Menu Baru Web PWS Medan

Bergabunglah dengan Paguyuban Wargi Sunda versi FaceBook , dapatkan info PWS terbaru , Jangan lupa DOWNLOAD File berbentuk Powerpoint ( pps ) dari web ini , dan semuanya tentu saja Gratis untuk anggota dan pembaca setia Web PWS - Medan , Haturnuhun
Myspace tweaks at TweakYourPage.com

Jumat, 09 November 2007

Putra Sunda , Pilot Kesayangan Muammar Khadafi

Libya Air

Kang Ganahadi, 14 Tahun Malang-melintang Jadi Pilot VVIP di Timur Tengah

Ganahadi Ratnuatmadja menjadi salah satu pilot Indonesia yang punya pengalaman langka. Selama 14 tahun berkarir di Timur Tengah, dia sudah empat kali pindah menjadi pilot pesawat kepresidenan di empat negara berbeda. Tapi, yang paling berkesan baginya adalah jadi pilot kesayangan Pemimpin Libya Muammar Khadafi.


NEGARA
Arab penghasil minyak sudah lama menjadi incaran para pilot profesional. Selain tergiur oleh gemerincing petrodolar, di kawasan itu tumbuh beberapa maskapai penerbangan kelas dunia. Dorongan itu pulalah yang membuat Ganahadi, mantan pilot
Garuda Indonesia, memutuskan hijrah ke negara di kawasan Teluk sejak 14 tahun lalu.

Menurut Ganahadi, dari aspek teknis, kualitas penerbang Indonesia sebenarnya mampu menyaingi pilot Eropa dan Amerika. Satu-satunya kekurangan adalah permasalahan bahasa (language barrier). "Ini lebih disebabkan penerbang kita (asal Indonesia) kurang berkomunikasi di luar negeri," kata penerbang yang pernah sekolah di Sotramat Flying School, Belgia, 1973-1974 itu.


Padahal, jika sukses menembus maskapai di sana, mereka dijanjikan berbagai fasilitas dan gaji yang relatif lebih tinggi dibanding maskapai di tanah air. "Mereka juga bisa menikmati pengalaman bekerja pada maskapai kelas dunia yang terus berkembang," katanya.
Ganahadi mengakui, pengembangan karir sebagai penerbang di Timur Tengah amat terbuka. Pilot berkualitas dapat bersaing untuk menerbangkan pesawat VIP atau bahkan VVIP semacam pesawat pribadi atau kepresidenan.


Pria berdarah Sunda itu mengawali karir luar negerinya sebagai kapten pilot pesawat Airbus 300 milik Kerajaan
Kuwait. Hanya empat tahun di sana, Ganahadi hijrah ke pesawat Kerajaan Uni Emirat Arab (UEA) pada 1997-2003. Dengan reputasi yang baik selama enam tahun UEA, dia lalu berdinas di pesawat Kerajaan Qatar (2003-2004).


"Saya bekerja di sini (Timur Tengah) setelah melewati persyaratan dan seleksi yang amat ketat dan high grade," kata Ganahadi melalui surat elektronik kepada Jawa Pos kemarin. Gahanadi saat ini berdomisili di
Abu Dhabi, UEA.


Ganahadi mengklaim menjadi satu-satunya pilot asal
Indonesia Bahkan satu - satunya urang Sunda yang menerbangkan pesawat VVIP, khususnya pesawat kerajaan dan kepresidenan. Mayoritas koleganya lebih banyak mengabdikan diri pada maskapai penerbangan komersial.

Saat ini, lanjut dia, ada tujuh pilot WNI yang bekerja di Saudi Arabian Airlines (SAA), antara empat hingga enam di Qatar Airways, serta seorang lagi menerbangkan pesawat milik Emirates.

Menjadi pilot yang bisa menembus seleksi menjadi penerbang kerajaan atau kepresidenan (VVIP) memang tidak gampang. Proses seleksi melewati assessment selama seminggu. Selanjutnya, tes kemampuan simulator dan penerbangan sekitar dua pekan. "Saya nggak tahu dari mana mereka melihat kualitas saya. Pokoknya, saya kerjakan semuanya sebaik mungkin," jelas pilot yang mengawali karir sebagai kopilot Fokker 27 dan Fokker 28 pada 1974-1975 itu.

Dari pengalaman sekitar 14 tahun di Timur Tengah itu, Ganahadi menyatakan bahwa pengalaman menjadi pilot kepresidenan pesawat Muammar Khadafi (pemimpin Libya) adalah yang paling berkesan. Tugas itu dijalani Ganahadi sejak 2004 dan baru berakhir beberapa waktu lalu.

Ganahadi merasa sangat terhormat karena tidak pernah membayangkan bisa menerbangkan orang nomor satu di Lybia. Bahkan, hingga kini pun dia belum tahu mengapa dipercaya menjadi penerbang pemimpin karismatis di dunia Arab itu.
"Sebab, selama ini belum pernah terjadi pilot kepresidenan (
Libya) dari orang asing," ujar pria kelahiran 1954 itu.

Di mata Ganahadi, Khadafi adalah sosok yang amat sulit memercayai orang asing untuk menerbangkan pesawatnya. Dia masuk Libya pada saat yang bersejarah. Sebab, awal dia bekerja pada 2004, Khadafi menjadi buah bibir dunia internasional setelah sikap lunaknya berhasil mencairkan hubungan diplomatik Tripoli-Washington (AS).

Selama menerbangkan Khadafi, Ganahadi merasakan dia bukan sosok yang keras dan kaku. "Dia (Khadafi, red) adalah pribadi yang penuh kehangatan persahabatan, " katanya.
Ganahadi juga merasakan longgarnya aturan protokoler semasa berinteraksi dengan Khadafi. Mayoritas pengawal pribadi Khadafi sampai memaklumi kedekatan bosnya dengan sang pilot. "Hampir setiap penerbangan, dia mendatangi saya di ruang kokpit. Beliau kadang datang diam-diam tanpa pengawalan," katanya.

Selain itu, Khadafi acapkali mengajak bercanda Granahadi begitu merasa nyaman dalam penerbangan. Khadafi sesekali juga menanyakan kesibukan sehari-hari Ganahadi jika kebetulan tidak mengangkasa.

"Beliau suka ngobrol dengan awak pesawat dan pejabat tinggi bahwa saya sudah menjadi orang Lybia. Beliau juga pernah meminta saya pindah kewarganegaraan dan menetap di Tripoli sampai pensiun," tuturnya.

Saking dekatnya, salah seorang pemegang saham klub sepak bola Juventus, Italia, itu bahkan pernah menyuguhkan secangkir kopi untuk Ganahadi. Kesan lain adalah besarnya perhatian Khadafi terhadap keadaan keluarga Granahadi di tanah air.


"Saya benar-benar tersentuh ketika beliau mengutus khusus Dubes
Libya (di Indonesia) untuk mewakilinya saat menghadiri resepsi pernikahan putri saya di Bandung," tutur Ganahadi.

Dengan segudang pengalaman menerbangkan pesawat kenegaraan milik Kuwait, UEA, Qatar, dan Libya, itu, Ganahadi menjadi mengenal banyak pejabat di Timur Tengah. Kunci untuk menjaga jaringannya itu sederhana saja. "Saya selalu menjaga image profesional saya sebagai penerbang," katanya.

Dengan menjaga citra itu, Ganahadi bisa bebas memilih bekerja di pesawat kepresidenan atau kerajaan mana pun. Saat meninggalkan pekerjaan sebagai pilot pesawat Kerajaan UEA pada 2003, Ganahadi pernah berjanji kepada presiden UEA, kala itu Sheikh Zayed (almarhum), dan putra mahkota, Sheikh Muhammed, bahwa suatu waktu dia akan kembali menjadi pilotnya.

"Saat itu, saya minta dua atau tiga tahun lagi kalau diizinkan dapat bekerja lagi di Abu Dhabi. Ini jika saya telah bosan bekerja di Libya," jelas Ganahadi.
Ganahadi pun menepati janjinya. Setelah berpamitan baik-baik dengan pemimpin
Libya Muammar Khadafi, Ganahadi diizinkan kembali bekerja di pesawat kerajaan UEA hingga sekarang.

Saat meminta izin kepada Khadafi, Ganahadi juga membuat pernyataan serupa bahwa suatu ketika dirinya akan balik lagi bekerja di Tripoli jika Khadafi berkenan mempekerjakan. Perpisahan dengan Khadafi pun dipenuhi perasaan haru.

"Saat ini saya belum tahu rencana selanjutnya, apakah akan tinggal dan bekerja di Abu Dhabi atau menunggu panggilan lagi. Saya hanya menyerahkan nasib kepada Allah," ujar Ganahadi.

Selama belasan tahun bekerja di Timur Tengah, Ganahadi mengaku jarang bertemu dengan keluarga. Seluruh orang terdekatnya tinggal di tanah kelahirannya, Cimahi, Jawa Barat. Dia bersyukur keluarganya mendukung profesinya sebagai penerbang VVIP. "Saya pun tak punya beban selama bekerja," ujarnya.

Setiap masa cuti tiba, Ganahadi memanfaatkan sebaik-baiknya untuk mudik, melepas kangen berada di tengah-tengah keluarga. Jika sedang bertugas, dia menyempatkan berkomunikasi melalui telepon atau internet. "Kalau liburan tiba, kami sesekali mengajak mereka berjalan-jalan ke sejumlah negara di sini," tuturnya.


Bahkan, semasa menetap di
Libya, seluruh keluarga dekat merasakan betapa nyamannya hidup di negara gurun tersebut. Ganahadi menargetkan karirnya bakal berakhir sebelum batas masa pensiun di UEA pada usia 65 tahun. "Sebelum umur tersebut, saya barangkali akan berhenti dan kembali ke tanah air," kata Ganahadi


Paguyuban Wargi Sunda - Medan

www.pwsmedan.blogspot.com




Lima (5) Tipe Karyawan di Kantor Kita


Pengklasifikasian karyawan dan pejabat kantor ini didekati dengan istilah hukum yang digunakan dalam agama Islam. Pendekatan ini samasekali bukan untuk mencampuradukkan atau merendahkan nilai istilah hukum tersebut, melainkan hanya sekedar guna mempermudah pemahaman kita karenamakna dari istilah hukum tersebut sangat sederhana dan akrab bagi kita. Mudah-mudahan bisa jadi cara yang praktis untuk mengukur dan menilai diri sendiri.
(Ide dasar ini diambil dari pendapat Emha Ainun Najib)


1. Karyawan/Pejabat "Wajib"
Tipe karyawan atau pejabat wajib ini memiliki ciri : keberadaannya sangat disukai, dibutuhkan, harus ada sehingga ketiadaannya sangat dirasakan kehilangan.

* Dia sangat disukai karena pribadinya sangat mengesankan, wajahnya yang selalu bersih, cerah dengan senyum tulus yang dapat membahagiaan siapapun yang berjumpa dengannya.
* Tutur katanya yang sopan tak pernah melukai siapapun yang mendengarnya, bahkan pembicaraannya sangat bijak, menjadi penyejuk bagi hati yang gersang, penuntun bagi yang tersesat, perintahnya tak dirasakan sebagai suruhan, orang merasa terhormat dan bahagia untuk memenuhi harapannya tanpa rasa tertekan.

* Akhlaknya sangat mulia, membuat setiap orang meraskan bahagia dan senang dengankehadirannya, dia sangat menghargai hak-hak dan pendapat orang lain, setiap orang akan merasa aman dan nyaman serta mendapat manfaat dengan keberadaannya


2. Karyawan / Pejabat "Sunnah"
Ciri dari karyawan/pejabat tipe ini adalah : kehadiran dan keberadaannya memang menyenangkan, tapi ketiadaannya tidak terasa kehilangan..

Kelompok ini hampir mirip dengan sebagian yang telah diuraikan, berprestasi, etos kerjanya baik, pribadinya menyenangkan hanya saja ketika tiada, lingkungannya tidak merasa kehilangan, kenangannya tidak begitu mendalam.

Andai saja kelompok kedua ini lebih berilmu dan bertekad mempersembahkan yang terbaik dari kehidupannya dengan tulus dan sungguh-sungguh, niscaya dia akan naik peringkatnya ke golongan yang lebih atas, yang lebih utama.


3. Karyawan / Pejabat "Mubah"
Ciri khas karyawan atau pejabat tipe ini adalah : ada dan tiadanya sama saja.

Sungguh menyedihkan memang menjadi manusia mubadzir seperti ini, kehadirannya tak membawa arti apapun baik manfaat maupun mudharat, dan kepergiannya pun tak terasa kehilangan.

Karyawan tipe ini adalah orang yang tidak mempunyai motivasi, asal-asalan saja, asal kerja, asal ada, tidak memikirkan kualitas, prestasi, kemajuan, perbaikan dan hal produktiflainnya. Sehingga kehidupannya pun tidak menarik, datar-datar saja.

Sungguh menyedihkan memang jika hidup yang sekali-kalinya ini tak bermakna. Harus segera dipelajarilatar belakang dan penyebabnya, andaikata bisa dimotivasi dengan kursus, pelatihan, rotasi kerja, mudah-mudahan bisa meningkat semangatnya.


4. Karyawan / Pejabat "Makruh"
Ciri dari karyawan dan pejabat kelompok ini adalah : adanya menimbulkan masalah tiadanya tidak menjadi masalah.

Bila dia ada di kantor akan mengganggu kinerja dan suasana walaupun tidak sampai menimbulkan kerugian besar, setidaknya membuat suasana tidak nyaman dan kenyamanan kerjaserta kinerja yang baik dapat terwujud bila ia tidak ada.

Misalkan dari penampilan dan kebersihan badannya mengganggu, kalau bicara banyak kesia-siaan, kalau diberi tugas dan pekerjaan selain tidak tuntas, tidak memuaskan juga mengganggu kinerja karyawan lainnya.


5. Karyawan / Pejabat "Haram"
Ciri khas dari kelompok ini adalah : kehadirannya sangat merugikan dan ketiadaannya sangat diharapkan karena menguntungkan.

Orang tipe ini adalah manusia termalang dan terhina karena sangat dirindukan "ketiadaannya". Tentu saja semua ini adalah karena buah perilakunya sendiri, tiada perbuatan yang tidak kembali kepada dirinya sendiri.


Akhlaknya sangat buruk bagai penyakit kronis yang bisa menjalar। Sering memfinah, mengadu domba, suka membual, tidak amanah, serakah, tamak, sangat tidak disiplin, pekerjaannya tidak pernah jelas ujungnya, bukan menyelesaikan pekerjaan malah sebaliknya menjadi pembuat masalah. Pendek kata di adalah "trouble maker".

Silahkan anda renungkan, kita termasuk kategori yang mana...? Semoga semua ini menjadi bahan renungan agar hidup yang hanya sekali ini kita bisa merobah diri dan mempersembahkan yang terbaik dan yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat nanti। Jadilah manusia yang "wajib ada"। Semoga!

Rabu, 07 November 2007

Roda Nasib itu Default nya Memang Selalu Berputar


Kesuksesan adalah hak setiap insan. Tuhan sesungguhnya mengharapkan manusia untuk selalu berkarya dan meraih kesuksesan di jalan yang diridhoi-Nya. Namun ada satu pertanyaan yang menggoda, "Siapkah Anda untuk turun saat (berhasil) tiba di puncak kesuksesan?" Banyak orang yang mungkin tidak rela bila harus turun tahta dari puncak kesuksesan yang telah mereka raih. Dan, masak iya sih Tuhan tega membawa kita kembali ke "jaman susah" dulu? , dengan honor mingguan cuma Rp. 100.000,- per minggu misalnya . . . . ..


Adalah sebuah kenyataan, sebuah hukum alam bahwa sebuah puncak gunung itu pasti dikelilingi oleh lembah. Ini adalah ketentuan universal yang tidak bisa dilawan. Saat anda tiba di puncak, maka di saat itu pula bersiap-siaplah untuk turun. Namun ini bukan berarti Tuhan menciptakan ketentuan yang kejam. Tuhan menciptakan "lembah" dengan maksud agar manusia bersiap-siap untuk mendaki puncak berikutnya yang lebih tinggi lagi.


Dalam dunia bisnis, ada istilah product life cycle. Setiap produk mempunyai masa-masa sun rise, masa puncak dan masa sun set. Inovasi menjadi kunci dari terciptanya produk-produk baru. Di saat ada suatu produk yang sudah tenggelam dan ketinggalan jaman, pastilah akan muncul produk penerusnya yang menyempurnakan pendahulunya. Dan siklus ini akan selalu berulang.


Prof. Yohanes Surya telah mengemukakan Teori Mestakung, bahwa di titik balik, di point of no return, seluruh semesta akan mendukung agar kondisi kritis dapat terlewati. Ini adalah sebuah hukum fisika, bahwa roda nasib memang akan selalu berputar, naik lalu turun, kemudian naik lagi, dan seterusnya. Bahkan Prof. Yohanes menganjurkan, kalau kita ingin sukses, maka ciptakanlah kondisi kritis.


Tuhan pun sesungguhnya sudah sejak awal mengajarkan kepada manusia bahwa "Sesudah kesulitan pasti akan datang kemudahan।" Dalam kitab suci Al Quran ayat ini bahkan diulang sampai 2x berturut-turut।

Ini artinya sebuah penegasan dari Allah SWT., bahwa untuk meraih kesuksesan, manusia harus bersusah payah terlebih dahulu।
There is no such thing as a free lunch. Anda ingin sukses? Siap-siaplah untuk berjuang. Anda ingin "kembali" meraih sukses? Maka siap-siaplah untuk "kembali" berjuang.

Ada dua hal yang menjadi implikasi dari ketentuan universal ini.

Pertama
, bagi Anda yang sedang berada di puncak kesuksesan, Anda harus mulai mawas diri. Kenapa? Karena ilmu, kelebihan dan kapasitas Anda yang berhasil melejitkan diri Anda saat ini kemungkinan akan expired dalam beberapa waktu ke depan. Anda dituntut untuk terus belajar dan terus berinovasi.

Kedua
, bagi Anda yang sedang dalam periode kegagalan, sadarilah bahwa Tuhan itu Maha Penyayang. Lembah kegagalan diciptakan-Nya sebagai sarana awal pendakian Anda menuju kesuksesan. Mendaki toh harus selalu dari bawah, dan menyalip toh harus selalu dari belakang.


" Tak ada kesuksesan yang abadi, demikian pula, tak ada kegagalan yang abadi ".


lihat artikel di :
http://pwsmedan.blogspot.com/


Hatur Nuhun,

DJODI
From nice city of Medan
www.djodiismanto.blogspot.com

Selasa, 06 November 2007

Kisah Ikan dan Air


Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Kata Ayah kepada anaknya, "Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati."

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini। Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, "Hai, tahukah kamu dimana air ?

Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati।" Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal serupa, "Dimanakah air ?"

Jawab ikan sepuh, "Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita akan mati."

Apa arti cerita tersebut bagi kita ?

Manusia kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalanin ya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai dia tidak menyadarinya.....

Kehidupan dan kebahagiaan ada di sekeliling kita dan sedang kita jalani, sepanjang kita mau membuka diri dan pikiran kita, karena saat untuk berbahagia adalah saat ini, saat untuk berbahagia dapat kita tentukan.

"Being happy can be hard work sometimes, it is like maintaining a nice home, you've got to hang on to your treasures and throw out the garbage."

"Being happy requires looking for the good things. One person sees the beautiful view and the other sees the dirty window, choose what you see and what you think."

"Right here, right now, from here until tomorrow"


lihat artikel di : http://pwsmedan.blogspot.com/


DJODI
www.djodiismanto.blogspot.com

Senin, 05 November 2007

Meeting PWS

Meeting dibuka ketua Umum kang Dani tepat pk। 17.०० Wib


kang Dedi Staff Bendahara yang baru , Selamat ya kang ( baju belang 2 X )





Pak Ustad pun ngga ketinggalan



Seksi " Heboh " , Teh Nina juga hadir




Rapat ditutup oleh kang Dani tepat pk। 18.15 ( magrib )




Perhelatan , pertunjukan , pertemuan atau apapun namanya jika ingin berlangsung dengan baik tentu membutuhkan persiapan yang baik pula.


Demikian halnya dengan digelarnya meeting Panitya Halal Bi Halal PWS Medan kemarin , Minggu 04 November dirumah Ketua Umum , Kang Dani Kustoni , yang berdinas sebagai Kasat Serse Poltabes – Medan dalam rangka memuluskan perhelatan Halal Bi Halal PWS , 11 November 2007 mendatang.

Hanya dengan SMS ( Short Message Servce ) , berkumpul juga akhirnya sebagian besar personil panitya pelaksana acara tersebut. dan dibuka tepat pada pk. 17.00 Wib.

Sebagai “ orang paling baru “ , saya lebih banyak “ menonton “ , maklum masih mempelajari organisasi serta belajar dari pengurus yang lebih senior.

Ibarat makanan , ada yang matang , ada juga yang setengah bahkan juga belum matang.
Begitu juga pembahasan meeting tersebut , namun pada intinya sebagian besar kegiatan sudah terorganisir dengan baik.

Beberapa yang sudah matang misalnya adalah :

Undangan telah selesai dicetak , dan dibagikan kepada anggota , simpatisan serta undangan sekalian. Namun undangan ini tentu tidak mutlak baik bagi yang belum tergabung ataupun anggota yang telah lama aktif dalam kegiatan PWS dan mengetahui agenda acara PWS , maka pemberitahuan ini atau via HP sudah dapat dianggap sebagai undangan resmi.

Spanduk / baner akan dipasang di lebih dari 10 tempat strategis di seputar kota Medan।
Anda pernah lihat Iklan Tulisan Berjalan via Billboard electronik ?
Nah , Star Indoensia , sebagai perusahaan PR dan Advertising bersedia bekerja sama dengan PWS - Medan untuk mempublikasikan agenda acara Hahal Bi Halal PWS tersebut. Via beberapa billboardnya dibeberapa tempat di kota Medan.

Informasi via web PWS juga telah dilakukan secara gencar via
www.pwsmedan.blogspot.com dan diteruskan pada beberapa komunitas milis besar di Indonesia.

Gedung dan ijin sudah OK , dan konfirmasi bahwa lokasi di Wisma Budaya Medan , Jl। Perintis Kemerdekaan ( dpn। Hotel Grand Angkasa )।


Sedangkam beberapa materi yang diperkirakan belum matang , setelah melalui diskusi akhirnya berubah menjadi “ hampir matang “, mengingat banyak hal yang telah dapat dicari solusi jalan keluarnya langsung oleh panitya pelaksana.

Dan kami sangat berterima kasih jika , baik anggota , non anggota , simpatisan yang ingin turut membantu meringankan tugas kami dalam pelaksanaan tersebut, agar dapat menghubungi Bendahara Kang. Dedi Mulyadi ( pindah dari Sekretariatan )
dedimulya@berlian.co.id

Selain itu susunan acara pun telah dirampungkan beserta pula diadakan beberapa perubahan pada rencana susunan “ kabinet “ pengurus PWS
Seperti apa “ isinya “ ? , lihat dan saksikan saja langsung saat acara tanggal 11 November nanti.

Rencananya gladi resik acara akan diadakan tepat pada hari Pahlawan , tanggal 10 November 2007 di gedung Taman Budaya Medan , dan mungkin hanya diikuti oleh Seksi Acara dan Perlengkapan yang berkompeten langsung pada pelaksanaannya.


Nah , Akang – akang , Teteh – teteh , tidak lupa juga , Mas – mas , Mbak – Mbak , Abang – abang , dan Koko – koko , kami tunggu peran aktif dan partsipasinya.


Hatur nuhun
Nuwun Sewu
Mauliate Godang
Xie – xie


Djodi
adindagolid@yahoo.com
www.djodiismanto.blogspot.com

Sabtu, 03 November 2007

Mang Utas Jeung Baraya Anyar

Mang Utas Jeung Baraya Anyar
ku Kebo Hideung


Wilujeng sumping, mangga kalebet
Nepangkeun abdi geni, sadidinten sok dilandi si kebo Hideung, kandang di Perum Mitra Batik Karsamenak Kawalu Tasikmalaya.

Dupi Neng Kokom kawit ti palih mana kitu? ayeuna nuju dimana? nomer henpon sabaraha?
Mangga waler anu gampil heula :)

Bilih bade noongan foto2 baraya millis tasik mangga tiasa ditoongan di dieu :
http://urangtasik. multiply. com

"Tah Mang Utas aya baraya anyar, Neng nepangkeun anu di juru namina Mang Utas"
"Nepangkeun abdi kokom" saur Neng Kokom bari ngagelenyu imut bangun anu nyari.
"Ehmmm...abdi Utas." bari gep sasalaman
"Mang Utas...! tong lami-lami teuing atuh sasalaman teh, abdi oge hoyong kenalan atuh." cek si Bolot bari nepak leungeun Mang Utas anu keur ngeukeuweuk panangan Neng Kokom anu sakitu lemesna.

"Heuuhhh...aya ku angger maneh mah, teu kaop ari ningali kolot senang." tembal Mang Utas bari semu jamedud.

"Nepangkeun abdi Bolot, sadidinten abdi sok disebat Boby, tong sungkan-sungkan panggil we Kang Boby." cek si Bolot teu euleum-euleum bari ngajak sasalaman ka Neng Kokom

"Kokom..." tembal Neng Kokom bari gumujeng
"Ohhh...nami websitena
ko.com ? Insya Allah Neng ke akang ngahajakeun amengan kana website Neng, dupi nami saha atuh Neng teh ?"

"Muhuuuun nami abdi teh Kokom Kang..!" tembal Neng Kokom bari angger imut.
"Oohh..Mumun. .sae nami teh neng, tradisional tapi kalem, malihan didieu oge aya anu namina Kebo Hideung."

"Sanes Mumun atuh Kang...tapi Kokom..!"
"Neng Kokom...ari cumarios sareng anjeuna mah kedah bari pepeta Neng." Mang Utas mairan

"Aduh...kumaha atuh nya?..abdi mah teu tiasa pepetana." waler Neng Kokom semu bingung
"Kieu neng upami bade nyebatkeun nami, kedah bari molotot socana, sok geura cobian, tangtos kahartoseun. " tembal Mang Utas

"Cikan urang cobian Kang, sok Kang sina naros deui ka abdi."

Mang Utas noel cangkeng si Bolot, tuluy nunjuk ka Neng Kokom.

"Kumaha Neng...leres nya nami teh Neng Mumun ?" tanya si Bolot bari gumasep
"Sok Neng waler bari molotot." cek Mang Utas bari pepeta
"Abdi mah Kokom... sanes Mumun...!!!! " tembal Neng Kokom bari molotot ka si Bolot

Atuh si Bolot reuwas teu aya dikieuna dipolototan kitu kunu geulis teh.
"Aeh..aeh... kunaon ieu teh Mang Utas, si Neng Mumun jiga ngambek ka kuring."

"heuh da maneh mah pikasebeleun. .anggur mah kaditu bejaan Teh Riska, aya baraya kituh." tembal Mang Utas bari pepeta

"Heug atuh kuring rek nyusulan Kang Aris...ngan bejakeun tah ka Neng Mumun, ari ngambek teh ulah bari popolotot kitu." tembal si Bolot bari ngaleos.

"Har..ari maneh Lot...lain Kang Aris...Teh Riska...kadenge teu..?"
"Ah..titatadi oge kadangu...kapanan Amang teh miwarang nyusulan Kang Aris."

"Heuuuuhhh.. .dasar nu burung, ngomong jeung maneh mah kudu make peureup..." tembal Mang Utas bangun nu geregeteun

"Heuplah Mang Utas..tong amarah kitu, isin tuh kapanan aya baraya anyar, anggur mah bageakeun ku tuangeun atanapi leueuteun, ieu mah kalahka dipapag kunu hog-hag pasea." cek si Riweuh bari ngiceupan Neng Kokom.

"Enya atuda Jang..uing mah gondok tah ngomong jeung si Bolot mah." tembal Mang Utas
"Muhun Mang tong saruana...keun we da si Kang Bolot mah, bawaana kawas kitu, maklumeun batur."

"Mangga atuh Neng Mumun..mangga geura calik ayeuna mah." cek si Riweuh bari gumasep
"Eh....sanes Mumun abdi mah, tapi Kokom..!"

"Tah nya..saruana maneh mah jeung si Bolot, eta teh Neng Kokom lain Mumun..!" tembal Mang Utas bari molototan ka si Riweuh

"Ohhh..punten atuh Neng, sugan teh raina Kang kebo Hideung..heheheh. " tembal si Riweuh

"Heuuuuuuuuhhh. .dasar maneh mah saruana talapungeun. "

"Tos ah..Kang..tong raribut, ayeuna mah anggur abdi kenalkeun ka baraya anu sanes." saur Neng Kokom motong obrolan Mang Utas.

"Oh..muhun Neng,..."
"Kokom Mang..sanes Mumun..!" cek si Riweuh motong
"Aeh...ari maneh, kapanan uing teh nyebut Muhun, lain Mumun...!"
"Sugan teh Mumun atuda.." tembal si Riweuh bari nyengir

"Mangga atuh baraya sadaya, sok geura karenalan, aya baraya anyar yeuh...sok kadarieu..kadarieu. ...!"

"Halah si Mang Utas mah, jiga keur dagang obat wae."

"Neng Kokom mangga nya si betah tumaninah di Millis Tasik, soklah bebas bade curhat, atawa naon wae mangga diantos ku Akang."

"Muhun Neng soklah bebas..bade ngigel oge." sambung si Riweuh

"Neng sanes kirang sono akang teh masih keneh aya hanca paculeun, mangga atuh dikantun heula, keun we pan tos aya Mang Utas, mangga we sing nyalse nya..." cek si Kebo

"Muhun atuh Kang mangga wilujeng, kahade dijalana ulah nyopet" tembal Neng Kokom bari ngagelenyu

"Ahh..Neng mah tiasa wae..janten isin akang..hehehehhe. ..manggga Assalamu'alaikum baraya...!"

Tamat

Sukses Merupakan Pilihan


“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” . (Q.S. An Najm : 39).


Apakah yang dimaksud dengan sukses? Setiap orang memiliki paradigma yang berbeda mengenai kesuksesan। Memang tidak ada standar yang baku dalam kesuksesan, namun secara sederhana, sukses bisa dikatakan sebagai sebuah keberhasilan akan tercapainya sesuatu yang telah ditargetkan।

Allah menciptakan manusia berbeda dengan makhluk lainnya। Sebagai manusia, kita berbeda dengan tumbuhan, hewan, jin, atau malaikat, kita diberi kebebasan memilih, sukses atau gagal।

Tentunya pilihan kita adalah sukses. Kita tidak diciptakan untuk gagal. Jika kita gagal, itu pasti bukan kehendak Allah, melainkan kita tidak serius memompa potensi yang dikaruniakan- Nya, yaitu diberikan akal untuk memilih kebaikan atau keburukan.
Sesungguhnya kesuksesan dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat hanyalah terletak dalam ‘amal agama. Sebanyak mana seseorang meng’amalkan agama dalam melakukan pencapaian-pencapai an targetnya, maka sebesar itulah kesuksesannya. Sejatinya sukses yaitu mana kala seseorang meninggal dalam keadaan baik, mampu mengucapkan kalimat tertinggi “Laa Ilaha Illalah”. Kesuksesan yang hakiki adalah pada saat seseorang dapat berjumpa dengan Allah swt. di Surga.

Sukses merupakan pilihan, dalam Al Qur’an disebutkan ada sebagian orang yang menginginkan kesuksesan hanya di dunia saja, sehingga tidak mendapatkan kesuksesan di akhirat. Sebagian lain menginginkan kesuksesan tidak hanya di dunia namun juga kesuksesan di akhirat serta menginginkan keselamatan dari siksa neraka. (Q.S. Al Baqarah : 200 – 201)


Pada dasarnya sukses adalah milik semua orang. Tetapi persoalan yang sering terjadi adalah, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan kesuksesan itu.

Siapakah yang dapat membuat kita menjadi sukses? Tidak ada yang dapat menjadikan kita sukses melainkan diri kita sendiri dengan ketentuan dari Allah swt.

Allah swt. berfirman,”Sesungguh nya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu ni’mat yang telah dianugerahkan- Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri”. (Q.S. Al Anfal : 53). Dalam ayat lain Allah swt. berfirman, ”Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki suatu keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia”. (Q.S. Ar Ra'd: 11)


Anda adalah diri Anda, sekarang dan dimana pun, karena Anda sendiri. Siapa pun Anda saat ini, atau siapa pun Anda di masa yang akan datang, tergantung kepada diri Anda sendiri. Hidup Anda saat ini merupakan hasil akumulasi dari pilihan, keputusan dan tindakan Anda untuk sampai pada titik ini.


Anda dapat menciptakan masa depan Anda sendiri dengan mengubah perilaku Anda. Anda dapat membuat pillihan baru yang lebih konsisten dengan sosok yang Anda inginkan dan segala sesuatu yang ingin Anda selesaikan dalam hidup Anda.


Wallahu'alam bisshowab,

Temukan jalur sukses anda,

9 gadis yang tidak dinikahi lelaki


Sebuah penelitian yang dilakukan oleh jurusan psikologi (ilmu jiwa) pada Fakultas Adab (sastra) di Universitas Zaqaqiq, Mesir dengan judul:
"Kepribadian Remaja Putri, Tata Cara kesiapan Jiwa dalam Menghadapi Pernikahan, dan Masa Perubahan Jiwa Pasca Nikah Secara Khusus" menyimpulkan ada 9 tipe gadis yang tidak diminati oleh para pemuda:


Pertama: Gadis Pencemburu

Pencemburu adalah sifat pertama kali yang dihindari oleh para pemuda dari
calon istri-istri mereka. Cemburu disini bermakna keraguan. Para pemuda itu
menuntut adanya sebagian sifat cemburu yang memperkuat ikatan cinta, akan
tetapi mereka menolak ketidak percayaan (keraguan) yang menimbulkan petaka
dalam kehidupan rumah tangga. Mereka menginginkan kepercayaan dari para istri mereka, dan tidak suka jika mereka menceritakan atau mengungkap setiap langkah yang dilaluinya.


Kedua: Gadis Egois, sok menjadi ratu

Adapun gadis yang kedua adalah gadis yang egois, ingin berkuasa,
menginginkan dari suaminya segenap kecintaan, ketundukan, dan kepasrahan
hanya kepadanya saja. Dia akan marah jika melihat suaminya lebih
mementingkan orang lain atau mencintai selain dirinya. Seperti cemburu
kepada kerabat suami, atau teman-temannya. Perbuatan ini
kadang menimbulkan banyak permasalahan. Dengan sikap seperti itu, dia telah
mempersempit kepribadian suami, dan menyebabkan timbulnya permasalahan
dengan kerabatnya. Dengan sikap seperti itu, dia telah menjadikan suami
benci dengan kehidupan rumah tangganya. Sikap yang demikian tidak termasuk
cinta, tetapi ambisi kepemilikan dan
penguasaan. Maka wajib bagi gadis ini untuk menyadari bahwa mereka adalah
kerabat suami, yang tidak mungkin ia bebas lepas dari mereka, begitu pula
sebaliknya mereka tidak mungkin bebas lepas darinya.


Ketiga: Gadis Durhaka

Yaitu istri yang tidak ridha dengan kehidupannya. Dia senantiasa membangkang
pada suami dan menggerutu tentang segala sesuatu. Dia tidak bersikap qonaah
(menerima apa adanya), senantiasa menginginkan tambahan dan lebih. Dengan
sikap seperti ini, dia telah menekan suami hingga mau memenuhi keinginannya.
Dia tidak peduli darimana sang suami bisa memenuhi berbagai tuntutan itu,
dan bagaimana ia bisa mendapatkan harta tersebut. Dia adalah jenis istri
perusak. Dia hanya mencari untuk diri dan kebahagiannya sendiri, terutama
harta, bukan cinta. Dia tidak menjaga suami atau rumahnya. Biasanya keadaan
yang seperti ini berakhir dengan perceraian.


Keempat: Gadis yang cuek dan masa bodoh

Gadis ini tidak layak disebut sebagai seorang istri. Dia sama sekali tidak
menaruh perhatian pada suami, tidak juga pada rumahnya. Tidak berusaha
memenuhi kebutuhan suami atau permintaannya. Di sini sang suami merasa bahwa
si istri tidak mencintainya, atau tidak menganggapnya. Kadang yang demikian
membuat sang suami bersikap kasar kepada istri sebagai usaha untuk
meluruskannya. Akan tetapi jika sang istri memiliki sifat seperti ini, maka
akan sulit merubahnya. Hal ini menjadikan sang suami tidak menaruh perhatian
terhadap istri, tidak mesra dengannya dalam segala hal, dan bisa menyebabkan
perpisahan.
Maka mulai sekarang seharusnya istri mulai memberikan perhatian terhadap
suami.


Kelima: Gadis yang Kekanak-kanakkan

Yaitu gadis yang senantiasa tergantung pada ibunya, dan terus terikat
dengannya, bersandar kepadanya dalam segala hal. Dia bertindak dengan malu,
tidak mampu mengemban tanggung jawab. Kebanyakan ibunyalah yang memberikan
keputusan dan berkuasa pada seluruh urusan rumah. Maka sang putripun
bersandar kepadanya dalam segala hal seperti apa yang dia kerjakan saat
masih kanak-kanak. Dengan sifat seperti itu, dia tidak layak menjadi seorang
ibu bagi putra-putranya, dikarenakan putra-putranya akan menjadi
pribadi-pribadi yang terputus, tidak utuh.
Adapun sang suami, maka ia merasa seolah-olah telah menikahi ibu mertuanya,
karena dialah yang mengatur segala keperluannya. Maka wajib bagi para gadis
untuk belajar memikul tanggung jawab dan berbuat secara dewasa.


Keenam: Gadis yang meninggalkan Tugas Rumah Tangga

Kebanyakan gadis seperti ini adalah gadis yang bekerja (wanita karir).
Akan tetapi, ada perbedaan antara istri yang bekerja dan istri yang pergi
meninggalkan tanggung jawab rumah. Artinya ada banyak istri yang bekerja,
tetapi mereka dapat melakukan segenap pekerjaan rumah tangga dan memberikan
perhatian terhadap berbagai keperluan suami dan anak-anak mereka. Pekerjaan
mereka tidak membuat mereka durhaka
terhadap keluarga. Maka istri harus menyeimbangkan antara pekerjaan dengan
suami dan anak-anaknya. Janganlah pekerjaan membuat keluarga terhalangi dari
perhatian dan kasih sayangnya. Sehingga sang suami merasa kehilangan
kemesraan, akhirnya timbullah permasalahan diantara mereka.


Ketujuh: Gadis yang Lemah

Yaitu seorang gadis yang terbiasa pasrah terhadap keadaan di sekitarnya,
apakah terhadap keluarga atau teman-temannya. Dia sangat lemah untuk bisa
mengambil keputusan dengan dirinya sendiri, tidak berusaha mengadakan
musyawarah atau menampakkan pendapat apapun.
Kepribadian yang lemah, penurut, dan tidak terbiasa memikul tanggung jawab.
Kebanyakan penyebabnya adalah keluarga, yaitu dengan sikap keras sang ayah,
dan diamnya ibu. Maka sang suamipun kehilangan teman yang bisa memberikan
nasihat, atau masukan-masukan dalam berbagai urusannya.


Kedelapan: Gadis yang membuat was was

Yaitu gadis yang menggambarkan suaminya dengan gambaran yang terburuk.
Sebagai contoh, jika suami terkena penyakit mulas, maka sang istri
membesar-besarkanny a serta meyakininya bahwa sang suami menderita usus
buntu. Jika panas sang suami meningkat dia berkata bahwa dia telah terkena
demam. Jika sang suami terlambat, dia berkeyakinan telah terjadi kecelakaan
atau terkena sesuatu yang tidak disukai. Istri
semacam ini akan mendorong suami untuk selalu was-was dan berkhayal
macam-macam serta selalu khawatir.


Kesembilan: Gadis yang Sok Sempurna

Yaitu gadis yang berambisi untuk mengerjakan sesuatu dengan benar, dan
terlalu berlebih-lebihan di dalamnya sehingga sang suami dan orang-orang
yang tinggal di sekitarnya terkadang merasa jengkel. Sifat seperti itu
membuatnya fanatik buta dalam kehidupan rumah tangga. Dia menginginkan
kesempurnaan dalam segala hal। Jika pergi salah seorang

teman maka harus membawa hadiah berharga dan mahal dibungkus dengan bungkus
yang mewah dan seterusnya. Sifat seperti ini dimungkinkan akan
membuat suami melakukan respon yang mungkin bisa menjadi seorang laki-laki
yang keras dan menolak apa saja yang dilakukan istri, sekalipun perbuatan
itu untuk kepentingannya, dan dia tidak lagi mementingkan keridhaan istrinya


Sekarang, carilah untuk dirimu sendiri wahai saudariku, sifat manakah dari
kesembilan sifat tersebut yang kamu miliki? Kemudian bersihkanlah dari
dirimu agar kehidupan rumah tanggamu selamat dan bahagia.

Diambil dari: Majalah Qiblati Edisi 11 TAhun II

Kamis, 01 November 2007

Jari dan Masalah


Di sebuah desa, hiduplah seorang pemuda. Usianya belumlah genap 20 tahun. Namun sayang, kehidupannya sangat merana. Selalu saja ada banyak kesulitan yang dihadapinya. Usahanya sering gagal.
Tak banyak yang bisa dilakukannya selain merenungi nasib. Ia bertanya dalam hati, mengapa ada beribu masalah yang selalu ada di sekitarnya.



Suatu ketika, ia mendengar ada seorang bijak yang dapat membantu mengatasi setiap persoalan. Kabarnya, orang tua ini selalu berhasil menolong setiap orang yang datang kepadanya. Sang pemuda pun tertarik untuk datang dan mencari jalan keluar bagi masalah yang di hadapinya. Segera saja di persiapkan bekal untuk melakukan perjalanan menuju ke tempat orang bijak itu berada.



Seharian penuh ia berjalan, hingga sampailah di pinggir hutan. Hari sudah malam, ketika akhirnya ia menemukan rumah yang dicarinya. Setelah mengucapkan salam, masuklah sang pemuda dan bertemu dengan orang yang di harapkan menjadi penolongnya. Mari masuk silahkan duduk, terdengar jawaban dari dalam.
Dengan penuh harap, pemuda itu pun mulai menceritakan masalah yang dihadapinya. Ia berkisah tentang pekerjaannya yang gagal, kawan-kawannya yang memusuhinya, juga semua masalah-masalah lainnya.



Sang orang tua, mendengarkan dengan seksama, bersungguh-sungguh untuk memahami pemuda itu. Setelah beberapa lama, usailah ia menyampaikan semuanya. Lalu, apa yang harus aku lakukan, tanya pemuda, apa yang sebenarnya aku hadapi, dan apa masalahku??

Anak muda, maaf, aku tak bisa sepenuhnya menolongmu. Aku hanya bisa menunjukkanmu suatu hal. Orangtua itu kemudian menuju jendela, dan membukanya lebar-lebat. Di luar sana, tampak langit yang gelap gulita. Lalu, diacungkannya jari telunjuk, seperti menunjuk ke atas, ke arah jendela itu. Nak, lihatlah jari telunjukku, ada berapa jari yang kau lihat?

Pemuda itu segera menjawab, tentu saja, hanya ada satu!?. Kemudian, orangtua itu
berpindah, sambil menutup jendela, dan mengacungkan telunjukknya ke arah dinding. Ia lalu bertanya, Sekarang, ada berapa jari yang kau lihat?? Sang pemuda, tampak memicingkan mata. Tampaklah tangan dan jari telunjuk yang teracung, dengan latar belakang dinding yang putih. Ada bayang-bayang yang tampak disana.

Lihatlah lebih jelas, jatuhkan pandanganmu ke belakang, ada berapa jari yang kau lihat.? Sebentar, aku melihat,? ada satu?.eh, dua jari yang ku lihat.? Bagaimana ini bisa terjadi? Ternyata, dinding yang putih, memberikan nuansa yang berbeda dalam pantulan benda.

Ada fenomena lain yang membuat jari itu tampak tak seperti aslinya.?
Anak muda, itu hanya nuansa bayangan dari jari ku saja. Setiap benda akan terlihat berbayang ganda jika diletakkan pada dasar yang putih. Engkau pun akan melihatnya ganda jika melayangkan pandanganmu jauh ke belakangnya, dan tidak terpaku pada benda itu saja. Dan sama halnya dengan semua masalahmu.

Sesungguhnya, dalam setiap masalah, kadang, bukan pemecahanlah yang harus kita cari. Tapi, kemampuan untuk melihat masalah itulah yang kita perlukan. Kadang kita sering terpaku hanya pada masalah itu-itu saja, tanpa pernah membiarkan kita melihat sisi lainnya.

Cobalah layangkan pandanganmu ke belakang, pada jarak yang berbeda pada setiap masalah, engkau akan menemukan bukan hanya satu, tapi dua atau tiga hal yang terlihat. Anggaplah jari telunjukku sebagai semua masalahmu. Dan dinding itu sebagai pikiranmu. Maka, engkau akan dapat melihat sosok suatu masalah, dengan jelas, pada dinding yang putih, pada pikiran yang jernih. Engkau akan mampu melihat dengan lebih jelas apa yang kau hadapi pada pikiran yang tenang, bukan pada latar yang gelap dan penuh amarah.

Tataplah semua masalahmu itu dalam pandangan jernih, tenang, dan bersih. Teliti setiap sisi persoalan hidupmu, dengan hati yang suci. Susuri dan pahami setiap aral di depanmu, tidak dengan pandangan yang gelap gulita.

Pahami dan maknai semuanya. Saat engkau memahami apa yang sedang kau hadapi, maka engkau akan mudah mengatasinya. Setiap persoalan, mungkin terlihat seperti satu hal saja, namun sesungguhnya hal itu mempunyai sisi lain yang tak terungkap, hingga kita mampu melihatnya dengan pandangan yang jernih.

***

Teman, bisa jadi kita mau mencoba hal ini. Acungkanlah jari kita ke dinding yang putih.
Pandanglah, dengan tatapan jauh ke belakang jari itu. Kita akan menemukan ada pantulan yang berbeda dari jari-jari kita. Kita akan melihat, tak hanya ada satu jari yang terlihat, tapi dua, atau bahkan lebih. Mungkin dalam teori optis, kita akan menemukan penjelasan yang ilmiah dan akademis.

Namun fenomena ini akan mengajarkan kita satu hal:

Suatu masalah, kadang akan tampak lebih jelas kita menatapnya dengan pandangan jernih dan jauh ke belakang.
Allah memang Maha Pencipta. Allah selalu memberikan hikmah dan pelajaran dari setiap apapun yang diciptakan-Nya. Tak terkecuali lewat jari dan pandangan tadi.


Kemampuan kita untuk melihat suatu masalah, akan sangat membantu kita dalam memecahkan masalah itu. Walau kadang, pemecahan masalah itu, adalah berupa kemampuan kita untuk melihat masalah dengan lebih jernih dan tenang. Serta dengan memahami, apa sebenarnya masalah yang kita hadapi itu


sumber : dudung.net

Mang Utas jeung Si Bolot


Paguneman Mang Utas:

"Lieur aing mah Lot, ngabandunganana !"
"Ari kitu ngabendung naon Mang?"

"Lain ngabendung Lot...tapi ngabandungan !"
"Ohh..Bandung, iraha kitu Amang ti Bandung? naha bet teu ngajak-ngajak rek pelesir teh."
"Heuuh...ari maneh, lain tas ti Banduuuung, tapi ngabandungan, kaharti teu ?!"


"Ih..titatadi oge kadangu atuh Mang, yen Amang teh tas ti Bandung, mana atuh oleh-oleh peuyeum Kuningana ?"
"Tuh nya maneh mah, jauh-jauh ti Bandung hayoh kalahka nanyakeun oleh-oleh ti Kuningan, peuyeum Bandung atuh ari ti Bandung mah !"

"Tah enya Mang..peuyeum Bandung maksud kuring mah."
"Ke nya॥urang melak heula sampeuna, eta oge mun purun melakna !"


"Baruk aya nu malak nya di Bandung na, naha atuh teu wawartos ka kuring Mang, saha anu malakna Mang, keun urang jekok mun panggih."
"Hmmm..asa ngomong jeung panto jeung maneh mah, heuplah...aing kalahka jadi mules kieu."


Kebo Hideng #Tasikmalaya