Tahun, membutuhkan puasa 150 hari, untuk mendapatkan vitalitasnya kembali. Cakar yang kuat dan paruh baru yang tajam.
Seekor ulat bulu yang menjijikan, juga membutuhkan puasa untuk menjadi kupu-kupu yang indah. Seekor Ular juga membutuhkan puasa untuk mendapatkan kulit barunya yang jauh lebih menawan.
Manusia membutuhkan puasa satu bulan di bulan Ramadhan, untuk mendapatkan kembali keindahan dalam hidupnya, yaitu lebih nikmat dengan perasaan penuh taqwa.
Kekeringan hati, kesibukan yang menyita, sering kali manusia berjalan bagaikan robot atau boneka-boneka hidup.
Hanya berjalan dan menjalani tanpa perenungan yang mendalam tentang perjalanan hidup. Allah SWT menghadiahi satu bulan penuh makna, barokah, hidayah dan ampunan. Bulan Suci Ramadhan. Siapa yang beriman diajaknya untuk memasuki kepompong Ramadhan dengan suka cita, agar sehat jasmani dan rohani, serta kembali menjadi hamba yang bertaqwa.
Kekeringan hati, kesibukan yang menyita, sering kali manusia berjalan bagaikan robot atau boneka-boneka hidup. Hanya berjalan dan menjalani tanpa perenungan yang mendalam tentang perjalanan hidup. Allah SWT menghadiahi satu bulan penuh makna, barokah, hidayah dan ampunan. Bulan Suci Ramadhan.
Siapa yang beriman diajaknya untuk memasuki kepompong Ramadhan dengan suka cita, agar sehat jasmani dan rohani, serta kembali menjadi hamba yang bertaqwa.
Sepintas serasa berat, namun segala kebaikan pasti ada bayaranya. Jika anda bermain golf, ingin memukul jauh, maka anda harus mengayunkan stick golf lebih kencang.
Jika Anda ingin mendapat nilai tiga dalam permainan basket, maka anda harus keluar dari garis three point. Anda harus melempar lebih kencang dan tepat.
Anda ingin sesuatu tanpa, mau membayarnya dengan harga, maka lupakan saja, karena anda pasti akan menemui kekecewaan.
Allah SWT tidak akan membingungkan hambaNya dengan hal-hal yang tidak pasti. Esok pagi matahari terbit di timur, dan itu sebuah kepastian. Anda isi terus menerus mesin pencernaan anda dengan makanan, maka tidak akan mendapatkan sensasi-sensasi yang Tuhan rencanakan untuk kita yang berpuasa. Mengenal rasa lapar, lebih solider, belajar bersabar, belajar disiplin, belajar jujur.
Banyak kebaikan dalam ibadah puasa. Bulan Ramadhan bagi anda yang muslim, maka bulan ini adalah bulan yang sempurna untuk membuat perubahan. Ada beberapa aktivitas baru, yang bisa kita gunakan untuk breaking the patern,
Ada kondisi fisik, mental yang berbeda, yang bisa lebih mudah untuk memunculkan aktivitas baru dan pemikiran baru.
Bulan Ramadhan, dimana aktivitas berdialog dengan Tuhan dan diri sendiri lebih intent, maka bulan ini sangat baik untuk menemukan jati diri, panggilan jiwa, hal-hal yang sesuai dengan keinginan dan hati nurani kita.
Jangan lewakan kesempatan ini, untuk sebuah perubahan besar dalam kehidupan anda. Semakin sukses, semakin bahagia dan semakin bermakna.
Bulan indah, dimana banyak hati dipenuhi dengan cinta dan banyak do’a dikabulkan. Banyak kegembiraan dan keceriaan. Gunakan moment ini untuk mendapatkan sensasi-sensasi baru dalam kehidupan.
Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Mohon maaf lahir dan bathin dan semoga kita menjadi hambaNya yang bertaqwa.
Seekor ulat bulu yang menjijikan, juga membutuhkan puasa untuk menjadi kupu-kupu yang indah. Seekor Ular juga membutuhkan puasa untuk mendapatkan kulit barunya yang jauh lebih menawan.
Manusia membutuhkan puasa satu bulan di bulan Ramadhan, untuk mendapatkan kembali keindahan dalam hidupnya, yaitu lebih nikmat dengan perasaan penuh taqwa.
Kekeringan hati, kesibukan yang menyita, sering kali manusia berjalan bagaikan robot atau boneka-boneka hidup.
Hanya berjalan dan menjalani tanpa perenungan yang mendalam tentang perjalanan hidup. Allah SWT menghadiahi satu bulan penuh makna, barokah, hidayah dan ampunan. Bulan Suci Ramadhan. Siapa yang beriman diajaknya untuk memasuki kepompong Ramadhan dengan suka cita, agar sehat jasmani dan rohani, serta kembali menjadi hamba yang bertaqwa.
Kekeringan hati, kesibukan yang menyita, sering kali manusia berjalan bagaikan robot atau boneka-boneka hidup. Hanya berjalan dan menjalani tanpa perenungan yang mendalam tentang perjalanan hidup. Allah SWT menghadiahi satu bulan penuh makna, barokah, hidayah dan ampunan. Bulan Suci Ramadhan.
Siapa yang beriman diajaknya untuk memasuki kepompong Ramadhan dengan suka cita, agar sehat jasmani dan rohani, serta kembali menjadi hamba yang bertaqwa.
Sepintas serasa berat, namun segala kebaikan pasti ada bayaranya. Jika anda bermain golf, ingin memukul jauh, maka anda harus mengayunkan stick golf lebih kencang.
Jika Anda ingin mendapat nilai tiga dalam permainan basket, maka anda harus keluar dari garis three point. Anda harus melempar lebih kencang dan tepat.
Anda ingin sesuatu tanpa, mau membayarnya dengan harga, maka lupakan saja, karena anda pasti akan menemui kekecewaan.
Allah SWT tidak akan membingungkan hambaNya dengan hal-hal yang tidak pasti. Esok pagi matahari terbit di timur, dan itu sebuah kepastian. Anda isi terus menerus mesin pencernaan anda dengan makanan, maka tidak akan mendapatkan sensasi-sensasi yang Tuhan rencanakan untuk kita yang berpuasa. Mengenal rasa lapar, lebih solider, belajar bersabar, belajar disiplin, belajar jujur.
Banyak kebaikan dalam ibadah puasa. Bulan Ramadhan bagi anda yang muslim, maka bulan ini adalah bulan yang sempurna untuk membuat perubahan. Ada beberapa aktivitas baru, yang bisa kita gunakan untuk breaking the patern,
Ada kondisi fisik, mental yang berbeda, yang bisa lebih mudah untuk memunculkan aktivitas baru dan pemikiran baru.
Bulan Ramadhan, dimana aktivitas berdialog dengan Tuhan dan diri sendiri lebih intent, maka bulan ini sangat baik untuk menemukan jati diri, panggilan jiwa, hal-hal yang sesuai dengan keinginan dan hati nurani kita.
Jangan lewakan kesempatan ini, untuk sebuah perubahan besar dalam kehidupan anda. Semakin sukses, semakin bahagia dan semakin bermakna.
Bulan indah, dimana banyak hati dipenuhi dengan cinta dan banyak do’a dikabulkan. Banyak kegembiraan dan keceriaan. Gunakan moment ini untuk mendapatkan sensasi-sensasi baru dalam kehidupan.
Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Mohon maaf lahir dan bathin dan semoga kita menjadi hambaNya yang bertaqwa.
CEULEUKEUTEUK

Nu tara baseuh.
“Cing naon bagian tina awak urang anu tara baseuh?”, ceuk Ojod.
“Buuk si Komar, tuh mani beureum jeung pinuh ku kutu, da tara kuramas”, jawab si Omod.
“Lain. Nu tara baseuh mah nyaéta tulang kering deuleu…”
“Cing naon bagian tina awak urang anu tara baseuh?”, ceuk Ojod.
“Buuk si Komar, tuh mani beureum jeung pinuh ku kutu, da tara kuramas”, jawab si Omod.
“Lain. Nu tara baseuh mah nyaéta tulang kering deuleu…”
KORBAN IKLAN 1
Si Romlah claim ikhwal shampoo ka PKL di trotoar dayeuh.
“Mang ! Geus beak sabotol meuli ti emang, gening buuk kuring tetep waé teu hideung teu hérang?!!”, bari ambek.
“Apan geus cocok jeung iklana”
“Cocok kumaha?”
“Tah baca: Untuk rambut hitam berkilau”.
“Tapi buktina?
“Ari buuk enéng hitam berkilau henteu?”
“Henteu, matak make shampoo ieu oge buuk kuring téh huisan jeung rumeuk”
“Tah salah enéng ari kitu mah, sidik shampoo ieu mah keur rambut anu hitam berkilau, lain keur rambut anu putih kusam”
Abah Téa
Si Romlah claim ikhwal shampoo ka PKL di trotoar dayeuh.
“Mang ! Geus beak sabotol meuli ti emang, gening buuk kuring tetep waé teu hideung teu hérang?!!”, bari ambek.
“Apan geus cocok jeung iklana”
“Cocok kumaha?”
“Tah baca: Untuk rambut hitam berkilau”.
“Tapi buktina?
“Ari buuk enéng hitam berkilau henteu?”
“Henteu, matak make shampoo ieu oge buuk kuring téh huisan jeung rumeuk”
“Tah salah enéng ari kitu mah, sidik shampoo ieu mah keur rambut anu hitam berkilau, lain keur rambut anu putih kusam”
Abah Téa
Sabtu, 06 September 2008
Buka Puasa PWS - Medan
Bulan Ramadhan adalah bulan keberkahan , demikian kata - kata yang sering kita dengar.
Dan kemarin malam , Jum'at 5 Agustus 2008 , Ustad Taufik menegaskan kembali bahwa :
1. Allah akan membangunkan kita sebuah mesjid untuk tiap - tiap rakaat shalat yang kita lakukan secara berjamaah di bulan Ramadhan.
2. Dan bila shalat berjamaah tersebut dilakukan di mesjid , Allah akan meninggikan kita 1 derajat untuk setiap nafas yang kita hembuskan. Subhannllah . . . . besarnya keberkahan bulan Ramadhan.
Demikian salah satu dari sekian banyak isi tausiah Ustad Taufik yang disampaikan menjelang acara buka puasa Paguyuban Wargi Sunda ( PWS ) Medan ) di kediaman Kang Dani Kustoni ( Ketua Umum PWS ) Jum'at malam kemarin.
Ustad Taufik ( paling kanan ) saat memberikan Tausiah , didampingi Kang Iskandar dan tuan rumah Kang Dani K. ( paling kiri ).
Acara yang dihadiri sebagian Pengurus dan beberapa perwakilan " kantong PWS " ditambah dengan beberapa anggota baru dimulai dengan ceramah agama ( tausiah ) oleh Ustad Taufik tepat pada pk. 17.45 Wib
Saat ceramah agama
Setelah shalat dan makan bersama dilanjutkan dengan bincang - bincang kegiatan PWS yang pada intinya adalah ada 3 rencana kegiatan.
1. Rencana bazaar murah untuk komunitas Medan Tembung pada intinya Pengurus PWS mendukung rencana tersebut tentunya dengan utamanya partisipasi langsung dari anggota pada komunitas terebut.
Hal utama adalah menyediaan tempat yang memadai , selanjutnya Pengurus akan memfasilitasi dengan menghubungi pihak vendor / supplier yang akan berpartisipasi.
Sedangkan teknis pelaksanaan akan bergantung kepada hasil pembicaraan dengan panitya , supplier dan komunitas daerah tersebut.
Bincang - bincang anggota PWS , Kang Arman ( paling kanan ) boss Bakso Tiga Dara , dahulu namanya Bakso Wonogiri
2. Rencana halal bi halal PWS yang direncanakan setelah Lebaran , teknis pembahasan kegiatan ini belum tuntas dan akan diinformasikan pada pertemuan minggu depan.
Dan kemarin malam , Jum'at 5 Agustus 2008 , Ustad Taufik menegaskan kembali bahwa :
1. Allah akan membangunkan kita sebuah mesjid untuk tiap - tiap rakaat shalat yang kita lakukan secara berjamaah di bulan Ramadhan.
2. Dan bila shalat berjamaah tersebut dilakukan di mesjid , Allah akan meninggikan kita 1 derajat untuk setiap nafas yang kita hembuskan. Subhannllah . . . . besarnya keberkahan bulan Ramadhan.
Demikian salah satu dari sekian banyak isi tausiah Ustad Taufik yang disampaikan menjelang acara buka puasa Paguyuban Wargi Sunda ( PWS ) Medan ) di kediaman Kang Dani Kustoni ( Ketua Umum PWS ) Jum'at malam kemarin.
Acara yang dihadiri sebagian Pengurus dan beberapa perwakilan " kantong PWS " ditambah dengan beberapa anggota baru dimulai dengan ceramah agama ( tausiah ) oleh Ustad Taufik tepat pada pk. 17.45 Wib
Selesai tausiah acara berikut adalah buka puasa bersama dengan menikmati makanan dan minuman pembuka sekedarnya sebelum melakukan shalat Magrib bersama
Setelah shalat dan makan bersama dilanjutkan dengan bincang - bincang kegiatan PWS yang pada intinya adalah ada 3 rencana kegiatan.
1. Rencana bazaar murah untuk komunitas Medan Tembung pada intinya Pengurus PWS mendukung rencana tersebut tentunya dengan utamanya partisipasi langsung dari anggota pada komunitas terebut.
Hal utama adalah menyediaan tempat yang memadai , selanjutnya Pengurus akan memfasilitasi dengan menghubungi pihak vendor / supplier yang akan berpartisipasi.
Sedangkan teknis pelaksanaan akan bergantung kepada hasil pembicaraan dengan panitya , supplier dan komunitas daerah tersebut.
2. Rencana halal bi halal PWS yang direncanakan setelah Lebaran , teknis pembahasan kegiatan ini belum tuntas dan akan diinformasikan pada pertemuan minggu depan.
3. Adanya sinyal - sinyal positif dan goodwill dari Gubernur Sumatra Utara dan Kapolda Sumut yang baru Irjen Pol Nanan K. ( yang memang tulen urang Sunda ) yang berkenan untuk tatap muka dan hadir pada kegiatan Paguyuban Wargi Sunda - Medan.
Angin segar ini tentunya kita sambut baik dan sebagai penghormatan tentunya kita sebagai wargi Sunda Medan tentunya tidak ingin mengecewakan beliau jika nanti acaranya terwujud.
Hal penting bagi wargi Sunda adalah kesungguhan dan tekad bersama untuk mensukseskan suatu pertemuan besar PWS dengan para petinggi di Sumut ini.
Partisipasi dan kehadiran rekan rekan PWS adalah kunci sukses utama setiap kegiatan.
Dari beberapa kegiatan PWS yang besar tentunya kita sudah punya banyak pengalaman mengadakan acara serupa , namun apa artinya suatu pertemuan tanpa kehadiran dan partisipasi kedatangan.
Rencana kegiatan ini adalah Oktober 2008
Jumat, 05 September 2008
CEULEUKEUTEUK

NINCAK BANGKONG BUDUG.
Aa, Ii, jeung Uu bisa disebut bujang lapuk.
Sigana mah pédah tampangna jauh ka kasép, hideung jeung pinuh ku jarawat badag.
Hiji mangsa maranéhanana tatamba ka dukun nu katelah matih:
“Pasti maranéh daratang kadieu hayang gancang boga jodo”, dukun miheulaan.
Aa, Ii, jeung Uu bisa disebut bujang lapuk.
Sigana mah pédah tampangna jauh ka kasép, hideung jeung pinuh ku jarawat badag.
Hiji mangsa maranéhanana tatamba ka dukun nu katelah matih:
“Pasti maranéh daratang kadieu hayang gancang boga jodo”, dukun miheulaan.
Aa, Ii, jeung Uu ngarénjag, “Pasti dukun matih yeuh, geus nyaho kereteg hate kuring” jero haténa.
“Eu….eu….eu…. gen…gening mbah tos terang maksad kuring saparakanca?”
“Nya puguh atuh, da maranéh kaciri geus karolot, jaba garoréng patut deuih !”
“Jan…jan….janten…..”
“Geus ulah sedih. Ayeuna mah maranéh kudu meuntas leuweung Si Leugeut Teureup”
“Teras…”
“Tapi kudu peuting anu poék mongkléng buta rajin, poé Kemis kliwon, minggu hareup”
“Teras…”
“Omat ulah nincak bangkong budug”
“Upami nincak….”
“Lamun nincak, maranéh moal meunangkeun jodo anu geulis”
“Eu….eu….eu…. gen…gening mbah tos terang maksad kuring saparakanca?”
“Nya puguh atuh, da maranéh kaciri geus karolot, jaba garoréng patut deuih !”
“Jan…jan….janten…..”
“Geus ulah sedih. Ayeuna mah maranéh kudu meuntas leuweung Si Leugeut Teureup”
“Teras…”
“Tapi kudu peuting anu poék mongkléng buta rajin, poé Kemis kliwon, minggu hareup”
“Teras…”
“Omat ulah nincak bangkong budug”
“Upami nincak….”
“Lamun nincak, maranéh moal meunangkeun jodo anu geulis”
Kacaritakeun breng wéh meuntas leuweung geledegan téa.
Ditengah perjalanan:
“Kok…” sada bangkong katincak.
“Aaah…..aing nincak bangkong budug !” ceuk si Aa, “Pasti jodo aing teu geulis…”
Sababaraha menit saméméh tepi ka sisi leuweung:
“Kok….” Sada bangkong katincak deui.
“Sial ! Aing ogé nincak !, ceuk si Ii kukulutus.
Tungtungna maranéhanana tepi ka sisi leuweung isuk-isuk pisan.
Reg eureun di saung anu dituduhkeun ku dukun
“Aing teu nincak bangkong! Pasti jodo aing geulis pisan!”, ceuk si Uu bangun bungah naker
Di jero saung geus diuk mojang tiluan, anu dua goréng patut, anu hiji geulis pisan.
“Tah nu geulis pasti bagian aing”, ceuk si Uu bari ngadeukeutan si mojang geulis.
“Néng. Janten enéng téh jodo akang atuh nya, da akang mah teu nincak bangkong budug, dasar anugerah”
“Enya kang. Paingan atuh kuring tadi nincak bangkong budug, dasar musibah!”
“Néng. Janten enéng téh jodo akang atuh nya, da akang mah teu nincak bangkong budug, dasar anugerah”
“Enya kang. Paingan atuh kuring tadi nincak bangkong budug, dasar musibah!”
Abah Téa.
Kang Deddy Setiawan
Kang Deddy Setiawan
PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors - Jkt
Langganan:
Postingan (Atom)







