Menu Baru Web PWS Medan

Bergabunglah dengan Paguyuban Wargi Sunda versi FaceBook , dapatkan info PWS terbaru , Jangan lupa DOWNLOAD File berbentuk Powerpoint ( pps ) dari web ini , dan semuanya tentu saja Gratis untuk anggota dan pembaca setia Web PWS - Medan , Haturnuhun
Myspace tweaks at TweakYourPage.com

Senin, 11 Agustus 2008

Kekuatan Bersyukur


Dikisahkan, si Kabayan mendatangi pamannya yang berhasil menjadi pengusaha sukses. Dia ingin tahu, apa rahasia di balik sukses pamannya menjalankan beragam bisnis yang dimilikinya.

Pamannya memang terhitung sangat sukses dalam berbagai bidang usaha. Ia di antaranya menjadi pemilik beberapa gerai berlisensi, distributor besar besi baja, pengusaha ekspor impor produk retail.

Ia bahkan juga sukses menjadi seorang investor saham yang sangat piawai dan memiliki berbagai investasi yang menjanjikan.

"Paman, bolehkah aku bertanya?"Sang paman pun tersenyum kepada keponakannya,

"Apa yang bisa Paman tahu, pasti akan Paman jawab semua pertanyaanmu , Kabayan ."

Si Kabayan lantas meneruskan pertanyaannya,
"Saya sangat kagum pada keberhasilan Paman. Kalau boleh tahu, apa rahasia sukses Paman hingga memiliki beragam bisnis yang berbeda, tapi rata-rata bisa sukses seperti saat ini?

Padahal, saya tahu bahwa pendidikan Paman tidak cukup tinggi, bahasa Inggris pun belepotan. Hebatnya, saya lihat sendiri, orang-orang yang bekerja sama dengan Paman rata-rata justru berpendidikan jauh di atas Paman. Bagaimana bisa begitu paman? Saya benar-benar ingin tahu dan belajar dari Paman," ungkap si Kabayan sang keponakan.

"Hahaha, paman sih hanya mengandalkan insting dan berkat Allah SWT," jawab si paman sambil tertawa lebar.

Mendapat jawaban yang kurang memuaskan, Kabayan langsung mencecar dengan pertanyaan,
"Insting? Apa maksud Paman? Berkat Allah SWT ? Kenapa Tuhan bisa memilih Paman untuk diberkati?"

"Begini, pertama-tama, jujur paman akui bahwa pamanmu ini memang tidak berpendidikan formal, tetapi bukan tidak terdidik. Justru karena pendidikan paman rendah, paman memulai segala sesuatu melalui jalur trial and error.

Dan, jika dihitung dengan uang, pendidikan yang paman tempuh biayanya sungguh sangat besar. Sama dengan biaya di sekolah formal, malahan bisa-bisa lebih mahal. Orang tahunya paman yang sukses hari ini. Orang mungkin tidak pernah tahu berapa kali paman jatuh bangun mendirikan bisnis ini.

Pengalaman mengajarkan, tidak peduli berapa kali kita jatuh, pastikan bangun lagi! Akhirnya paman pun berhasil menguasai ‘know how' bisnis dengan baik. Dan, setelah paman berhasil menanamkan fondasi dan mulai merangkak naik, juga tidak lantas berpuas diri.

Ingat, semakin tinggi pijakan kita, angin pun semakin kencang dan selalu berubah arah. Maka di dunia usaha yang terus berubah, kita harus pandai-pandai belajar membaca arah dan perubahan angin.

Setelah itu, barulah mengatur bagaimana manajemen yang baik dan mendelegasikan pekerjaan melalui anak-anak muda yang berpendidikan tinggi seperti kamu," sang paman menerangkan panjang lebar.

Si Kabayan tampak memerhatikan dengan serius semua ucapan sang paman. Ia kemudian menyela, "Lantas, bagaimana Paman menyebut bahwa diri Paman diberkati Tuhan?"

"Allah SWT. memberi berkat kepada setiap manusia. Tergantung Kita yang menerima, bagaimana mengelola, memanfaatkan, dan mengembangkan berkat itu dengan kemampuan kita yang luar biasa!

Maka, paman selalu percaya, berkat Allah SWT selalu tersedia untuk paman!
Bagaimana, puas dengan pelajaran hari ini ?" sebut paman masih dengan senyuman hangatnya.

"Terima kasih Paman. Saya berjanji akan belajar mengelola berkat seperti yang telah Paman lakukan. Tolong jangan bosan mengajari saya ya paman".


So dear sadayana,Kalau kita mampu menyadari dengan benar sesungguhnya berkat ada di mana-mana, maka tak ada alasan bagi kita untuk tidak berjuang mewujudkan berkat itu menjadi sebuah manfaat.

Namun, semua itu tergantung bagaimana kita mengerti dan mengembangkan di jalan yang benar dan baik. Sebagai manusia, kita dilahirkan di dunia ini pasti ada gunanya.Kalau manusia sudah memiliki pemahaman tentang keberadaannya, maka akan muncul keyakinan bahwa kita semua mempunyai hak untuk sukses, "Success is My Right!"

Dengan demikian, setiap hari kita akan mampu mensyukuri setiap apapun yang kita terima. Dan, utamanya lagi, kita juga akan selalu penuh senyum menatap hari depan dengan semangat dan optimis.

Salam sukses luar biasa!!!


source :
Andrie Wongso

Jumat, 08 Agustus 2008

Moment Istimewa


Moment yang sangat indah untuk di ingat sebagai kenang - kenangan nanti.

Tanggal 8 Bulan 8 tahun 2008
Semua berujung dengan angka 8 ( genap )
Mungkin anda juga berminat untuk membuat suatu history di tanggal 8-8-2008

Dengan keluarga besar andakah ............ ..?
Dengan pasangan sejati andakah..... ......... .?
Atau dengan musuh besar andakah..... ......... .?

Kami tunggu kabar baik anda
Djodi

Katak dan Ikan Gabus


Konon suatu ketika di tanah Pasundan,
Terjadilah persahabatan antara seekor Ikan Gabus dan seekor Katak.

Persahabatan mereka berdua sungguh erat. Saling berbagi, saling membantu dan saling ingin membahagiakan satu sama lain. Untuk itu sering kali mereka berdua berlomba-lomba memberikan yang terbaik pada sahabatnya.

Suatu hari, di musim panen , pergilah si Katak ke ladang si Ikan Gabus untuk membantu si Ikan Gabus menyiangi padi di ladangnya. Begitulah sepanjang pagi sampai siang mereka berdua membersihkan tanaman padi dari rumput-rumput liar sambil bercerita dan bercanda.

Berkatalah Si Ikan Gabus pada sahabatnya, “Mari kita pulang untuk memasak makan siang dan beristirahat.”

Lalu pulanglah mereka berdua ke gubuk di tengah ladang.
Sementara Si Ikan Gabus memasak makanan, pergilah si Katak ke sungai untuk mandi. Dan ketika ia pulang, makan siang sudah siap tersaji. Dan singkat cerita, makanlah kedua sahabat itu dengan lahapnya.

Sambil menikmati makan siang, bicaralah si Katak dalam hati,

Alangkah sedapnya masakan si Ikan Gabus.“ Padahal Ikan Gabus hanya memasak sayur-sayur dari dedaunan, namun terasa seperti ada campuran dagingnya.
„Enak sekali masakanmu ini, sobat
, „ kata Katak memuji.

Ah, kamu ini becanda saja,“ sahut Ikan Gabus.

Demikianlah terjadi, setiap kali Katak makan di tempat Ikan Gabus, dia selalu kagum, betapa sedapnya masakan sahabatnya itu. Namun setiap ditanya apa resepnya, Ikan Gabus tak pernah mau menceritakannya. Hal itu membuat si Katak penasaran. Sahabatnya itu pasti menyembunyikan sesuatu dari dirinya.

Lalu Katak dapat akal.
Aku harus mengintipnya ketika dia memasak,“ bisik hati si Katak. Karena lama-lama dia malu juga, masakannya tak seenak masakan Ikan Gabus. Diam-dia dia ingin mencari tahu apa resepnya.

Ketika suatu siang, seperti biasa mereka beristirahat, dan si Ikan Gabus memasak makanan untuk mereka.

Aku mau ke sungai dulu ya, sementara kamu memasak,“ kata Katak. Ia pura-pura mau mandi, namun diam-diam dia mengintip si Ikan Gabus dari celah-celah dinding gubuk.
Ha….aaa?“

Betapa terkejutnya si Katak. Rupanya ketika memasak, si Ikan Gabus mencelupkan ujung ekornya ke dalam wajan sayur di atas tungku. Dengan demikian sayur terasa gurih seperti ada dagingnya. Itu sebabnya sayur masakan Ikan Gabus selalu sedap rasanya.

Katak kini tahu rahasianya. Maka ketika sore hari tiba, berkatalah Katak pada Ikan Gabus.
Besok kita bekerja di ladang saya.“
Demikianlah malam datang dan hari berganti. Pagi menyapa dan alampun memberikan harinya.

Begitulah, hari itu Ikan Gabus membantu Katak menyiangi rumput di ladangnya.

Mari kita istirahat, sobat.“ Kata Katak. „Aku sudah lapar….“ lanjutnya.

Maka pulanglah mereka ke gubuk dan Katakpun memasak makanan untuk makan siang.
Kamu duluan mandi, sobat“ kata Katak pada Ikan Gabus. „Nanti, setelah masak aku menyusul mandi ke sungai.“

Tanpa curiga pergilah Ikan Gabus mandi ke sungai. Yakin tak dilihat Ikan Gabus, dia juga ingin mencoba cara Ikan Gabus memasak makanan, sehingga pasti akan enak rasanya.
Setelah sayur mendidih dan hampir matang, Katak mencoba memasukan bagian tubuhnya ke dalam sayur. Namun dia kesulitan karena tak ada ekornya.

Mau memasukkan ujung jari kakinya, juga tidak kuat, karena panas sekali. Akhirnya Katak memutuskan untuk melompat saja ke dalam sayur. Toh paling sebentar saja, tidak akan apa-apa, pikirnya.

Maka tanpa berpikir panjang, melompatlah dia ke dalam sayur. „Ploop“.
Sayang sekali. Begitu masuk ke dalam sayur mendidih, si Katak tidak bisa bangun lagi. Dan matilah dia dan menjadi matang bersama sayurnya.

Setelah lama menunggu, sahabatnya tidak datang-datang juga ke sungai. Si Ikan Gabus menjadi heran. Ia pulang ke gubug sambil memanggil-manggil sahabat karibnya. Namun tidak ada jawaban. Hening….

Barulah ketika Ikan Gabus melihat ke dapur, dia melihat sahabatnya sudah kaku di dalam sayur mendidih di atas tungku. Ikan Gabus jadi sadar, rupanya selama ini si Katak telah ngintip rahasianya.

Sahabat, mengapa kau lakukan itu ?“ Ikan Gabus menangis sedih.

Hanya ingin memberikan yang terbaik untuk sahabatnya, akhirnya Katak mati di dalam sayurannya.


Keinginan untuk memberikan yang terbaik harus juga diperhitungkan dari segi kemampuan untuk merealisasikannya

Penolakan


Berikut ini adalah Kata Bijak untuk hari ini:

"Sebuah penolakan seringkali hanya merupakan indikator mengenai kriteria standar dan selera dari pihak yang melakukan penolakan tersebut, jadi bukanlah menunjukkan kualitas ataupun siapa diri kita sebenarnya"

Interpretasi:

Apakah Anda pernah ditolak ? Mungkin kebanyakan dari kita pernah merasakan penolakan cinta barang 1 atau 2 kali semasa muda dulu, saat pernyataan cinta ternyata tidak disambut positif, seseorang merubah sikapnya secara drastis , dari suka berubah benci, harapan menjadi hujatan, dan bahkan dendam hingga perasaan rendah diri menganggap kualitas diri telah dihancurkan pihak lain.

Bagi mereka yang tengah mencari pekerjaan, penolakan lamaran pekerjaanpun seringkali bernasib sama, diawali semangat membara ingin berbakti untuk sebuah perusahaan yang diharapkan, berubah menjadi kekesalan dan sikap antipati setelah lamaran tidak digubris dan tak kunjung datang jawaban yang diharapkan.

Apa yang perlu diketahui mengenai hal ini ?

Ternyata sebuah penolakan kadang tidak menunjukkan siapa diri kita sebenarnya, sebaik apa kualitas diri kita , apalagi menurunkan dan mengurangi standar diri yang dimiliki, karena ternyata berbagai penolakan sekedar menunjukkan seperti apa selera, kriteria & kondisi persepsi dari pihak lain, yang ternyata seringkali tidak ada hubungannya dengan kualitas diri kita sendiri.

Jadi dapat dikatakan penolakan adalah masalah extern,dan bukan masalah intern (walau terkadang kita pun perlu introspeksi secara internal).

Apa yang perlu dilakukan mengenai hal ini ?

Dengan mengetahui bahwa sebuah penolakan adalah peristiwa eksternal, maka kita dapat berpikir lebih jernih , bersikap lebih tenang, dan lepas dari segala pemikiran yang merendahkan diri sendiri apalagi menyimpan rasa ketidakpuasan dalam diri yang akhirnya akan merusak diri sendiri.

Tips ini dapat Anda terapkan pada berbagai aspek kehidupan,
apakah pada hubungan cinta,
pekerjaan,
proposal kerja sama,
penawaran bisnis, dan banyak lagi.

Jadi, selamat berintrospeksi dan memperbaiki pilar pondasi pola pikir Anda bila saat ini Anda masih terbelenggu dengan penolakan yang masih Anda anggap sebagai peristiwa 'internal', bebaskan diri Anda agar dapat membuka pintu peluang yang lebih baik lagi dengan sikap positif penuh pengharapan.

Salam Sukses selalu untuk Anda!

Kamis, 07 Agustus 2008

Ajari seseorang untuk memancing


"Give a man fish, so he can eat for one more day..Teach a man how to fish, he can feed himself for the rest of his life..But build a fishing rod factory, so more people can fish & feed themself forever and you will be even more rich.."

"Beri ikan pada seseorang, maka ia akan dapat makan untuk 1 hari..Ajari seseorang untuk memancing, maka ia akan dapat makan selamanya..Tetapi bila Anda membangun pabrik produksi alat pancing, akan ada lebihbanyak orang yang dapat menafkahi hidup mereka, dan Anda akan menjadijauh lebih kaya dari sebelumnya.."

Interpretasi:
Kata - kata bijak ini kami kembangkan dengan maksud untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai azas manfaat, dimana dapat kita lihat dimana owner dari perusahaan biasanya adalah seorang yang sangat kayadan berkelimpahan, coba lihat perusahaan-perusahaan yang ada di negara kita, perusahaan rokok misalnya, atau produsen kendaraan bermotor, juga sektor perbankan, kita ketahui owner biasanya seseorang yang sangat kaya, khususnya secara material, mengapa demikian?

Semata karena bila kita telaah, ternyata ia telah memberikan kesempatan bagi orang lain untuk dapat menafkahi diri mereka masing-masing, atau dengan kata lain,sang owner memberikan penghidupan bagi orang banyak (karyawannya).

Terlepas dari banyaknya polemik seputar eksploitasi karyawan & kurangnya perhatian terhadap kesejahteraan karyawan, termasuk juga pihak karyawan yang kurang mensyukuri kesempatan penghidupan yang diberikan.

Mari kitarenungkan hal apa yang dapat kita lakukan untuk memberikan peluang bagi lebih banyak lagi sesama kita untuk dapat memperoleh penghidupan yang lebih baik.

Dan seperti yang telah sering disampaikan sebelumnya, keuntungan akan selalu mengikuti setelahnya!

Selamat merenungkan, terima kasih atas waktu dan perhatiannya.

Salam PWS
Sukses selalu untuk Anda

CEULEUKEUTEUK


KEPUTIHAN

Utad: "Nu loba kabingung jeung kahariwang mah, ukur awéwé!"

Ated: "Na kumaha kitu?"

Utad: "Pék wé bandungan. Mun beungeut rumeuk, maké pemutih, leungeun, suku jeung pingping katempona rumeuk, buru-buru maké pemutih!"

Ated: "Teruss!"

Utad: "Heueuh, mun geus loba keputihan, bingung sorangan pan!"

Ated ukur kerung.

Abah Téa

Rabu, 06 Agustus 2008

Rumah Orang Bijak dan Rumah Orang Bebal


Pada suatu hari, ada dua orang yang baru mendapatkan uang untuk membangun rumah. Dengan segera, keduanya pun mencari lahan untuk membangun.

Orang yang pertama adalah orang yang bijak dan ia membeli lahan di atas batu karang. Ia menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membangun rumahnya.

Orang yang kedua adalah orang yang bebal dan ia membeli lahan di atas pasir. Dengan waktu cepat, ia sudah selesai membangun rumahnya.
Si orang bebal pun melintasi lahan orang bijak dimana ia masih bersusah payah membangun rumahnya.

Kata si orang bebal kepada orang bijak,
Betapa bodohnya kamu, membangun rumah di atas batu karang. Lihat, sampai sekarang kamu belum selesai membangunnya.”

Si orang bijak tidak berkata apa-apa dan terus membangun.Beberapa tahun kemudian, rumah orang bijak pun selesai dibangun. Rumah itu berdiri dengan kokoh di atas fondasi batu karang.

Tak lama setelah itu, datanglah hujan badai yang besar dengan angin yang berhembus dengan kencang dan menghantam rumah tersebut.
Tetapi rumah si orang bijak tetap berdiri dengan kokoh karena dibangun di atas fondasi batu karang yang kuat.

Hujan angin badai yang sama pun menghantam rumah orang bebal di atas pasir dan karena fondasinya yang kurang kuat di atas pasir, maka rumah itu pun segera runtuh dan si orang bebal kehilangan seluruh rumah dan harta bendanya.

Si orang bebal pun menyesali kegegabahannya dalam membangun rumah. Ia berkata,
Seandainya aku tidak terburu-buru dan gegabah dalam membangun rumah, mungkin rumahku masih berdiri kokoh seperti rumah si orang bijak di atas batu karang.”

Oleh karena itu, jangan terburu-buru dan gegabah dalam merencanakan sesuatu.
Apapun yang dibangun dengan fondasi yang kuat akan bisa bertahan melawan berbagai macam kesusahan.

10 Kesalahpahaman Tentang Sukses


Kesalahpahaman 1
Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan lain-lain.Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan.Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.

Kesalahpahaman 2
Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan.Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.

Kesalahpahaman 3
Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90…) seminggu.Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja.Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.

Kesalahpahaman 4
Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan.Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di saat lain andalah yang membuat aturan itu.

Kesalahpahaman 5
Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum.Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.

Kesalahpahaman 6
Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan.Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.

Kesalahpahaman 7
Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.

Kesalahpahaman 8
Sukses adalah bila semua orang mengakuinya.Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.

Kesalahpahaman 9
Sukses adalah tujuan.Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda.Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan “atas hal apa?”

Kesalahpahaman 10
Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan.Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu.


Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.

(diadaptasi dari “The Top 10 Misconceptions About Success”, Jim M. Allen.CoachJim.com)

CEULEUKEUTEUK


Bu Isma jeung Bapana Anto

DINA hiji peuting, Bu Isma --guru SMU—kasumpingan tamu anu parantos sepuh.
Éta sepuh téh ngankenna mah bapana Anto , murid Bu Isma nu teu naék kelas.
"Badé aya pikersaeun naon Bapa sumping ka rorompok téh?" saur Bu Isma mani rengkuh.

"Manawi ieu téh..., perkawis pun anak, Anto " témbal éta sepuh teu kirang rengkuhna.

"Euh, janten Bapa téh henteu nampi nyah pédah Anto teu naék kelas?!" saur Bu Isma, ayeuna mah rada teugeug nyariosna

"Is, sanés!" témbal éta sepuh, angger rengkuh.

"Justru Bapa téh badé nganuhunkeun ka Bu Guru wiréh pun anak henteu dinaék-kelaskeun. Bapa téh tos jangji ka pun anak, saupami naék kelas, Bapa badé maggaleuhkeun motor nu hargina kawilang awis pisan...", sor bungkusan bungbuahan dipasihkeun ka ibu Isma

Abah Téa.

Selasa, 05 Agustus 2008

Komentar : Jalan Bareng PWS




Sampurasun !

Euleuh-euleuh resep pisan sigana nya.
Kacipta ku Abah, barudak ngarojay kukucibekan dina walungan anu masih kénéh asri.
Hanjakal Abah teu bisa ngiluan nya.
Da di Jawa Barat mah wayah kiwari sigana mah geus carang walungan anu beresih caina, komo di dayeuh mah.
Alus tah acara téh, sing sering-sering diayakeunana.
Sing saréhat nya.

Du’a ti Abah Téa.


Leureus Abah, di Jawa Barat mah tos rada sesah milarian walungan anu masih bersih sareung asrimah..
makanya....iraha atuh abah ameungan ka Medan..
Nuhun Abah tina Do'ana.
Salam baktos,
Dedi Mulyadi
PWS Medan
Kang Dedi,

Kalau liat foto ini, kayanya enak kali.
Apa yang lagi diliat ? Sungai ? Atau ingeut lembur ?
Ah, Si Akang kamana wae meni sesah pendak sareng jalmi nu sibukmah.....milarian artosteh tong kamalinaan atuh Akang.
Itu baru lihat foto Kang, upami kanyataannamah mani asri nan indah....leures kang emut kan Garut lembur Urang.
Kapayunan mungkin PWS, supados lebih akrab lagi....tiasa diagendakeun acara jalan jalan, tapi biayanya kecil sareung tempatna teu patos teubih.
Salam Sukses,
DediMulyadi

Kang djodi, bagus banget tempatnya, suasananya.
Yang paling ngiri. Asap ngepul durukan lauk. eeeem enak kali.

Maaf kemarin nggak bisa datang, baru datang dari Bandung.
Selamat daaah, semoga dilain waktu bisa ikutan.

Asep Tatang
Wah memang bagus sekali tempatnya Kang , kebetulan jembatan gantungnya ngga sempat di photo , dan yang penting tempatnya dekat sekali dengan rumah kita di Johor , cuma 30 menit udah Sampai . . . .

Haturnuhun
Djodi