Menu Baru Web PWS Medan

Bergabunglah dengan Paguyuban Wargi Sunda versi FaceBook , dapatkan info PWS terbaru , Jangan lupa DOWNLOAD File berbentuk Powerpoint ( pps ) dari web ini , dan semuanya tentu saja Gratis untuk anggota dan pembaca setia Web PWS - Medan , Haturnuhun
Myspace tweaks at TweakYourPage.com

Selasa, 12 Agustus 2008

Tidak Kehilangan


Didalam suatu organisasi yang mempekerjakan misal 100 orang, diperkirakan ada sekitar 8 orang diantaranya yang kurang berprestasi dan hanya ada sekitar 6 orang Superstar yang produktivitasnya 8 kali lipat dibandingkan dengan 86 sisanya.

Sudah pasti seorang Superstar ini tak bakal mampu mengetik 8 kali lebih cepat atau mengerjakan tugas 8 kali lebih banyak.

Produktivitas mereka berasal dari apa yang mereka kerjakan, sikap dan hubungan mereka dengan orang lain serta pengaruh positifnya terhadap lingkungan kerja.

Superstar ini sangat bersemangat dan memastikan diri untuk selalu memiliki pengetahuan yang cukup dalam pekerjaan mereka. Dengan rela mereka membagi informasi kepada siapa saja yang membutuhkannya.

Mereka menjadi pembimbing tanpa bermaksud membimbing, berhasrat melakukan hal yang benar, mudah menyesuaikan diri, bersikap membantu dan selalu berkeinginan menjadikan perusahaannya lebih baik.

Pertanyaannya: "Mengapa tidak merekrut lebih banyak Superstar ?"

Anda tidak bisa merekrut mereka semua, anda harus mengembangkan mereka.

Itulah alasannya bahwa dalam masyarakat kita yang terus berubah dengan peningkatan teknologi secara dramatis, pelatihan serta program pengembangan pribadi yang terus menerus adalah suatu keharusan.

Bukan saja untuk meningkatkan ketrampilan serta kemampuan mereka, tetapi juga sangat mengurangi risiko tingginya tingkat kehilangan karyawan.

Ada sementara perusahaan yang mempertanyakan,
Untuk apa kami melatih mereka kalau di kemudian hari harus kehilangan mereka?”

Kekuatiran yang beralasan, tetapi bukankah akan jauh lebih parah lagi jika “Tidak melatih mereka dan tidak kehilangan mereka?”

Djodi Ismanto

Antara Takut Gagal Dan Gagal


Dari sekian ratus milyar umat manusia di dunia ini, sebenarnya dapat digolongkan menjadi 2 tipe yang sangat sederhana.

Tipe yang pertama adalah mereka yang memilih takut gagal, dan yang kedua adalah orang-orang yang lebih memilih gagal.

Lalu mana yang lebih baik, nampaknya kedua-duanya adalah saudara kembar, bukan begitu? Yang menjadi perbedaan adalah prosentase keberhasilan dalam meraih kesuksesan.

Bagaimana maksudnya ?

Tipe pertama :
Orang-orang yang MERELAKAN dirinya masuk dalam partai "TAKUT GAGAL".
Orang-orang dengan tipe ini cenderung terlalu mengasihani dirinya sendiri.
Cara pandangnya pesimis, tidak memiliki semangat untuk menaklukan "tantangan". Sebagian dari mereka ada yang berkata,

"Kami bukannya takut, kami hanya tidak mau mencoba !!!" (hehehe, konyol bukan??)

Sebagian lagi berkata,
"Saya lebih nyaman dengan kondisi seperti ini, kenapa saya harus bersusah payah !!"

Masih banyak lagi alasan-alasan yang dapat diutarakan oleh orang-orang tipe ini. Tapi kebanyakan dari mereka tidak pernah merasakan anak tangga kesuksesan.

Pepatah "Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian - Bersakit-sakit dahulu,bersenang-senang kemudian" tidak berlaku bagi tipe ini.


Tipe kedua :
Orang-orang yang MENDORONG dirinya untuk masuk dalam partai "BERANI GAGAL"
Tipe ini sangat berkebalikan dengan tipe pertama. Bagi orang-orang di tipe ini, mereka berkata

"LEBIH BAIK SAYA MENCOBA DAN GAGAL, DARIPADA SAYA TIDAK PERNAH MENCOBA!"

Dahsyat bukan?
Banyak dari orang-orang di partai ini yang akhirnya masuk kategori "from ZERO to HERO".

Prinsipnya,
"Keberhasilan hanya masalah waktu, kalau saya harus gagal 1000 kali sebelum berhasil, maka saya akan lakukan yang 1000 itu demi yang ke 1001"

Sederhana bukan?

Orang-orang tipe ini adalah orang-orang yang sudah memandang kesuksesan ada di depan mata mereka, dan mereka PASTI meraihnya!

Nah, maukah kita merenung sejenak.
Masuk kategori manakah kita?
Maukah kita berpikir

"JIKA HARUS MEMILIH ANTARA TAKUT GAGAL DAN GAGAL, PILIHLAH GAGAL!!!"

Keberhasilan yang sejati tidak terjadi dalam sekejap, tapi membutuhkan proses dan perjuangan.

Semoga Sukses !

PWS Medan

Senin, 11 Agustus 2008

Pejuang


Yang dulu berjuang di kala kemerdekaan,
Mengangkat senjata untuk mengusir lawan,

Bergerilya mengusir penjajah bangsa,
Rela berkorban harta dan nyawa demi kemerdekaan,

Mereka pantas disebut pahlawan,
Inilah gambar pejuang tanpa pamrih

Tapi sekarang di jaman kemerdekaan,
Banyak orang berjuang dengan hartanya,

Demi merebut tahta dan kekuasaan,
Apakah mereka juga pahlawan,
Mungkin ini gambar pejuang dengan pamrih

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA Ke - 63

Salam Merdeka,
Paguyuban Wargi Sunda ( PWS ) - Medan

source :Eko J. Santoso

Bakteri yang ada di keyboard


Suka makan di meja komputer sambil bekerja ??

Waduh, pikir panjang lagi deh kalau anda sering melakukan hal tersebut.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang editor majalah komputer, Sarah Kidner menemukan bahwa terdapat banyak bakteri yang tertinggal di komputer, terutama keyboard apabila anda tidak rajin membersihkan komputer.

Bakteri ini sendiri ada karena kebiasaan kita yang mungkin sering tidak mencuci tangan, bahkan bakteri ini jumlahnya hampir sama dengan bakteri yang ada di WC atau toilet. Ihhh . . . . . . . .

Seorang peneliti mikrobiologis, James Francis melakukan penelitian terhadap 33 keyboard, tempat duduk toilet dan pegangan toilet, dan ternyata bahkan di keyboard pun terdapat bakteria yang hampir sama yang ada di toilet yang memungkinkan anda terjangkit penyakit yang cukup serius.

Ditemukan dalam 4 buah keyboard, sangat berpotensi untuk menyebarkan penyakit dan satu diantaranya bahkan jauh lebih kotor dan berbahaya dibandingkan dengan bakteri yang ditemukan di tempat duduk toilet.

Nah, masih mau makan di meja komputer sambil mengetik ??? makanya rajin-rajinlah membersihkan komputer anda.

Setelah membaca & melihat info ini, sebaiknya jangan abaikan kebersihan tangan Anda, cucilah tangan Anda dengan sabun!
source :
Sonny S - Jakarta

Harta Karun


Menjelang permulaan abad keduapuluh, adalah seorang pria yang tinggal di sebuah tanah yang cukup luas di pinggiran kota kecil di Beaumont-Texas.

Pria ini dengan terpaksa ingin menjual sebagian tanahnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya beserta keluarganya.

Kabar itu terdengar sampai ke sebuah perusahaan minyak yang kemudian menyatakan bahwa di tanah tersebut kemungkinan besar terdapat tambang minyak.

Lalu diajukanlah sebuah penawaran bagi hasil jika mereka diijinkan mengeksplorasi dan mengebor tanah tersebut. Sang pemilik hampir tak percaya dan dengan gembira menyetujui tawaran kerjasama itu.

Proses eksplorasi pun dimulai dan ketika minyaknya menyembur gembiralah mereka semua terutama si pemilik tanah. Sekian ratus ribu barel minyak telah dihasilkan dari tanah tersebut dan itulah penemuan Spindle Top, salah satu sumur minyak yang paling produktif dalam sejarah Amerika.

Pertanyaannya adalah: "Apakah sang pemilik tanah telah menjadi kaya raya?"

Sebenarnya pria pemilik tanah itu sudah menjadi kaya raya semenjak dia menjadi pemilik tanah tersebut, sayangnya dia tidak menyadarinya dan tidak memiliki cukup pengetahuan untuk melakukan eksplorasi sehingga tidak mampu memanfaatkannya jauh hari sebelumnya.

Di dalam diri setiap manusia terdapat kemampuan serta talenta luarbiasa untuk meraih sukses, namun ada sebagian besar orang yang tidak menyadari apalagi memanfaatkannya.

Kenalilah diri anda, eksplorasilah, kembangkanlah dan manfaatkanlah apa yang anda miliki. Mulailah mengebor dan menggali potensi diri anda, temukanlah kekuatan-kekuatan yang terpendam, boleh jadi ada harta karun yang tak ternilai didalam diri anda.

Kekuatan Bersyukur


Dikisahkan, si Kabayan mendatangi pamannya yang berhasil menjadi pengusaha sukses. Dia ingin tahu, apa rahasia di balik sukses pamannya menjalankan beragam bisnis yang dimilikinya.

Pamannya memang terhitung sangat sukses dalam berbagai bidang usaha. Ia di antaranya menjadi pemilik beberapa gerai berlisensi, distributor besar besi baja, pengusaha ekspor impor produk retail.

Ia bahkan juga sukses menjadi seorang investor saham yang sangat piawai dan memiliki berbagai investasi yang menjanjikan.

"Paman, bolehkah aku bertanya?"Sang paman pun tersenyum kepada keponakannya,

"Apa yang bisa Paman tahu, pasti akan Paman jawab semua pertanyaanmu , Kabayan ."

Si Kabayan lantas meneruskan pertanyaannya,
"Saya sangat kagum pada keberhasilan Paman. Kalau boleh tahu, apa rahasia sukses Paman hingga memiliki beragam bisnis yang berbeda, tapi rata-rata bisa sukses seperti saat ini?

Padahal, saya tahu bahwa pendidikan Paman tidak cukup tinggi, bahasa Inggris pun belepotan. Hebatnya, saya lihat sendiri, orang-orang yang bekerja sama dengan Paman rata-rata justru berpendidikan jauh di atas Paman. Bagaimana bisa begitu paman? Saya benar-benar ingin tahu dan belajar dari Paman," ungkap si Kabayan sang keponakan.

"Hahaha, paman sih hanya mengandalkan insting dan berkat Allah SWT," jawab si paman sambil tertawa lebar.

Mendapat jawaban yang kurang memuaskan, Kabayan langsung mencecar dengan pertanyaan,
"Insting? Apa maksud Paman? Berkat Allah SWT ? Kenapa Tuhan bisa memilih Paman untuk diberkati?"

"Begini, pertama-tama, jujur paman akui bahwa pamanmu ini memang tidak berpendidikan formal, tetapi bukan tidak terdidik. Justru karena pendidikan paman rendah, paman memulai segala sesuatu melalui jalur trial and error.

Dan, jika dihitung dengan uang, pendidikan yang paman tempuh biayanya sungguh sangat besar. Sama dengan biaya di sekolah formal, malahan bisa-bisa lebih mahal. Orang tahunya paman yang sukses hari ini. Orang mungkin tidak pernah tahu berapa kali paman jatuh bangun mendirikan bisnis ini.

Pengalaman mengajarkan, tidak peduli berapa kali kita jatuh, pastikan bangun lagi! Akhirnya paman pun berhasil menguasai ‘know how' bisnis dengan baik. Dan, setelah paman berhasil menanamkan fondasi dan mulai merangkak naik, juga tidak lantas berpuas diri.

Ingat, semakin tinggi pijakan kita, angin pun semakin kencang dan selalu berubah arah. Maka di dunia usaha yang terus berubah, kita harus pandai-pandai belajar membaca arah dan perubahan angin.

Setelah itu, barulah mengatur bagaimana manajemen yang baik dan mendelegasikan pekerjaan melalui anak-anak muda yang berpendidikan tinggi seperti kamu," sang paman menerangkan panjang lebar.

Si Kabayan tampak memerhatikan dengan serius semua ucapan sang paman. Ia kemudian menyela, "Lantas, bagaimana Paman menyebut bahwa diri Paman diberkati Tuhan?"

"Allah SWT. memberi berkat kepada setiap manusia. Tergantung Kita yang menerima, bagaimana mengelola, memanfaatkan, dan mengembangkan berkat itu dengan kemampuan kita yang luar biasa!

Maka, paman selalu percaya, berkat Allah SWT selalu tersedia untuk paman!
Bagaimana, puas dengan pelajaran hari ini ?" sebut paman masih dengan senyuman hangatnya.

"Terima kasih Paman. Saya berjanji akan belajar mengelola berkat seperti yang telah Paman lakukan. Tolong jangan bosan mengajari saya ya paman".


So dear sadayana,Kalau kita mampu menyadari dengan benar sesungguhnya berkat ada di mana-mana, maka tak ada alasan bagi kita untuk tidak berjuang mewujudkan berkat itu menjadi sebuah manfaat.

Namun, semua itu tergantung bagaimana kita mengerti dan mengembangkan di jalan yang benar dan baik. Sebagai manusia, kita dilahirkan di dunia ini pasti ada gunanya.Kalau manusia sudah memiliki pemahaman tentang keberadaannya, maka akan muncul keyakinan bahwa kita semua mempunyai hak untuk sukses, "Success is My Right!"

Dengan demikian, setiap hari kita akan mampu mensyukuri setiap apapun yang kita terima. Dan, utamanya lagi, kita juga akan selalu penuh senyum menatap hari depan dengan semangat dan optimis.

Salam sukses luar biasa!!!


source :
Andrie Wongso

Jumat, 08 Agustus 2008

Moment Istimewa


Moment yang sangat indah untuk di ingat sebagai kenang - kenangan nanti.

Tanggal 8 Bulan 8 tahun 2008
Semua berujung dengan angka 8 ( genap )
Mungkin anda juga berminat untuk membuat suatu history di tanggal 8-8-2008

Dengan keluarga besar andakah ............ ..?
Dengan pasangan sejati andakah..... ......... .?
Atau dengan musuh besar andakah..... ......... .?

Kami tunggu kabar baik anda
Djodi

Katak dan Ikan Gabus


Konon suatu ketika di tanah Pasundan,
Terjadilah persahabatan antara seekor Ikan Gabus dan seekor Katak.

Persahabatan mereka berdua sungguh erat. Saling berbagi, saling membantu dan saling ingin membahagiakan satu sama lain. Untuk itu sering kali mereka berdua berlomba-lomba memberikan yang terbaik pada sahabatnya.

Suatu hari, di musim panen , pergilah si Katak ke ladang si Ikan Gabus untuk membantu si Ikan Gabus menyiangi padi di ladangnya. Begitulah sepanjang pagi sampai siang mereka berdua membersihkan tanaman padi dari rumput-rumput liar sambil bercerita dan bercanda.

Berkatalah Si Ikan Gabus pada sahabatnya, “Mari kita pulang untuk memasak makan siang dan beristirahat.”

Lalu pulanglah mereka berdua ke gubuk di tengah ladang.
Sementara Si Ikan Gabus memasak makanan, pergilah si Katak ke sungai untuk mandi. Dan ketika ia pulang, makan siang sudah siap tersaji. Dan singkat cerita, makanlah kedua sahabat itu dengan lahapnya.

Sambil menikmati makan siang, bicaralah si Katak dalam hati,

Alangkah sedapnya masakan si Ikan Gabus.“ Padahal Ikan Gabus hanya memasak sayur-sayur dari dedaunan, namun terasa seperti ada campuran dagingnya.
„Enak sekali masakanmu ini, sobat
, „ kata Katak memuji.

Ah, kamu ini becanda saja,“ sahut Ikan Gabus.

Demikianlah terjadi, setiap kali Katak makan di tempat Ikan Gabus, dia selalu kagum, betapa sedapnya masakan sahabatnya itu. Namun setiap ditanya apa resepnya, Ikan Gabus tak pernah mau menceritakannya. Hal itu membuat si Katak penasaran. Sahabatnya itu pasti menyembunyikan sesuatu dari dirinya.

Lalu Katak dapat akal.
Aku harus mengintipnya ketika dia memasak,“ bisik hati si Katak. Karena lama-lama dia malu juga, masakannya tak seenak masakan Ikan Gabus. Diam-dia dia ingin mencari tahu apa resepnya.

Ketika suatu siang, seperti biasa mereka beristirahat, dan si Ikan Gabus memasak makanan untuk mereka.

Aku mau ke sungai dulu ya, sementara kamu memasak,“ kata Katak. Ia pura-pura mau mandi, namun diam-diam dia mengintip si Ikan Gabus dari celah-celah dinding gubuk.
Ha….aaa?“

Betapa terkejutnya si Katak. Rupanya ketika memasak, si Ikan Gabus mencelupkan ujung ekornya ke dalam wajan sayur di atas tungku. Dengan demikian sayur terasa gurih seperti ada dagingnya. Itu sebabnya sayur masakan Ikan Gabus selalu sedap rasanya.

Katak kini tahu rahasianya. Maka ketika sore hari tiba, berkatalah Katak pada Ikan Gabus.
Besok kita bekerja di ladang saya.“
Demikianlah malam datang dan hari berganti. Pagi menyapa dan alampun memberikan harinya.

Begitulah, hari itu Ikan Gabus membantu Katak menyiangi rumput di ladangnya.

Mari kita istirahat, sobat.“ Kata Katak. „Aku sudah lapar….“ lanjutnya.

Maka pulanglah mereka ke gubuk dan Katakpun memasak makanan untuk makan siang.
Kamu duluan mandi, sobat“ kata Katak pada Ikan Gabus. „Nanti, setelah masak aku menyusul mandi ke sungai.“

Tanpa curiga pergilah Ikan Gabus mandi ke sungai. Yakin tak dilihat Ikan Gabus, dia juga ingin mencoba cara Ikan Gabus memasak makanan, sehingga pasti akan enak rasanya.
Setelah sayur mendidih dan hampir matang, Katak mencoba memasukan bagian tubuhnya ke dalam sayur. Namun dia kesulitan karena tak ada ekornya.

Mau memasukkan ujung jari kakinya, juga tidak kuat, karena panas sekali. Akhirnya Katak memutuskan untuk melompat saja ke dalam sayur. Toh paling sebentar saja, tidak akan apa-apa, pikirnya.

Maka tanpa berpikir panjang, melompatlah dia ke dalam sayur. „Ploop“.
Sayang sekali. Begitu masuk ke dalam sayur mendidih, si Katak tidak bisa bangun lagi. Dan matilah dia dan menjadi matang bersama sayurnya.

Setelah lama menunggu, sahabatnya tidak datang-datang juga ke sungai. Si Ikan Gabus menjadi heran. Ia pulang ke gubug sambil memanggil-manggil sahabat karibnya. Namun tidak ada jawaban. Hening….

Barulah ketika Ikan Gabus melihat ke dapur, dia melihat sahabatnya sudah kaku di dalam sayur mendidih di atas tungku. Ikan Gabus jadi sadar, rupanya selama ini si Katak telah ngintip rahasianya.

Sahabat, mengapa kau lakukan itu ?“ Ikan Gabus menangis sedih.

Hanya ingin memberikan yang terbaik untuk sahabatnya, akhirnya Katak mati di dalam sayurannya.


Keinginan untuk memberikan yang terbaik harus juga diperhitungkan dari segi kemampuan untuk merealisasikannya

Penolakan


Berikut ini adalah Kata Bijak untuk hari ini:

"Sebuah penolakan seringkali hanya merupakan indikator mengenai kriteria standar dan selera dari pihak yang melakukan penolakan tersebut, jadi bukanlah menunjukkan kualitas ataupun siapa diri kita sebenarnya"

Interpretasi:

Apakah Anda pernah ditolak ? Mungkin kebanyakan dari kita pernah merasakan penolakan cinta barang 1 atau 2 kali semasa muda dulu, saat pernyataan cinta ternyata tidak disambut positif, seseorang merubah sikapnya secara drastis , dari suka berubah benci, harapan menjadi hujatan, dan bahkan dendam hingga perasaan rendah diri menganggap kualitas diri telah dihancurkan pihak lain.

Bagi mereka yang tengah mencari pekerjaan, penolakan lamaran pekerjaanpun seringkali bernasib sama, diawali semangat membara ingin berbakti untuk sebuah perusahaan yang diharapkan, berubah menjadi kekesalan dan sikap antipati setelah lamaran tidak digubris dan tak kunjung datang jawaban yang diharapkan.

Apa yang perlu diketahui mengenai hal ini ?

Ternyata sebuah penolakan kadang tidak menunjukkan siapa diri kita sebenarnya, sebaik apa kualitas diri kita , apalagi menurunkan dan mengurangi standar diri yang dimiliki, karena ternyata berbagai penolakan sekedar menunjukkan seperti apa selera, kriteria & kondisi persepsi dari pihak lain, yang ternyata seringkali tidak ada hubungannya dengan kualitas diri kita sendiri.

Jadi dapat dikatakan penolakan adalah masalah extern,dan bukan masalah intern (walau terkadang kita pun perlu introspeksi secara internal).

Apa yang perlu dilakukan mengenai hal ini ?

Dengan mengetahui bahwa sebuah penolakan adalah peristiwa eksternal, maka kita dapat berpikir lebih jernih , bersikap lebih tenang, dan lepas dari segala pemikiran yang merendahkan diri sendiri apalagi menyimpan rasa ketidakpuasan dalam diri yang akhirnya akan merusak diri sendiri.

Tips ini dapat Anda terapkan pada berbagai aspek kehidupan,
apakah pada hubungan cinta,
pekerjaan,
proposal kerja sama,
penawaran bisnis, dan banyak lagi.

Jadi, selamat berintrospeksi dan memperbaiki pilar pondasi pola pikir Anda bila saat ini Anda masih terbelenggu dengan penolakan yang masih Anda anggap sebagai peristiwa 'internal', bebaskan diri Anda agar dapat membuka pintu peluang yang lebih baik lagi dengan sikap positif penuh pengharapan.

Salam Sukses selalu untuk Anda!

Kamis, 07 Agustus 2008

Ajari seseorang untuk memancing


"Give a man fish, so he can eat for one more day..Teach a man how to fish, he can feed himself for the rest of his life..But build a fishing rod factory, so more people can fish & feed themself forever and you will be even more rich.."

"Beri ikan pada seseorang, maka ia akan dapat makan untuk 1 hari..Ajari seseorang untuk memancing, maka ia akan dapat makan selamanya..Tetapi bila Anda membangun pabrik produksi alat pancing, akan ada lebihbanyak orang yang dapat menafkahi hidup mereka, dan Anda akan menjadijauh lebih kaya dari sebelumnya.."

Interpretasi:
Kata - kata bijak ini kami kembangkan dengan maksud untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai azas manfaat, dimana dapat kita lihat dimana owner dari perusahaan biasanya adalah seorang yang sangat kayadan berkelimpahan, coba lihat perusahaan-perusahaan yang ada di negara kita, perusahaan rokok misalnya, atau produsen kendaraan bermotor, juga sektor perbankan, kita ketahui owner biasanya seseorang yang sangat kaya, khususnya secara material, mengapa demikian?

Semata karena bila kita telaah, ternyata ia telah memberikan kesempatan bagi orang lain untuk dapat menafkahi diri mereka masing-masing, atau dengan kata lain,sang owner memberikan penghidupan bagi orang banyak (karyawannya).

Terlepas dari banyaknya polemik seputar eksploitasi karyawan & kurangnya perhatian terhadap kesejahteraan karyawan, termasuk juga pihak karyawan yang kurang mensyukuri kesempatan penghidupan yang diberikan.

Mari kitarenungkan hal apa yang dapat kita lakukan untuk memberikan peluang bagi lebih banyak lagi sesama kita untuk dapat memperoleh penghidupan yang lebih baik.

Dan seperti yang telah sering disampaikan sebelumnya, keuntungan akan selalu mengikuti setelahnya!

Selamat merenungkan, terima kasih atas waktu dan perhatiannya.

Salam PWS
Sukses selalu untuk Anda