Menu Baru Web PWS Medan

Bergabunglah dengan Paguyuban Wargi Sunda versi FaceBook , dapatkan info PWS terbaru , Jangan lupa DOWNLOAD File berbentuk Powerpoint ( pps ) dari web ini , dan semuanya tentu saja Gratis untuk anggota dan pembaca setia Web PWS - Medan , Haturnuhun
Myspace tweaks at TweakYourPage.com

Selasa, 15 April 2008

Sang Harimau


Disuatu waktu ada seekor harimau yang amat jahat dan buas. Dia selalu memangsa manusia dan memakannya sampai tak bersisa, dia selalu turun kedesa-desa sekitar hutan pada saat malam untuk memangsa.

Segala cara dilakukan oleh para penduduk desa untuk menghalaunya, tapi semuanya tidak menghasilkan. Sang harimau jika terluka malah semakin berlipat ganda kekuatannya dan semakin menggila memangsa para penduduk desa, yang tadinya 1 orang bisa menjadi 5 orang sehari.

Akhirnya para kepala desa sekitar berembug dan menawarkan suatu persetujuan pada sang harimau.

"Kami akan memberikanmu setiap hari makanan/daging, tapi kami mohon jangan ganggu kami"
"Baiklah, antarkan setiap sore" kata sang harimau dingin
Tetapi tetap saja kadang-kadang sang harimau turun ke desa untuk memangsa para penduduk desa.
"Kenapa kamu masih memangsa kami..?!" para kepala desa protes
"Diamlah..!, kadang-kadang lidahku ini ingin merasakan daging manusia juga, jadi kalian harus pasrah atau aku akan memangsa lebih banyak lagi manusia"
Mereka hanya bisa pasrah dan akhirnya meninggalkan desa-desa itu.
Dalam waktu 1 bulan desa-desa disekitar hutan itu tidak berpenduduk dan kabar tentang sang harimau yang jahat itu tersebar luas sampai ke pelosok negeri. Sang harimau merasa kesepian juga, terkadang setiap malam ia sering duduk merenung dijalanan desa-desa itu.
Suara hati nuraninya berteriak-teriak bahwa dia adalah seekor harimau amat jahat dan harus bertobat, tiba-tiba timbul rasa sesal didalam dirinya, oh dia benar-benar ingin bertobat.

Selang 1 tahun kemudian seorang yang cerdik pandai muda melewati salah satu dari desa itu. Karena hari sudah terlalu sore sebut saja si Kabayan memutuskan untuk bermalam di desa yang tidak berpenduduk itu sambil mencari tahu mengapa desa ini tidak berpenduduk.

Si Kabayan juga sudah mendengar tentang desas desus harimau jahat tersebut, tapi ia ingin membuktikan sendiri.

Malam semakin larut, Kabayan terbangun oleh suara napas berat diluar rumah, dia segera melompat keluar dan dilihatnya sang harimau duduk memandangi bulan yang bulat.

Tubuhnya kurus dan wajahnya kelihatan lesu, selama 1 tahun ini sang harimau hanya makan ikan dan kadang umbi-umbian hutan.
"Jika aku bertemu kamu 1 tahun yang lalu, mungkin kamu sudah tercabik-tercabik oleh taring dan cakarku, Kabayan.." sang harimau membuka percakapan

"Lalu sekarang kenapa tidak..?" Kabayan membalas
"Aku menyesal Kabayan, aku baru menyadari sekarang bahwa terkadang aku senang melihat anak-anak manusia berlarian-larian nakal bermain. terkadang aku juga rindu duduk mengobrol dengan ayah mereka yang bekerja di sawah dan duduk bercanda dengan ibu mereka. tapi nampaknya sekarang sudah terlambat.." Sang harimau berkata lesu.

"Belum...!, asal kamu mau bersumpah dan berjanji tidak akan memangsa & menyakiti mereka lagi"
"Baiklah aku bersumpah dan berjanji tidak akan memakan dan menyakiti mereka lagi..!" Sang harimau berkata tegas

Sejak saat itu si Kabayan membantu memberitakan dan mengabari keseluruh desa yang dilewatinya bahwa sang harimau sudah bertobat. Desa-desa itu kembali berpenduduk, hubungan harmonis tercipta antara sang harimau dan para penduduk selama kurun waktu bertahun-tahun.

Sampai suatu hari si Harimau tengah duduk dipinggir jalan, ada seorang mabuk yang menabraknya
"Bodoh kau, kenapa duduk ditengah jalan..!!!" teriak si mabuk
"Aku duduk dipinggir jalan, kawan. kamu yang menabrakku" sang harimau berkata lembut
"Ah, kau yang menghalangi jalanku..!, sudah salah tidak minta maaf, sana pergi..!!" si mabuk menendang sang harimau

"Baiklah.." sang harimau menyingkir
Tetapi si mabuk kembali mencari gara-gara dan menghampiri sang harimau kembali
"Sudah kubilang jangan menghalangi jalanku..!!. .buk..!" kembali si mabuk menendang sang harimau
"Kawan kau yang menghampiri ku kali ini.." sang harimau membela diri
"..Ah diamlah .. . .buk" si mabuk kembali menendang

Sang harimau akhirnya kembali masuk ke hutan dengan hati kesal, demi janji dan sumpahnya bertahun-tahun yang lalu dia tidak melawan.

Sejak peristiwa itu semua penduduk merendahkan dirinya, anak-anak meludahi dan mengencinginya, kadang-kadang jika dia meminta makanan dengan sopan malah diusir seperti kucing buduk, jika ia ingin mengobrol dengan penduduk desa yang sedang bekerja disawahnya malah yang meladeninya anjing si pemilik sawah, hutannya pun semakin gundul ditebangi untuk dibuka lahan baru

Suatu hari dia turun ke desa untuk meminta makanan.
"Bu, bolehkah aku meminta sekerat daging...aku sudah teramat lapar..? sang harimau meminta sopan
"Enak saja...! kamu kira semuanya bisa gratis didunia..! pergi sana...!" si ibu muda yang cantik itu mengomeli.
"Tak apalah jika tidak ada daging, makanan apa saja aku mau, yang penting aku bisa makan dan mengisi perutku ini" sang harimau kembali memelas.

"Sudah kubilang pergi..!" si ibu membentak sambil memukulkan tongkat ke tubuh sang harimau
Sang harimau sudah tidak tahan, teringat masa kejayaannya dulu dimana dia amat ditakuti manusia, dia menjadi gelap mata, cakar tajam nan runcing keluar dari jarinya, ia lalu menggeram, dengan cepat ia menerkam si ibu dan menggigit lehernya sampai koyak, si ibu tewas seketika.

Tidak cukup dengan itu dia membantai semua penduduk desa, kemarahannya selama ini dikeluarkan bagaikan ledakan nuklir saja, tidak pandang bulu laki-laki, perempuan, tua, muda, dan anak-anak dihabisinya.

Setelah selesai semuanya itu dia tersadar, dilihat cakarnya yang penuh darah, dirasakan taringnya masih ada sekerat daging manusia, ia terduduk diam, potongan-potongan tubuh bergelimpangan disekelilingnya dan sepanjang jalan didesa itu.

Lalu ia berlalu pergi dan mencari si Kabayan yang bertahun-tahun lalu menyuruhnya bersumpah.

Kabayan kini telah tua dan menetap di dusun disuatu desa.
"Kabayan , ternyata menjadi baik tidak cocok dengan diriku" kata sang harimau
"ada apa temanku..?" Kabayan bertanya

Lalu sang harimau bercerita dari awal sampai akhir segala sesuatu yang dialaminya sejak dia bersumpah dan berjanji.

"Nah, sekarang aku akan menjadi seperti dulu lagi, dimana aku sangat ditakuti manusia dan hutanku masih hijau, jadi kumohon lakukan upacara pelepasan sumpah dan janjiku, dan sebagai upahnya aku tidak akan memakanmu dan penduduk desamu ini " sang harimau berkata dingin menutup ceritanya.

Kabayan terdiam dan menganalisa cerita sang harimau, selang beberapa saat Kabayan bekata.
"Temanku, kamu telah berlaku benar, cuma kamu sangat bodoh..!"
"Maksudmu... ??!" sang harimau menggeram mulai naik darah
"Memang aku menyuruhmu bersumpah dan berjanji untuk tidak menyakiti dan memangsa manusia, tapi tidak untuk memintamu berhenti mengaum kan.."

" ????..." Sang Harimau

" So . . .be clever like a snake, and also be gentle/honest like a Pigeon"

Bukti Bahwa Kita Pernah Ada


Sekalipun tidak pernah melihat dinosaurus secara langsung, anda percaya bahwa mahluk itu memang pernah menghuni bumi kita. Apakah anda juga percaya bahwa mahluk-mahluk dalam film fiksi ilmiah seperti naga penyembur api dan kuda unicorn benar-benar pernah ada dibumi ini?

Saya yakin anda sependapat bahwa itu hanyalah mahluk khayalan belaka.

Anda tidak pernah melihat langsung dinosaurus. Tidak juga unicorn atau naga. Tetapi, mengapa anda yakin bahwa dinosaurus pernah ada sedangkan yang lainnya sekedar dongeng saja?

Itu karena kita semua dapat menemukan jejak dinosaurus berupa fosil-fosil yang ditinggalkannya.
Naga dan Unicorn? Tidak.
Kesimpulannya tentu saja; Ada bukti bahwa dinosaurus pernah ada.

Lantas, bagaimana dengan kita?

Alkisah, Tuhan mengijinkan setiap orang beriman yang sudah meninggal untuk berkunjung ke dunia. Hanya satu kali. Hanya satu hari. Mereka boleh menggunakan kesempatan itu untuk melakukan apa saja didunia ini. Biasanya mereka berkunjung menemui sanak famili dan orang-orang terkasihnya, untuk sekedar melakukan satu hal yang ingin dilakukannya terakhir kali.

Namun, mereka tidak bisa berkomunikasi kecuali dengan anak-anak kecil. Karena kebanyakan orang dewasa tidak bisa merasakan kehadirannya. Salah satu dari orang beriman itu keluar dari pintu sorga, lalu terbang menuju rumah dimana orang-orang yang dikasihinya tinggal. Sesampai didepan rumah, dia mengetuk pintu sambil berucap salam.

" Bunda, ada tamu." Kata cucunya yang lucu.
Bundanya bilang "Mana?" Lalu dia kembali kedapur.
Sekali lagi orang beriman itu mengucap salam. "Ayah, ada tamu." Kata sang cucu lagi.

Ayahnya tersenyum. Lalu melanjutkan membaca koran.

Orang itu sekali lagi mengucap salam. Dan kali ini sang cucu membalas salamnya sambil berlari kearah pintu. "Kakek!?" katanya berseru seraya memeluk kakeknya yang sudah sangat lamaaaaaaaa sekali tidak bertemu. Mereka berpelukan.

"Aku kangen sama kakek.....," kata anak itu. Tiba-tiba saja dari sudut mata sang kakek mengalir air mata sebening kaca.
Kembali terbayang saat-saat dimana dia menggendong cucunya ketika masih bayi. Membimbingnya untuk belajar berjalan.
Mengajarinya naik sepeda.
Menemaninya bermain ditaman.
Rasanya, dia masih ingin menjalani semuanya itu.

Tetapi kali ini , waktunya hanya satu hari saja. Sejenak, dia berpikir tentang apa yang akan dilakukannya bersama sang cucu tercinta. Dia ingin itu menjadi saat paling istimewa bagi cucunya. Dia ingin itu menjadi bekal paling berarti bagi kehidupannya kelak. Dan dia ingin, kesempatan terakhir yang dimilikinya menjadi warisan paling bermakna darinya.

"Cucuku," katanya dengan penuh kasih. "Kakek ingin mengajakmu berjalan-jalan. "
"Naik sepeda seperti dulu, Kek?" Mata cucunya berbinar-binar.
"Tidak," kata sang kakek."Kita akan terbang...." lanjutnya kemudian.

Sang cucu berteriak kegirangan. "Horeeeee aku akan terbang. Aku akan terbang!" serunya sambil berlari-lari dari ruang tamu. Lalu ke dapur. Ke halaman belakang. Kemana-mana.

"Aku akan terbang bersama kakek," katanya lagi.
Bunda dan Ayahnya geleng-geleng kepala sambil tersenyum

Sekali lagi Ayah dan Bunda saling bepandangan. Lalu mereka tersenyum. Dan; "Iya, sayang. Titip salam sama kakek ya..." kata Bunda sambil mencubit pipinya yang tembem.

Anak itu lari kehalaman depan. Memeluk kakeknya. Lalu mereka terbang.Dari ketinggian, mereka melihat gedung menjulang. Gedung yang indah. Lagi megah. "Lihatlah gedung itu Cucuku," katanya. Sang cucu melihatnya dengan kagum. Ribuan orang keluar masuk gedung itu, sambil sesekali mereka berdecak kagum atas keindahannya. "Dulu, kakek ikut membangun gedung itu," katanya.

Dan benar, diantara dinding yang kokoh anak itu melihat sidik jari kakeknya. Lalu mereka kembali terbang.Tiba-tiba, mereka melihat sebuah taman yang indah.

"Lihatlah taman itu Cucuku," kata sang Kakek. Sang cucu melihatnya dengan takjub. Ribuan orang asyik bermain ditaman itu. "Dulu, kakek ikut menanam pepohonan disana," katanya. Dan benar, ketika mereka melintas diatas taman itu, semua pohon yang dulu ditanam sang kakek merunduk penuh hormat.

Lalu, mereka kembali terbang.Dari atas sana, mereka melihat jembatan panjang. Melintang diatas sungai yang lebar lagi dalam. "Lihatlah jembatan itu Cucuku," kata sang kakek. Ribuan kendaraan berlalu lalang diatasnya. "Dulu Kakek ikut menancapkan tiangnya," Dan benar, ketika mereka terbang diatasnya, tiang-tiang jembatan itu membungkuk khidmat.


Lalu, mereka terbang kembali.Sepanjang hari itu, sang kakek menunjukkan kepada cucunya semua hal yang sudah dibangunnya ketika dia masih hidup. Dan sang cucu begitu terkagum-kagum atas semua pencapaian yang sudah dibuat oleh kakeknya.

Lalu dia berkata; "Aku ingin seperti Kakek," katanya."Oh, ya?" jawab sang Kakek.
"Kalau aku sudah menjadi kakek-kakek nanti," kata anak itu, "Aku mau membawa cucuku terbang."
"Oh, ya?" kata sang kakek.
"Aku mau tunjukkan kepadanya semua yang pernah kubuat semasa hidupku."
"Kamu akan membangun gedung-gedung seperti kakek?" katanya.

"Tidak." jawab sang cucu.
"Taman?""Tidak."
"Jembatan?" "Tidak.""Lantas, apa?"
"Aku mau membangun apa saja yang bisa membuktikan bahwa aku pernah ada." kata cucunya dengan mantap.

"Kakek belum mengerti apa yang kamu katakan, Cucuku." kata sang kakek dengan penuh kebanggaan.

"Aku ingin agar semua orang bisa mengenang aku meskipun aku sudah meninggal kelak, Kek."

"Oh, ya?""Iya." katanya. "Seperti orang-orang yang saat ini mengagumi semua yang pernah kakek buat dimasa kakek hidup dulu."

Kakeknya tersenyum bahagia. Bermanfaat sudah waktu satu hari yang Tuhan berikan kepadanya. Dihadapannya kini berdiri seorang anak kecil yang siap melakukan sesuatu dalam hidupnya.

Sesuatu yang layak dikenang.
Sesuatu yang patut dikagumi.
Sesuatu yang pantas diingat.
Sesuatu yang membuktikan bahwa dia pernah ada.

"Mari kita pulang Cucuku," kata sang kakek. Lalu mereka kembali terbang. Hari sudah malam ketika mereka tiba dirumah. Dan saat anak itu berada dihadapan Ayah dan Bunda, mereka seolah-olah terkejut karenanya.

"Darimana saja kamu, Nak?" kata mereka dengan cemas.
"Aku habis terbang bersama, Kakek." kata anak itu.
"Jangan main-main, Nak." kata mereka. "Kamu tidak boleh lagi pergi seperti itu."

Anak itu tersenyum. "Baiklah, Bunda." katanya. "Tapi kalau aku sudah besar nanti," lanjutnya. "Aku akan membuat sesuatu yang menjadi bukti bahwa aku pernah ada."

Ketika anak kecil itu tertidur pulas, Ayah dan Bunda memandang wajahnya yang bening dalam tidur penuh senyum.

Ayah Bunda saling pandang, lalu mereka berkata;"Bukti bahwa kita pernah ada?"

Ya. Bukti bahwa kita pernah ada.


Kang Dadang Kadarusman

Senin, 14 April 2008

Burung atau Kipas


Anda sudah pernah melihat burung ?
Anda juga pernah melihat kipas ?
Terimakasih Anda sudah menjawab.


Pernah kita menyaksikan di televisi, bagaimana warga masyarakat dan petugas atau aparat berusaha keras membujuk seseorang yang akan melakukan bunuh diri.
Dan di koran, Anda juga mendapati berita tentang orang yang melakukan tindakan bunuh diri.

Banyak motif mengapa orang melakukan tindakan nekad bunuh diri, satu di antaranya adalah stress atau deperesi akibat merasa terkucil, terasing dan merasa tidak diperhatikan.Dalam keseharian kita sering menjumpai saudara kita, kerabat dan teman – teman kita mengeluhkan bagaimana mereka diperlakukan oleh lingkungan yang menurut mereka telah mengabaikan keberadaan mereka.

Seorang anak merasa tidak diperhatikan orang tuanya,
seorang suami atau isteri merasa tidak diperhatikan oleh pasangannya,
seorang karyawan merasa tidak diperhatikan oleh atasannya.

Kebanyakan dari mereka, lebih memilih memendam dan menganggap apa yang mereka alami sebagai nasib yang harus mereka terima, sehingga tidak ada tindakan nyata yang mereka ambil untuk keluar dari tekanan yang mereka keluhkan.

Mereka senantiasa mengeluhkan hal yang sama dari waktu ke waktu.
Lama – kelamaan menjadi akut, sehingga mereka yang mengalami “tekanan” cenderung mengabaikan kemungkinan – kemungkinan baik yang disarankan baginya.

Ya, dia sih enak. Punya keluarga yang memperhatikan, punya pangkat bagus dan keluarga yang setia.”

Tapi di lain waktu,

Ya, itu salah dia sendiri. Dia kan memang urakan dan tidak tahu diri, makanya keluarganya mengacuhkan dia. Dan dia juga dipecat dari pekerjaannya. Ya nasib dia lah itu.”

Lha terus, sebenarnya maunya itu seperti apa ?
Begini dikomentari sinis, begitu dikomentari negatif. Pliiissss deh !

Anda tahu mengapa orang – orang menjadi begitu menonjol di dalam kelompoknya, dan mengapa pula orang menjadi semakin tenggelam dan tertekan di dalam kelompoknya.
Orang yang menonjol, mereka mempergunakan falsafah burung.

Burung itu bisa menetas di mana saja, dan juga bertumbuh di mana saja. Sejak “bayi”, burung sudah terbiasa dengan dinginnya air hujan karena sarang mereka di pohon. Demikian pun mereka telah terbiasa dengan hembusan angin kencang.

Toh tidak ada angin sebesar apa pun yang sanggup menerbangkannya karena hembusannya yang dahsyat.
Mereka juga mampu mengusik ketenangan orang dengan kicauannya, hingga orang mau mengeluarkan banyak investasi untuk membeli dan merawatnya.

Orang yang tenggelam di antara kelompoknya, adalah orang yang memilih seperti kipas.

Dia akan tetap diam di tempat bersama masalahnya.
Kipas akan tetap di tempatnya dan berdebu, kecuali pemiliknya atau ada orang lain yang mengambil dan mempergunakannya.

Burung menyanyikan kicauannya yang indah setiap saat dia mau, hingga orang yang mendengarnya bisa mengalami kenyamanan yang nikmat.

Sementara orang mengambil kipas karena kepepet oleh panasnya hawa.Sehingga, orang stress dan yang nekad memutuskan ingin bunuh diri itu sama dengan kipas.

Dia sebenarnya bagus, namun karena tidak pernah bertindak dan selalu menunggu orang lain mengambilnya lebih dulu, akhirnya keindahannya kusam tersaput debu dan rusak oleh waktu.

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda “burung” atau “kipas” ?

CEULEUKEUTEUK


SAHA NU MEUNANG ?

Dina KA Bandung – Surabaya aya professor jeung patani anu diukna pahareup-hareup.

Pa. Ambéh teu kesel, kumaha lamun urang tatarucingan?” professor ngajakan patani.
Mangga, namung pendidikan abdi mah ngan dugi ka SD
Kieu atuh, lamun anjeun bisa ngajawab pertanyaan kuring, kukuring dibayar Rp 100.000,-“
“Teras?”
Tah, sabalikna, lamun kuring bisa ngajawab pertanyaan anjeun, anjeun kudu mayar Rp 10.000,-“
Ari kitu mah adil pisan, satuju lah”
“ Pék pertanyaan anjeun heula”
Saha anu lumpatna tiasa nyusul ieu KA?”
“Ah, teu nyaho”
, kusiwel professor mikeun Rp 100.000,- ka patani.
Nuhun prof
Tapi, saha sih anu bisa nyusul ieu KA?” professor nanya panasaran.
Abdi ogé teu terang prof”, kusiwel patani mikeun Rp 10.000,- ka profesor.

PÉCI MAWA REZEKI

Sardun : " Hébring yeuh péci kuring mah, mawa rezeki".
Sarkim
: " Kumaha nyah caritana ?"
Sardun
: Yeuh, basa kuring ka dayeuh, kuring rék asup ka toko, péci na ku kuring
diteundeun di luar. Na éta mah waktu kuring kaluar ti toko, péci kuring geus
pinuh "
Sarkim
:" Sabaraha rébu nyah ?".
Sardun : Lain sabaraha rébu, ieu mah pinuh sotéh ku laleur !"


Abah Tea
Kang Deddy Setiawan
PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors
Jakarta

Sabtu, 12 April 2008

Not Me , Boss !


Ini cerita dari seorang teman yang bertahun silam pergi ke Papua New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini dirawat oleh seorang lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah dan memasak.

Semuanya oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu botol anggur yang mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap harinya sepertinya terus berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya.

Anggur ini mahal dan mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang mereka temukan adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit berkurang.Mereka pun memutuskan untuk mengukur kekurangannya dengan membuat garis kecil pada botol, sehingga apabila memang berkurang lagi mereka bisa tahu dengan jelas.

Dan setelah membuat garis tersebut, mereka menemukan memang jumlah anggur dalam botol tersebut berkurang terus setiap hari, walau sedikit demi sedikit.
Mereka tidak punya tertuduh lain lagi selain sang penunggu rumah lugu tersebut, sebab ketiganya memang jarang di rumah.

Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan mereka merencanakan memberi pelajaran si penunggu rumah. Mereka mengambil botol anggur dan mengganti isinya dengan air seni mereka. Setelah itu mereka letakan kembali seperti biasa. Dan yang mereka temukan, setiap hari jumlah air seni ini pun berkurang seperti halnya anggur.

Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa si penunggu rumah yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka. Mereka memutuskan untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan perihal anggur.

Dan dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka mengatakan bahwa mereka perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya botol di rumah itu selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini yang meminumnya!

Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut
"Not me, Boss !
Selama ini saya hanya selalu pakai untuk keperluan memasak untuk para Boss!"

Moral kisah :
Kalau bisa bertanya, kenapa berasumsi?
Kalau bisa sederhana, kenapa dibuat rumit?
Kadang kita justru mendapatkan akibat dari perbuatan kita sendiri, yang sebenarnya tidak perlu.

Adakah kisah ini terjadi pada kehidupan anda ?
Pada perusahaan anda ?
Atau bahkan pada Boss anda ?

Wallahu alam . . . . .

Malaikat pun Menangisinya



Di Negara teluk ada seorang gadis yang belajar di salah satu perguruan tinggi dengan mengambil jurusan agama, dia di anugerahi oleh Allah suara yang sangat merdu.

Setiap malam ia membaca Al-Qur’an di dalam kamarnya. Bacaannya indah sekali.. Setiap dia membaca Al-Qur’an diam-diam ibunya setiap malam mendengarkan dari balik pintu kamarnya, terhanyut dengan suaranya yang begitu indah membaca Al-Quran, dan itu berjalan berhari-hari setiap kali akan beranjak tidur.

Pada suatu hari gadis itu jatuh sakit, lalu keluarganya membawanya ke rumah sakit dan dirawat beberapa lama di sana sampai ajal menjemputnya. Keluarga tersebut betul-betul syok begitu mendengar berita kematian putrinya dari petugas rumah sakit.

Terutama bagi sang Ibu, kepergiannya telah meninggalkan kesedihan yang sangat mendalam. Satu hari pertama setelah kematian putrinya terasa satu tahun.

Setelah kesedihannya berangsur-angsur pulih, pada suatu malam sang ibu mendekati kamar anaknya sekitar jam 01.00 malam, setelah mendekati pintunya ia terhenti karena mendengar suara tangisan banyak orang dari dalam kamarnya tetapi dengan suara samar.

Sang Ibu terkejut dan tidak jadi masuk kamar. Keesokan harinya ia memberitahu anggota keluarganya tentang yang ia dengar semalam dalam kamar anaknya. Lalu anggota keluarga tersebut pergi ke kamar sang “putri” yang telah meninggal tetapi tidak mendapatkan siapa-siapa.

Pada hari kedua tengah malam pada waktu yang sama, sang Ibu pergi lagi ke kamar anaknya, dan lagi-lagi ia mendengar suara tangisan yang sama seperti malam sebelumnya. Lalu dia memberi tahu suaminya, tetapi suaminya berkata:”Besok pagi kita lihat untuk membuktikannya, siapa tahu engkau berhalusinasi.”

Pagi hari mereka pergi melihat kamar itu dan mereka tidak mendapatkan siapa-siapa sama sekali. Sang Ibu sangat yakin dengan apa yang didengarnya, kemudian ia menceritakan hal itu pada salah seorang temannya. Lalu teman tersebut memberi petunjuk agar pergi menemui seorang syekh dan menceritakan apa yang terjadi.

Sang Ibu lalu pergi menemui syekh tersebut dan menceritakan kejadian yang ditemuinya, syekh tersebut terkejut mendengar cerita itu lalu berkata: “Saya ingin datang kerumah anda untuk melihat kamar putri anda pada waktu tersebut.”

Ketika syekh tersebut telah datang. Sang Ibu menceritakan apa yang dilakukan putrinya ketika masih hidup, yaitu membaca Al-Quran setiap malam dengan suara yang sangat merdu dan khusyuk. Syekh lalu menuju kamar putri tersebut dan ketika telah dekat dengan kamarnya ia tersentak mendengar suara tangisan sebagaimana yang di dengar oleh sang Ibu tersebut, seketika itu juga Syekh tersebut menangis.

Orang –orang di keluarga tersebut bertanya: “Apa yang menyebabkanmu menangis ya Syekh?”

Syekh tersebut menjawab:

Allahu Akbar! itu adalah suara tangisan para malaikat. Sesungguhnya malaikat turun setiap malam mendengarkan bacaan putri anda…dan sekarang mereka kehilangan suara yang menyebabkan mereka turun ke bumi untuk mendengarkannya…Allahu Akbar!…Allahu Akbar!…

Selamat atas derajat yang telah diperoleh putri anda..”

Ditulis Oleh : Adhan Sanusi, Lc

Jumat, 11 April 2008

Jika Mengalami Kegagalan


Apa yang harus dilakukan jika gagal? Apakah Anda larut dengan perasaan kecewa, mencari kambing hitam ke mana-mana, atau menangis?

Kecewa boleh saja, asal jangan terus menerus atau kecewa yang berlebihan.

Dua hal penting yang harus Anda lakukan jika mengalami kegagalan ialah:

1. Mengambil Hikmah

Hikmah selalu berharga, tidak ada hikmah yang tak berharga. Hikmah adalah milik kita semua, silahkan ambil di mana Anda menemukannya. Hikmah adalah tidak terbatas, sebanyak apapun Anda mengambil hikmah, orang lain masih bisa mengambil hikmah dari sumber yang sama.

Bahkan kegagalan, yang membuat Anda kecewa berat, yang membuat Anda kehilangan uang banyak, atau yang menguras tenaga Anda, tetap mengandung hikmah yang sangat tinggi nilainya.

2. Bangkit Kembali

Anda telah mendapatkan sesuatu yang berharga pada kegagalan sebelumnya, sehingga kini Anda telah lebih bijaksana, lebih berpengalaman, dan lebih terampil. Oleh karena itu setelah Anda mengalami kegagalan, kini saatnya untuk bangkin kembali dengan kebijaksanaan, pengalaman, dan keterampilan baru.

Yakinlah bahwa Anda sudah lebih dekat dengan keberhasilan, karena setiap kegagalan akan mendekatkan Anda dengan keberhasilan. Setiap kesulitan yang Anda lalui akan menghasilkan kemudahan setelahnya.
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. 94:5-6)

Jika semua gagal

Kadang kita sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi tetap saja kita mengalami kegagalan, sementara kesempatan sudah tidak ada lagi, maka yang bisa Anda lakukan ialah membuat mimpi baru.

Mungkin mimpi Anda ini bukan yang terbaik bagi Anda sehingga Allah SWT tidak mengijinkan Anda untuk sukses di mimpi tersebut. Kegagalan tersebut bisa saja sebagai petunjuk kepada Anda agar mengejar mimpi yang lain.

Tidak masalah seberapa kali Anda gagal, yang terpenting dari semua itu adalah Anda mengambil hikmah dari setiap kegagalan kemudian bangkit kembali.

Jika semua gagal, masih ada mimpi lain yang bisa Anda kejar.

Kamis, 10 April 2008

Hukum rimba & Hati manusia


Suatu waktu rimba raya dilanda musim kemarau yang sangat kering, daun2 pepohonan meranggas, telaga dan sungai pun mengering. Banyak binatang yg mati kelaparan karena nya.

Singa sang raja hutan akhirnya mengumpulkan semua penghuni rimba untuk membicarakan masalah tersebut.

Burung Rajawali tua yg bijak kemudian maju ke depan dan berkata pada semua penghuni rimba yg hadir, bahwa bencana kekeringan ini adalah akibat dari perilaku para binatang yang melanggar ketentuan alam, ada binatang yang bersalah, agar bencana ini berakhir maka haruslah dicari siapa binatang yang bersalah tersebut dan dihukum.

Majulah ke depan pertama kali, Singa sang raja hutan , mungkin ini karena kesalahan ku yg sering menzalimi, memakan binatang2 lain yg tak bersalah. Para penghuni rimba pun hanya mengangguk angguk meng iyakannya.

Kemudian maju pula lah Gajah ke depan yg hentakan kaki nya menggoyangkan tanah tempat pertemuan tersebut. Gajah berkata mungkin ini juga karena salah ku yg secara tak sadar sering menginjak binatang2 kecil, binatang lain pun mengangguk angguk setuju, tapi hanya diam saja.

Selanjutnya maju lah Banteng ketaton berbadan besar, mungkin karena salah ku juga, yg sering menyerang binatang lain dengan tanduk ku dan kemudian membuang bangkainya ke dalam telaga yg menjadi tempat minum kita bersama.

Sang Ular berkata, saya sering masuk ke desa pinggir hutan dan menggigit manusia tak bersalah di sana.

Sang Srigala berkata pula, ia pernah menipu karena berbaju musang untuk mengelabui binatang lain dan anak kecil.

Tak lupa Ayam jago pun mengakui kesalahan nya sering selingkuh, karena selalu mengejar setiap ayam betina yang ditemuinya. Begitu lah semua binatang mengakui kesalahan nya masing2, yg membuat binatang pun baru tahu kesalahan teman nya masing2.

Akhirnya maju ke depan pula, Kambing kurus berkulit hitam, mungkin bencana ini karena kesalahanku, sering masuk ke kebun orang dan memakan sayuran milik para petani.

Nah…inilah dia si kambing hitam, penyebab bencana kekeringan di hutan kita ini kata Singa raja hutan kita harus hukum dia, dan dibenarkan oleh semua binatang yg hadir.

Sang kambing pun heran, karena tak hanya ia yang salah, hampir semua binatang lain punya kesalahan masing2, tapi kenapa ia yg dijadikan penyebab bencana ini.

Para binatang sebenarnya tahu, bahwa semua mereka punya pula kesalahan masing2, termasuk Singa sang raja hutan ( pemimpin) , Gajah ( pembesar/orang kaya ), Banteng (orang kuat) Srigala,ular (orang licik) tapi tak ada yang berani melawan.

Sehinga ketika ketika Singa dan para binatang kuat lain nya, mengatakan bahwa kambing sebagai penyebab bencana, serempak semua binatang setuju.

Dan hukuman nya bagi kambing ialah dimakan oleh singa, semua binatang yg lain setuju, setidaknya ia bisa selamat dari singa.

Demikian lah hukum rimba, kebenaran ditentukan oleh kekuatan, siapa yang kuat ialah yang benar, memiliki hak menentukan kebenaran.

Namun ternyata pada kenyataan hidup manusia di dunia ini, bisa kita lihat juga perilaku2 seperti yg diceritakan di atas terjadi, banyak perilaku binatang yg tampak pula pada perilaku manusia.

Dalam dunia politik, sudah dianggap lumrah, bahwa pemenang dalam kepemimpinan bukanlah orang yang paling benar, tapi adalah orang yang paling kuat.

Karena kaidah politik bukanlah membela yang benar, tapi membela siapa yang bayar (punya kekuatan finansial).

Dalam kaidah politik “dagang sapi”. Sapi (perah) akan dibeli oleh mereka yang punya uang paling banyak.

Dalam dunia peradilan, kebenaran ditentukan oleh kekuatan finansial yang dimiliki oleh mereka yang berperkara. Mereka yang kuat secara finansial cenderung menjadi pihak yang benar dan dimenangkan dalam pengadilan.

Dalam tataran dunia global, negara yang paling kuat akan selalu dianggap benar. Sebagaimana hal nya perilaku negara Amerika yang selalu dianggap benar tindakannya, walau semua negara tahu itu salah, tapi tak ada yang berani melawan.
Semua orang tahu, kelakuan mereka menyerang Irak dan Afganistan menggunakan alasan yang salah dan tidak masuk akal, tapi semua negara meng iyakan nya dan menganggap negara lemah seperti Irak sebagai pihak yang salah.

Karena manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang jauh lebih mulia daripada binatang.

Dimana lagi letak kemuliaan umat manusia, bila kelakuan nya tak beda jauh dari binatang ?
Manusia dimuliakan dari binatang karena punya pikiran dan hati nurani.
Bila manusia telah kehilangan hati nurani, maka ia tak akan beda jauh dengan binatang ,bahkan lebih bejat lagi.

Hati manusia bisa diperumpakan bagaikan sebuah tanah lapang.
Tanah bila jarang kena siraman air (hujan) akan menjadi kering dan keras, begitulah pula orang yang hatinya jarang disiram dengan nasihat kebaikan ( semisal ibadah atau mengikuti acara keagamaan), maka akan menjadi kering dan keras pula sifat nya.

Tanah yang tak dirawat dengan baik, ditelantarkan, maka akan banyak ditumbuhi alang2, akan banyak pula binatang2 liar di sana seperti tikus dan ular.

Begitulah orang yang tak merawat hatinya dengan baik, ia akan memiliki sifat2 seperti tikus dan ular pula.

Bila tanah tersebut dibiarkan terlantar dalam jangka waktu lama, maka akan bisa menjadi bagaikan hutan belantara, dimana akan banyak binatang2 buas yg berkeliaran di sana.

Manusia yang membiarkan hatinya terlantar dan liar, maka sifat2 jelek binatang buas pun akan hinggap pada perilakunya.

Namun bila sebidang tanah tersebut dirawat, dipelihara dengan baik dan kemudian ditanami bunga, maka tanah tersebut akan menjadi sebidang taman yg indah dan rindang, menyenangkan hati yang melihatnya dan nyaman bila berada disana.
Demikianlah pula hati kita ini, perlu dipelihara, dirawat dan dikembangkan.

" Sesungguhnya pada diri manusia ada segumpal daging, yg bila baik, akan baiklah seluruh dirinya, namun bila jelek, maka akan jeleklah seluruh dirinya, itulah hati " [hadist]

Janji


Ketika kita lahir dan seluruh bayi diseluruh dunia ini ketika lahir tangannya masih menggenggam erat jarinya.

Itulah tanda kita memegang janji perjalananan hidup kita nanti didunia kepada Allah SWT. ketika ruh akan ditiupkan ke dalam janin.

Semakin besar usia bayi maka jarinya pun akan terbuka lebar dimana sejak saat itu kita siap menerima dan menjalankan perjanjian yang telah kita buat bersama Allah tanpa kita ketahui isinya.

Yang kita tau pasti adalah sub judulnya yaitu : Rezeki, Jodoh dan Kematian , tapi kita tidak tahu kapan itu akan terjadi namun semua telah tertulis pasti didalam perjanjian antara Allah dan ruh yang akan ditiupkan ke janin.

Ketika anda merasa sukses atau gagal, Optimis atau Pesimis , ingatlah akan perjanjian kita dengan Allah SWT , kita hanya menjalankan apa yang telah kita setujui dalam perjanjian tersebut.

CEULEUKEUTEUK


PALAJARAN SAJARAH

Bapa Yogi guru sajarah nu resep kana roko. Ku apal-apalna kana sajarah, ku barudak dilandih janten Prabu Indradjit. Dinten Juma'ah anjeuna ngawulang sajarah di kelas.

" Karajaan KING SIZE FILTER diadegkeun dina taun 234 kalayan ibu kotana DUNHILL. raja nu munggaran jenenganana LUCKY STRIKE.
Karajaan boga angkatan laut nu disebut ESCORT, jeung pasukan berkuda nu disebut LANCER.
Di karajaan aya GENTONG sakti nu ditalian ku OEPET
Di karajaan ieu loba GUDANG GARAM, padahal hasil utamana mah JARUM jeung BENTOEL nu sok diexport ka KANSAS.
Pangéran mahkota ARDATH ditikahkeun ka Dewi FORTUNA katurunan raja WINSTON ti MARLBORO.
Taun 456 raja Jawa nu kasohor MINAK JINGGO kalayan dibantu ku JIE SAM SOE ti daratan China jeung WISMILAK ti Pakistan nyerang karajaan KING SIZE FILTER.
Tungtungna karajaan anu tadina éndah siga SRIWEDARI téh kiwari robah teu SAMPOERNA deui lantaran geus diduruk jadi haseup jeung calacah. Tuh buktina aya dina asbak ! ".

SAREBU

Ujo : Bro, duit sabaraha anu katirisan ?
Ibro : Naha aya duit nu katirisan pan emang duit mah euweuh nu make baju lain ?
Ujo : enya cik tebak duit sabaraha ?
Ibro : teuing ah teu nyaho
Ujo : duit sarebu
Ibro : Naha kitu ?
Ujo : enya ari Sarebu ligir mah pasti katirisan komo deui make AC mah
Ibro :
nurustunjung

CEPE

Ibro : Sok ayuena gantian urang nu mere tatarucingan, duit sabaraha anu nyerieun
Ujo : mana aya duit anu boga rasa ?
Ibro : aya atuh makana cik tebak
Ujo : teuing ah teu nyaho
Ibro :
duit cepe (saratus bahasa akew)
Ujo :
naha duit cepe bet nyeri ?
Ibro :
enya pan lamun Ka"cepe"t mah nyeri.
Ujo :
bales dengdam maneh mah euy.

NGARAN
Ujo : ngaran naon anu pang lega na
Ibro
: Iim
Ujo
: lain Iim mah saeutik ngan 11 meter
Ibro
: naon atuh
Ujo
: Ioh atuh pang lega na mah 10 Hektar
Ibro
: ari maneh meunang maksa pisan !

Samemeh prung migawe pagawean disawah, nini jeung aki hahaleuangan semu nu gumbira pisan.
" Baheula kacapangan jaman ngadeg Galuh Pakuan, nu kamasyur Padjadjaran, tempat payung kaadilan " ceuk siaki ngawih lagu wangsit siliwangi, ditema ku sinini embung eleh.
" Serat saliraaaa wengi tadi tos katampiiii...!" ditema deui ku siaki.
" Kau masih gadis atau sudah jandaaaaa ?" si nini embung eleh dibales ku lagu dangdut deui.
" Jatuh bangun aku mengejarmuuuuu !" ditema deui ku siaki.
" Masih terngiang ditelingaku...kata cintamu...terlenaaaa....aku terlenaaa !" dibales deui ku si nini.
" Asereje..reje..rehe..rehe..meni rehee !" si aki teu ngabales tapi terus ngabengbeos bari ngajewang doran pacul muru tengah sawah.
" Keok ni ye !" ceuk si nini bari nyenghel
" Ambuing...ambuing nya kamana sisig nini ieu teh ?" si nini kutatang koteteng neangan sisigna padahal basa ngawih lagu asereje sisigna teu karasa kagelong.

Abah Tea