Menu Baru Web PWS Medan

Bergabunglah dengan Paguyuban Wargi Sunda versi FaceBook , dapatkan info PWS terbaru , Jangan lupa DOWNLOAD File berbentuk Powerpoint ( pps ) dari web ini , dan semuanya tentu saja Gratis untuk anggota dan pembaca setia Web PWS - Medan , Haturnuhun
Myspace tweaks at TweakYourPage.com

Kamis, 19 Maret 2009

FACEBOOK

facebook

Baraya, keur anu can boga akun (account) facebook (FB) carana kieu:

  1. urang kudu asup heula ka websitena FB http://www.facebook.com/
  2. Sanggeus muncul layer siga anu handap, prak geura eusian balangko anu aya. Sarupaning:

a. Nama depan : tulis ngaran sorangan, ulah ngaran tatangga!

b. Nama belakang : tulis ngaran “panjangna” atawa ngaran aki

c. Email anda : tulis alamat email sorangan

d. Kata sandi baru : “IEU PENTING” jieun “password anyar” lain password (anu di web) email urang, password anu alus kombinasi HURUP GEDE, hurup leutik, angka jeung rada panjang

e. Saya seorang : ieu mah tinggal milih jenis kelamin, ulah digambar ulah milih anu ka-3 atawa ka-4.

f. Tanggal lahir : tangtuna urang basa dibabarkeun teu nyaho tanggal sabaraha-sabarahana, percaya wae ka beja ti kolot.

  1. Click Daftar > coba heula bae siga kitu…


Rabu, 18 Maret 2009

Bibit Mangga


Suatu hari, Ada seorang pemuda sedang berlibur ke rumah kakeknya di desa di Jawa Barat. Saat tiba di sana, setelah melepas rindu dan beristirahat sejenak, sang Kakek si Kabayan menghidangkan sepiring irisan buah mangga yang menggiurkan warna dan aromanya.

"Wah, mangganya harum dan manis sekali kek, sedang musim ya. Saya sudah lama sekali tidak menjenguk kakek, sehingga tidak tahu kalau kakek menanam pohon mangga yang berbuah lebat dan seenak ini rasanya" ujar si pemuda sambil terus melahap mangga itu.

Dengan tersenyum Kakek menjawab,

"makanya, sering-sering lah menjenguk kakek, kakek rindu cucu kakek yang nakal dulu. Pohon mangga itu sebenarnya bukan kakek yang menanam. Kamu mungkin lupa, waktu kecil dulu, setelah menyantap buah mangga, kamulah yang bermain melempar-lempar biji mangga yang telah kamu makan. Nah, ini hasil kenakalanmu itu, telah bertumbuh menjadi pohon mangga dan sekarang sedang kau nikmati buahnya"

"Sungguh kek? Buah mangga ini hasil kenakalan waktu kecilku dulu yang tidak disengaja? Wah, hebat sekali. Aku tidak merasa pernah menanam, tetapi hasilnya tetap bisa aku nikmati setelah sekian tahun kemudian, benar-benar sulit dipercaya" si pemuda tertawa gembira sambil menyantap dengan nikmat mangga dihadapannya.

Si Kabayan melanjutkan berkata,
"Cucuku, walaupun engkau tidak sengaja melempar biji mangga di halaman itu, tetapi bila tanah lahannya subur dan terpelihara, dia tetap akan bertumbuh. Dan sesuai hukum alam, saat musim buah tiba, dia pasti akan berbuah. Sedangkan rasa buahnya manis atau tidak adalah sesuai dengan bibit yang kita tanam".

Malam hari, si pemuda merenungkan percakapan dengan kakeknya. Karena merasa penasaran, diambilnya biji buah mangga sisa di meja dan dibelahnya menjadi 2, dia ingin tahu sebenarnya apa yang ada di dalam biji buah mangga itu sehingga bisa menghasilkan rasa manis yang membedakan dengan biji buah mangga yang lain. Ternyata dia tidak menemukan perbedaan apapun.

Melihat tingkah si cucu , sang kakek menyela

"Cucuku, semua biji buah, tampaknya dari luar sama semua. Tetapi sesungguhnya, unsur yang ada di setiap biji buah itu berbeda, perbedaan itulah yang akan menghasilkan rasa, aroma dan warna setiap pohon mangga berbeda pula. Semuanya tergantung inti buahnya. Cucuku,

Demikian pula dengan manusia, tampak luar, setiap manusia adalah sama tetapi yang menentukan dia bisa berhasil atau tidak adalah kualitas unsur-unsur yang ada di dalamnya. Nah, ternyata alam mengajarkan banyak kepada kita. Bila ingin hasil yang baik, harus memiliki unsur kualitas yang baik pula, apakah kamu mengerti?".

"Terima kasih kek, saya sungguh bersyukur memutuskan datang kesini, semua ucapan kakek akan saya jadikan bekal untuk lebih giat belajar dan membenahi diri agar hidup saya lebih berkualitas". Ucapnya sambil memeluk tubuh rapuh sang kakek.

Pembaca yang luar biasa Hukum alam pada kisah si kakek ( Kabayan ) dan cucuknya tadi mengajarkan pada kita 2 hal.

1. Apa yang telah kita tabur, entah disengaja atau tidak, diingat atau dilupakan, entah kapanpun juga. Hukum alam mengajarkan, apa yang kita tanam kita pasti akan menuai hasilnya.

2. Bahwa manusia mempunyai kemiripan dengan inti biji buah mangga, tampak luar sama, tetapi kualitas unsur yang ada di dalam inti buahnya yang membedakan rasa, aroma dan warna si buah mangga. Demikian juga dengan manusia,

Kualitas mental yang didalamlah yang membedakan dan menentukan keberhasilan manusia di masa depan.
Mari kita perbaiki sikap, perhalus budi pekerti, jaga kebersihan hati dan selalu menggali potensi diri agar kesuksesan sejati bisa kita nikmati suatu hari nanti.

Sumber: Bibit Mangga oleh Andrie Wongso

Selasa, 17 Maret 2009

Rapat Pengurus PWS Medan , 15 Maret 2009

RAPAT PENGURUS PAGUYUBAN WARGI SUNDA

HARI : MINGGU

TANGGAL : 15 MARET 2009

TEMPAT : VILLA KANG TATANG SUBRATANG DI TANJUNG MORAWA

WAKTU : PUKUL 9.00 S.D 16.00

AGENDA : PEMBAHASAN RANCANGAN ANGGARAN DASAR, ANGGAN RUMAH TANGGA DAN MUSYAWARAH BESAR

PESERTA HADIR : 20 ORANG PENGURUS

7 ORANG ANGGOTA

15 ORANG KELUARGA ANGGOTA



1. Rapat yang seharusnya dimulai pukul 9.00 WIB sesuai dengan jadwal yang disampaikan kepada seluruh undangan, namun karena keterlambatan kehadiran beberapa pengurus/anggota, rapat baru dapat dimulai pukul 10.40 WIB.

2. Susunan acara rapat :

a. Pembukaan

b. Pembacaan Doa

c. Presentase Misi dan Visi serta program kerja PWS (Blue Print/Platform)

d. Pembahasan rancangan AD/ART

e. Pembahasan Rencana Musyawarah Besar

3. Pembacaan doa dipimpin oleh Ustadz H R Taufik



Suasana rapat pengurus PWS di Villa Kang Tatang di Tj. Morawa

4. Presentase Misi, Visi serta program kerja PWS disampaikan oleh Kang Iyuk Wahyudi, Sekretaris II mulai pukul 11.00 sampai dengan 11.45.

5. Pembahasan rancangan AD/ART di mulai pukul 11.45, mengingat waktu pembahasan rancangan AD/ART memerlukan waktu yang cukup lama, berdasarkan usul dari Kang Asep Tatang agar dibentuk Team Adhoc dan disetujui oleh seluruh peserta yang hadir, maka dibentuk team adhoc :

a. Teh Nina R Husein

b. Teh Risna Rahmi Arifa

c. Kang Asep Yudi

d. Kang Iyuk Wahyudi

e. Kang Ade Herdiyat

f. Kang Asep Syarifuddin

g. Kang Dede Hidayat

h. Kang Badri

i. Kang Dede Sutisna

j. Kang T Djatnika

k. Kang Arman

l. Kang H.R Taufik


Saat reses Meeting ( ngga mau kalah dengan anggota DPR )

6. Pukul 12.20 rehat, makan bersama dan shalat zhuhur berjamaah.

7. Pukul 13,30 team adhoc melanjutkan pembahasan rancangan AD/ART, untuk penyempurnaan soft copy rancangan AD/ART disampaikan kepada Teh Risna.

8. Rapat dilanjutkan dengan pembahasan rencana musyawarah besar PWS.

a. Waktu Musyawarah Besar, setelah konfirmasi melalui telepon dengan Kang Dani dan Kang Rahmat. Musyawarah besar dilaksanakan Minggu tanggal 19 April 2009, mulai pukul 10.00 sampai dengan selesai.

b. Tempat, Gedung Wisma Kartini Medan

c. Jumlah undangan antara 300 – 500 orang

d. Kepanitiaan :

Penasehat :

: 1. Ir. Rachmat Warganda

2. Kolonwl (Purnawirawan) Jana Sujana

3. Okky Sukardian, SE

4. Ir. Dipranata Imam Mustika

5. Dani Kustoni, SH, Mhum

6. Asep Yudi, SE



Suasana makan siang bersama


Panitia Pelaksana

(1). Ketua Panitia : Kang Iyuk Wahyudi, SE

(2). Wakil Ketua : Kang Ade Herdiyat, S.Sn

(2). Sekretaris : Kang T. Djatnika

(3). Bendahara : Teh Risna Rahmi Arifa, SH

(4). Seksi-seksi :


(a). Dana : 1. Kang Tatang Subratang

2. Kang C. Sulaiman

3. Teh Yani


(b). Acara :

1. Teh Nina R Husein, SH

2. Kang Yanyan Hendrawan, S.Pt


(c). Persidangan : Kang Badri Ma’rup

(d). Akomodasi : 1. Kang Arman Fajri

2. Kang Asep Syarifuddin

3. Kang Ismed

4. Kang Iwan Akhdar

(e). Transportasi : 1. Kang Ade Hidayat, SE

2. Kang Ir. Cecep Wiwaha

3. Kang Dede Sutisna


(f). Publikasi dan : 1. Kang Ir. Djodi Ismanto

Dokumentasi

2. Kang Ir. Dedi Mulyadi

3. Kang Saryo


(g). Konsumsi :


1. Ibu Tatang Subratang

2. Teh Nana Diana

3. Teh Maya

4. Teh Ani

5. Teh Iyus

6. Teh Yeyet Herayati

7. Teh Desi



Serius memperhatikan paparan visi dan misi PWS

e. Susunan Acara

(1). Pembukaan

(2). Laporan Ketua Panitia

(3). Laporan Ketua Umum PWS

(4). Penyerahan Pataka, dari Ketua Umum PWS kepada Ketua Persidangan

(5). Pembacaan Doa

(6). Penutup

(7). Sidang Presidium

(8). Pembacaan Tata Tertib

(9). Pemilihan Ketua Umum PWS masa bakti 2009 – 2011

(10). Pengesahan / pelantikan kepengurusan PWS masa bakti 2009 – 2011

(11). Penyerahan Pataka dari Ketua Persidangan kepada Ketua Umum PWS yang baru

(12). Pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, oleh pengurus PWS yang baru

(13). Penutupan

9. Rapat selesai pukul 16.00



Team perumus berkumpul bersama membahas Musyawarah Besar PWS

Senin, 16 Maret 2009

PUTUSKAN, HIDUPI, TANGGUNG JAWAB!

Anda bergabung dalam sebuah atrian di sebuah toko roti atau donat. Lalu sampai giliran Anda. Tidak peduli seberapa tinggi selera makan Anda, seberapa lapar Anda, dan seberapa luas daya tampung perut Anda, Anda tetap harus MEMILIH.

Anda tidak mungkin mengambil semua yang ada dan menikmati semuanya. Saya jadi berpikir, ini sebuah ide cemerlang yang diumpankan oleh para pemilik restoran 'buffet'. Saya masuk dan mengira bahwa saya membayar harga yang murah untuk semua PILIHAN yang ada dan kuantitas yang mungkin akan saya nikmati. Tapi di ujungnya, bisa tidak semurah itu, karena toh saya tetap harus MEMILIH dan tidak bisa memakan semuanya. Kalau dipaksa, malah tidak saya nikmati sama sekali!

Hidup pun sama persis. PILIHAN bertebaran di mana-mana. PILIHAN teman, pasangan, pekerjaan, tempat tinggal, usaha, investasi, dll. PILIHAN perasaan, tindakan, pikiran. Apapun persepsi kita mengenai kesanggupan kita untuk mencakupi semuanya, kita tetap harus MEMILIH yang mana yang akan kita prioritaskan. Yang mana yang menjadi PILIHAN utama. Bukan karena kita tidak menyukai yang tidak kita PILIH, tapi karena pikiran dan perilaku kita terbatas.

Siklusnya sederhana kok.

Pertama, PUTUSKAN. Setelah itu? HIDUPI KEPUTUSAN tersebut. Lalu? Ber-TANGGUNG JAWAB-lah pada hasil yang didapatkan. Suka hasilnya dan bermanfaat? Teruskan. Tidak suka? PUTUSKAN yang berbeda. HIDUPI lagi. Dan TANGGUNG JAWAB pada hasilnya lagi. Begitu seterusnya.

Life is sooooo simple! Sederhana sekali. Semuanya diawali dengan KEPUTUSAN. Setiap milestone atau tahapan diakhiri dengan TANGGUNG JAWAB. Lalu PUTUSKAN lagi.

Pagi, bangun, PUTUSKAN seperti apa hari yang Anda inginkan. Mau happy? Boleh. Mau bete? Boleh. Mau marah? Boleh. Mau ngambek? Boleh. Terserah kita masing-masing. Lalu? HIDUPI saja! Kalau PUTUSKAN mau bete sepanjang hari, bete-lah! Lalu?

TANGGUNG JAWAB-lah dengan hasil ke-bete-an kita. Jangan komplain di akhir hari kalau kita memang bete. Tidak usah cari lagi penyebab ini-itu.

Anda masuk kerja hari ini? PUTUSKAN mau 'benar-benar' berada di tempat kerja, atau pikiran dan konsentrasi melayang ke mana-mana. Disetrap bos? HIDUPI dan TANGGUNG JAWAB!

Tidak suka dengan hasil itu? PUTUSKAN lagi yang berbeda, atau PUTUSKAN yang sama, dan HIDUPI lagi KEPUTUSAN yang sama besok.

Sudah PUTUSKAN PILIHAN pekerjaan atau pasangan? HIDUPI saja dan TANGGUNG JAWAB lah pada PILIHAN tersebut. Suka? Enjoy! Teruskan!

Tidak suka? PUTUSKAN yang lain!
Tidak bisa, atau tidak mau, atau tidak boleh? Nikmati saja kalau begitu dan STOP komplain! TANGGUNG JAWAB! Hormati KEPUTUSAN sendiri, hormati diri sendiri!

Sederhananya, kalau tidak bisa menghormati KEPUTUSAN sendiri, tidak mau TANGGUNG JAWAB KEPUTUSAN sendiri, tidak usah muluk-muluk minta orang lain menghormati KEPUTUSAN kita atau berusaha menghormati KEPUTUSAN orang lain, dan tidak usah muluk-muluk minta TANGGUNG JAWAB orang lain.

Mau yang simple? PUTUSKAN, HIDUPI, TANGGUNG JAWAB!

Have a positive day!
Kang Hingdranata Nikolay

Director
INSPIRASI INDONESIA / NLP INDONESIA
Kondominium Rajawali, Town House No.20
Jl. Rajawali Selatan I/1B
Jakarta Pusat 10720
+6221-64700221/ 64700422

Sabtu, 07 Maret 2009

Rahasia di Balik Sakit


Menjenguk Kang Asep Dasuki ( kanan ) di RS Elizabeth - Medan , alhamduliah kondisinya makin membaik , Cepat sembuh nya Kang.

Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah ta'ala berfirman yang artinya,

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) . Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan. " (QS. al-Anbiyaa': 35).

Sahabat Ibnu `Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur'an- menafsirkan ayat ini:

"Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan." (Tafsir Ibnu Jarir).
Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia.
Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar

Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda yang artinya,

"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)
Sakit akan menghapuskan dosa

Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan.

Sebagaimana firman Allah ta'ala,

"Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan mu)." (QS. asy-Syuura: 30).
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,

"Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)
Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda yang artinya,

" Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi. (HR. Muslim)
Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,

"Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka." (HR. Al Bazzar, shohih)

Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya

Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal `afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya.

Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri.

Allah ta'ala berfirman yang artinya,

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. al-An'am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)
Terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah
Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini:

"Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari."
(Lihat Do'a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)
Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya.

Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,

"Sesungguhnya Allah ta'ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan." (HR. Tirmidzi, shohih). Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Amin.
Penulis: Abu Hasan Putra

Selasa, 24 Februari 2009

Silaturahmi dengan Senior Urang Sunda di Sumut

Ki-ka , Kang Djatnika , Kang Iyuk , Kang Tata ( PTP II ) & Kang Arman

Minggu malam , 12 Februari 2009 diadakan silaturahmi antara para Senior Urang Sunda antara petinngi dari PTP II yaitu Kang Rachmat ( Direktur ) di dampingi oleh staff Kang Aminudin dan Kang Tata dari PTP II , selain itu hadir pula Kang Asep ( Komandan Detasemen I Intel Kodam I Bukit Barisan ) , sementara dari Paguyuban Wargi Sunda - Medan , diwakili oleh pengurus inti antara lain ; Kang Djodi , Kang Djatnika , Kang Iyuk ( Sekjen ) , Kang Dedi Mulyadi , Teh Nina , Teh Risma ( Bendaharan dan Seksi Usaha ) , Kang Mayor Badri , Kang Arman , Kang Ade Herdiat ,( Humas dan Kesenian dan Kang Asep Yudi ( Wakil Ketua )



Tujuan dari pertemuan yang berlangsung di restaurant Trader - Medan ini , adalah mensosialisasikan visi , misi serta etika organisasi kepada para Senior , disamping menggalang silaturahmi dan kerjasama dalam berbagai rencana kegiatan PWS - Medan



Kang Mayor Badri ( kiri , infanteri Kodam BB , menuturkan maksud dan kegiatan yang dilakukan kepada Kang Rachmat ( kanan , Direktur PTP II )



Sosialisasi dibawakan oleh Kang Iyuk ( paling kiri , Sekretaris II ) yang memaparkan sejarah , kegiatan , organisasi , adata anggota , media komunikasi serta blue print visi dan misi Paguyuban Wargi Sunda - Medan


Selain dari itu , Kang Djatnika ( Sekretaris I ) menjelaskan program data base anggota PWS yang telah computerized . sehingga keakuratan data sangat valid dan mudah di up to date setiap saat



Acara diakhiri dengan makam malam bersama.
Sementara Kang Rachmat selaku kapasitas nya sebagai Direktur PTP II serta Kang Asep ( Komandan Det I Intel Kodam BB ) sangat memahami dan mendukung visi dan misi PWS - Medan , serta siap melakukan kerjasama dan sinergy dengan semua rencana kegiatan Paguyuban Wargi Sunda - Medan.

PWS Medan sangat berterima kasih atas goodwill yang diberikan oleh para Senior Urang Sunda di Sumut dalam memajukan kegiatan PWS di Sumatera Utara

Jumat, 13 Februari 2009

AIR atau AWAN ?

Di sebuah tempat nan jauh dari kota disebuah tempat di Jawa Barat , tampak seorang pemuda bergegas menuju surau kecil. Wajahnya menampakkan kegelisahan dan kegamangan.
Ia seperti mencari sesuatu di surau itu.

"Assalamu'alaikum, Kabayan " ucapnya ke Kabayan yang terlihat sibuk menyapu ruangan surau. Spontan, si Kabayan itu menghentikan sibuknya. Ia menoleh ke si pemuda dan senyumnya pun mengembang.

"Wa'alaikumussalam. Mangga. Mari masuk!" ucapnya sambil meletakkan sapu di sudut ruangan.
Setelah itu, ia dan sang tamu pun duduk bersila.

"Ada apa, Jang ?" ucapnya dengan senyum yang tak juga menguncup.
"Kabayan , Aku diterima kerja di kota!" ungkap sang pemuda kemudian.
"Syukurlah," timpal si Kabayan bahagia. "Kabayan, kalau tidak keberatan, berikan aku petuah agar bisa berhasil!" ucap sang pemuda sambil menunduk.

Ia pun menanti ucapan si Kabayan di hadapannya.

"Jang , Jadilah seperti air. Dan jangan ikuti jejak awan," untaian kalimat singkat meluncur tenang dari mulut si Kabayan.
Sang pemuda belum bereaksi. Ia seperti berpikir keras memaknai kata-kata Kabayan.

Tapi,tak berhasil. "Maksud, Kabayan?" ucapnya kemudian.
"Jang , Air mengajarkan kita untuk senantiasa merendah. Walau berasal dari tempat yang tinggi, ia selalu ingin ke bawah. Semakin besar, semakin banyak jumlahnya; air kian bersemangat untuk bergerak kebawah. Ia selalu mencari celah untuk bisa mengaliri dunia dibawahnya," jelas si Kabayan dengan tenang.

"Lalu dengan awan,Kabayan?" tanya si pemuda penasaran.

"Jangan sekali-kali seperti awan, Jang. Perhatikanlah! Awan berasal dari tempat yang rendah, tapi ingin cepat berada di tempat tinggi.
Semakin ringan, semakin ia tidak berbobot; awan semakin ingin cepat meninggi," terang si Kabayan begitu bijak.

"Tapi Jang," tambahnya kemudian. "Ketinggian awan cuma jadi bahan permainan angin."

Dan si pemuda pun tampak mengangguk pelan.

Jumat, 06 Februari 2009

4 Skenario

4 Skenario

Skenario I

Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi. Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut.(nJadi ingat pengalaman pribadi dari Bekasi menuju Kantor di Sunter dulu )

Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki.

Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.

Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita.

"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih," kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.

Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.


Skenario 2

Sekarang kita beralih kepada skenario kedua.

Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.

Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita.

Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang.

Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata,

"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih."

Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut.

Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita).

Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.


Skenario 3

Marilah kita beralih kepada skenario ketiga.

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun dari kereta.

Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita. Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita.

"Halo, selamat siang, Pak.

Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang," kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada kita.

Orang yang menemukan handphone kita berkata,

"Oh, ini handphone bapak ya. Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti ya."

Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui "orang baik" tersebut.

Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang.

Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?

Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua bukan?

Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.


Skenario 4

Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat.

Sampai akhirnya kita tiba di rumah.

Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS :

"Bapak / Ibu yang budiman.

Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang.

Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya.

Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. "

SMS pun dikirim dan tidak ada balasan.

Kita sudah putus asa.

Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita.

Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya.

Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.

Bagaimana kira-kira perasaan kita?

Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu.

Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita.

Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?

Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario ketiga).


Moral

Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?

Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang menemukannya.

Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita.

Kita berikan dia ucapan terima kasih.

Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta.

Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.

Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun dari kereta.

Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.

Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita.

Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.

Ada sebuah hal yang aneh di sini.

Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik?

Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan?

Dia adalah orang pada skenario pertama.

Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas.

Manakah orang yang paling tidak baik?

Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu.

Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar.

Apa yang sebenarnya terjadi di sini?

Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit.

OK, kenapa bisa begitu?

Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap skenario.

Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.

Pada skenario kedua, kita juga belum merasakan kehilangan karena saat itu kita belum sadar, tetapi kita membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta.

Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.

Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu.

Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.

Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.

Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?

Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.

Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita.

Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.

Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.

Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur?

Sebaiknya tidak.

Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada.

Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita.

Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh.

Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.

Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan.

Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.


Semoga dapat menjadi renungan dan berguna, untuk dapat membuat hidup lebih bermakna,

Salam pengabdian,

Djodi Ismanto

Senin, 02 Februari 2009

Nyoreang Alam Katukang


Paguyuban Wargi Sunda ( PWS ) Medan lestarikan budaya seni Sunda.


Dalam rangka mendukung program pembangunan nasional berbudaya , Paguyuban Wargu Sunda ( PWS ) Medan sebagai salah satu wadah organisasi sunda di pangumbaraan , turut mendukung program tersebut melalui aplikasi karya nyata.


Salah satunya yang dilakukan oleh PWS Medan adalah pembuatan Album CD Apresiasi Khasanah kesenian Sunda ” Nyoreang Alam Katukang ” sebagai bagian dari produk kebudayaan masyarakat Sunda.


Demikian sambutan ketua umum PWS – Medan , Kompol Dani Kustoni , SH,S.IK,M.Hum , pada kata sambutan yang tertulis di cover dalam kemasan CD kesenian Sunda ” Nyoreang Alam Katukang ” yang dilansir oleh PWS – Medan baru – baru ini.


Font size
Text Color Link Align Left Align CenterAlign RightNumbered List Bulleted List BlockquoteCover depan CD

Diharapkan dengan hal ini dapat menumbuhkembangkan kembali nilai – nilai dan norma – norma budaya masyarakat Sunda melalui media seni.


Adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi PWS Medan , manakala generasi muda masyarakat Sunda di pangumbaraan dapat melestarikan nilai – nilai budaya Sunda warisan nini-aki , demikian tambah Kang Dani.

CD yang dikemas dengan apik ini ( lihat gambar ) dengan latar belakang panorama alam Pasundan sedikitnya memuat 7 jenis kesenian Sunda dan satu lagu Mars PWS Medan sebagai pembukanya adalah :



Cover Dalam CD berisi Sambutan dan Susunan Pengurus PWS - Medan


1. Mars PWS Medan

2. Degung

3. Celempungan

4. Pencak Silat

5. Ketuk Tilu

6. Genjring Bonyok

7. Kliningan

8.Toleat



Cover Belakang CD

Penjelasan detail tiap seni sunda yang ditampilkan ditulis dengan lengkap pada Album CD tersebut hingga dapat meningkatkan awereness khususnya generasi muda Urang Sunda.

Dan karya inilah yang dapat PWS Medan persembahkan bagi seluruh warga Paguyuban Wargi Sunda di pangumbaraan , dengan harapan semoga karya nyata ini dapat membawa kita kembali ” Nyoreang Alam Katukang

Seperti yang dikatakan pepatah bijak ” Kalau Bukan Kita Siapa lagi . . . .”


Bagi Akang / Teteh yang berminat memiliki silahkan mereply email ini ke :

adindagolid@yahoo.com atau ke dedimulyadi27@yahoo.com

atau menghubungi kami ke HP 0811650423 ( Kang Dedi Mulyadi , Bendahara PWS ).

Kami harapkan bantuan partisipasinya sebesar Rp. 30.000,- ( Tiga puluh ribu rupiah ) sebagai pengganti biaya produksi.


Haturnuhun ka :

Bambu – Bambu ( Bandung )

Kang Endang ( Studio STSI Bandung )

Dan seluruh mitra kerja PWS yang mendukung program ini.

Geling suling jentreng kacapi

matak nyuat nurihan ati

Gamelan jeung haleuang tembang

beuki matak sumoreang

da hate mah aya kamelang

Duh sarakan . . . .

najan urang paanggang

kadeudeuh mah tetep pageuh

kacinta hamo sulaya

sabab Ki Sunda teteg ajeg na adeg-adeg

tetep gandang na tangtungan

mo laas kasilih jaman . . .

Paguyuban Wargi Sunda – Medan

www.pwsmedan.blogspot.com