Menu Baru Web PWS Medan

Bergabunglah dengan Paguyuban Wargi Sunda versi FaceBook , dapatkan info PWS terbaru , Jangan lupa DOWNLOAD File berbentuk Powerpoint ( pps ) dari web ini , dan semuanya tentu saja Gratis untuk anggota dan pembaca setia Web PWS - Medan , Haturnuhun
Myspace tweaks at TweakYourPage.com

Selasa, 24 Februari 2009

Silaturahmi dengan Senior Urang Sunda di Sumut

Ki-ka , Kang Djatnika , Kang Iyuk , Kang Tata ( PTP II ) & Kang Arman

Minggu malam , 12 Februari 2009 diadakan silaturahmi antara para Senior Urang Sunda antara petinngi dari PTP II yaitu Kang Rachmat ( Direktur ) di dampingi oleh staff Kang Aminudin dan Kang Tata dari PTP II , selain itu hadir pula Kang Asep ( Komandan Detasemen I Intel Kodam I Bukit Barisan ) , sementara dari Paguyuban Wargi Sunda - Medan , diwakili oleh pengurus inti antara lain ; Kang Djodi , Kang Djatnika , Kang Iyuk ( Sekjen ) , Kang Dedi Mulyadi , Teh Nina , Teh Risma ( Bendaharan dan Seksi Usaha ) , Kang Mayor Badri , Kang Arman , Kang Ade Herdiat ,( Humas dan Kesenian dan Kang Asep Yudi ( Wakil Ketua )



Tujuan dari pertemuan yang berlangsung di restaurant Trader - Medan ini , adalah mensosialisasikan visi , misi serta etika organisasi kepada para Senior , disamping menggalang silaturahmi dan kerjasama dalam berbagai rencana kegiatan PWS - Medan



Kang Mayor Badri ( kiri , infanteri Kodam BB , menuturkan maksud dan kegiatan yang dilakukan kepada Kang Rachmat ( kanan , Direktur PTP II )



Sosialisasi dibawakan oleh Kang Iyuk ( paling kiri , Sekretaris II ) yang memaparkan sejarah , kegiatan , organisasi , adata anggota , media komunikasi serta blue print visi dan misi Paguyuban Wargi Sunda - Medan


Selain dari itu , Kang Djatnika ( Sekretaris I ) menjelaskan program data base anggota PWS yang telah computerized . sehingga keakuratan data sangat valid dan mudah di up to date setiap saat



Acara diakhiri dengan makam malam bersama.
Sementara Kang Rachmat selaku kapasitas nya sebagai Direktur PTP II serta Kang Asep ( Komandan Det I Intel Kodam BB ) sangat memahami dan mendukung visi dan misi PWS - Medan , serta siap melakukan kerjasama dan sinergy dengan semua rencana kegiatan Paguyuban Wargi Sunda - Medan.

PWS Medan sangat berterima kasih atas goodwill yang diberikan oleh para Senior Urang Sunda di Sumut dalam memajukan kegiatan PWS di Sumatera Utara

Jumat, 13 Februari 2009

AIR atau AWAN ?

Di sebuah tempat nan jauh dari kota disebuah tempat di Jawa Barat , tampak seorang pemuda bergegas menuju surau kecil. Wajahnya menampakkan kegelisahan dan kegamangan.
Ia seperti mencari sesuatu di surau itu.

"Assalamu'alaikum, Kabayan " ucapnya ke Kabayan yang terlihat sibuk menyapu ruangan surau. Spontan, si Kabayan itu menghentikan sibuknya. Ia menoleh ke si pemuda dan senyumnya pun mengembang.

"Wa'alaikumussalam. Mangga. Mari masuk!" ucapnya sambil meletakkan sapu di sudut ruangan.
Setelah itu, ia dan sang tamu pun duduk bersila.

"Ada apa, Jang ?" ucapnya dengan senyum yang tak juga menguncup.
"Kabayan , Aku diterima kerja di kota!" ungkap sang pemuda kemudian.
"Syukurlah," timpal si Kabayan bahagia. "Kabayan, kalau tidak keberatan, berikan aku petuah agar bisa berhasil!" ucap sang pemuda sambil menunduk.

Ia pun menanti ucapan si Kabayan di hadapannya.

"Jang , Jadilah seperti air. Dan jangan ikuti jejak awan," untaian kalimat singkat meluncur tenang dari mulut si Kabayan.
Sang pemuda belum bereaksi. Ia seperti berpikir keras memaknai kata-kata Kabayan.

Tapi,tak berhasil. "Maksud, Kabayan?" ucapnya kemudian.
"Jang , Air mengajarkan kita untuk senantiasa merendah. Walau berasal dari tempat yang tinggi, ia selalu ingin ke bawah. Semakin besar, semakin banyak jumlahnya; air kian bersemangat untuk bergerak kebawah. Ia selalu mencari celah untuk bisa mengaliri dunia dibawahnya," jelas si Kabayan dengan tenang.

"Lalu dengan awan,Kabayan?" tanya si pemuda penasaran.

"Jangan sekali-kali seperti awan, Jang. Perhatikanlah! Awan berasal dari tempat yang rendah, tapi ingin cepat berada di tempat tinggi.
Semakin ringan, semakin ia tidak berbobot; awan semakin ingin cepat meninggi," terang si Kabayan begitu bijak.

"Tapi Jang," tambahnya kemudian. "Ketinggian awan cuma jadi bahan permainan angin."

Dan si pemuda pun tampak mengangguk pelan.

Jumat, 06 Februari 2009

4 Skenario

4 Skenario

Skenario I

Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi. Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut.(nJadi ingat pengalaman pribadi dari Bekasi menuju Kantor di Sunter dulu )

Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki.

Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.

Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita.

"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih," kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.

Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.


Skenario 2

Sekarang kita beralih kepada skenario kedua.

Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.

Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita.

Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang.

Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata,

"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih."

Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut.

Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita).

Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.


Skenario 3

Marilah kita beralih kepada skenario ketiga.

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun dari kereta.

Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita. Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita.

"Halo, selamat siang, Pak.

Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang," kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada kita.

Orang yang menemukan handphone kita berkata,

"Oh, ini handphone bapak ya. Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti ya."

Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui "orang baik" tersebut.

Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang.

Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?

Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua bukan?

Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.


Skenario 4

Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat.

Sampai akhirnya kita tiba di rumah.

Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS :

"Bapak / Ibu yang budiman.

Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang.

Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya.

Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. "

SMS pun dikirim dan tidak ada balasan.

Kita sudah putus asa.

Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita.

Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya.

Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.

Bagaimana kira-kira perasaan kita?

Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu.

Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita.

Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?

Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario ketiga).


Moral

Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?

Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang menemukannya.

Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita.

Kita berikan dia ucapan terima kasih.

Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta.

Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.

Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun dari kereta.

Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.

Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita.

Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.

Ada sebuah hal yang aneh di sini.

Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik?

Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan?

Dia adalah orang pada skenario pertama.

Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas.

Manakah orang yang paling tidak baik?

Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu.

Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar.

Apa yang sebenarnya terjadi di sini?

Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit.

OK, kenapa bisa begitu?

Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap skenario.

Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.

Pada skenario kedua, kita juga belum merasakan kehilangan karena saat itu kita belum sadar, tetapi kita membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta.

Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.

Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu.

Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.

Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.

Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?

Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.

Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita.

Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.

Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.

Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur?

Sebaiknya tidak.

Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada.

Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita.

Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh.

Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.

Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan.

Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.


Semoga dapat menjadi renungan dan berguna, untuk dapat membuat hidup lebih bermakna,

Salam pengabdian,

Djodi Ismanto

Senin, 02 Februari 2009

Nyoreang Alam Katukang


Paguyuban Wargi Sunda ( PWS ) Medan lestarikan budaya seni Sunda.


Dalam rangka mendukung program pembangunan nasional berbudaya , Paguyuban Wargu Sunda ( PWS ) Medan sebagai salah satu wadah organisasi sunda di pangumbaraan , turut mendukung program tersebut melalui aplikasi karya nyata.


Salah satunya yang dilakukan oleh PWS Medan adalah pembuatan Album CD Apresiasi Khasanah kesenian Sunda ” Nyoreang Alam Katukang ” sebagai bagian dari produk kebudayaan masyarakat Sunda.


Demikian sambutan ketua umum PWS – Medan , Kompol Dani Kustoni , SH,S.IK,M.Hum , pada kata sambutan yang tertulis di cover dalam kemasan CD kesenian Sunda ” Nyoreang Alam Katukang ” yang dilansir oleh PWS – Medan baru – baru ini.


Font size
Text Color Link Align Left Align CenterAlign RightNumbered List Bulleted List BlockquoteCover depan CD

Diharapkan dengan hal ini dapat menumbuhkembangkan kembali nilai – nilai dan norma – norma budaya masyarakat Sunda melalui media seni.


Adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi PWS Medan , manakala generasi muda masyarakat Sunda di pangumbaraan dapat melestarikan nilai – nilai budaya Sunda warisan nini-aki , demikian tambah Kang Dani.

CD yang dikemas dengan apik ini ( lihat gambar ) dengan latar belakang panorama alam Pasundan sedikitnya memuat 7 jenis kesenian Sunda dan satu lagu Mars PWS Medan sebagai pembukanya adalah :



Cover Dalam CD berisi Sambutan dan Susunan Pengurus PWS - Medan


1. Mars PWS Medan

2. Degung

3. Celempungan

4. Pencak Silat

5. Ketuk Tilu

6. Genjring Bonyok

7. Kliningan

8.Toleat



Cover Belakang CD

Penjelasan detail tiap seni sunda yang ditampilkan ditulis dengan lengkap pada Album CD tersebut hingga dapat meningkatkan awereness khususnya generasi muda Urang Sunda.

Dan karya inilah yang dapat PWS Medan persembahkan bagi seluruh warga Paguyuban Wargi Sunda di pangumbaraan , dengan harapan semoga karya nyata ini dapat membawa kita kembali ” Nyoreang Alam Katukang

Seperti yang dikatakan pepatah bijak ” Kalau Bukan Kita Siapa lagi . . . .”


Bagi Akang / Teteh yang berminat memiliki silahkan mereply email ini ke :

adindagolid@yahoo.com atau ke dedimulyadi27@yahoo.com

atau menghubungi kami ke HP 0811650423 ( Kang Dedi Mulyadi , Bendahara PWS ).

Kami harapkan bantuan partisipasinya sebesar Rp. 30.000,- ( Tiga puluh ribu rupiah ) sebagai pengganti biaya produksi.


Haturnuhun ka :

Bambu – Bambu ( Bandung )

Kang Endang ( Studio STSI Bandung )

Dan seluruh mitra kerja PWS yang mendukung program ini.

Geling suling jentreng kacapi

matak nyuat nurihan ati

Gamelan jeung haleuang tembang

beuki matak sumoreang

da hate mah aya kamelang

Duh sarakan . . . .

najan urang paanggang

kadeudeuh mah tetep pageuh

kacinta hamo sulaya

sabab Ki Sunda teteg ajeg na adeg-adeg

tetep gandang na tangtungan

mo laas kasilih jaman . . .

Paguyuban Wargi Sunda – Medan

www.pwsmedan.blogspot.com






Sabtu, 31 Januari 2009

EMPAT KUNCI


Tentunya, banyak kunci untuk menghadapi hidup. Kesempatan ini, akan merangkum garis besar kunci-kunci dalam menghadapi hidup yaitu




(1) Percaya kepada kemampuan diri;
(2) Percaya kepada kemampuan teman;

(3) Percaya kepada kemampuan pesaing; dan

(4) Percaya kepada kemampuan Allah.


Pertama, percaya kepada kemampuan diri


Orang-orang yang tidak percaya kepada kemapuan diri, biasanya tidak punya motivasi
berprestasi. Ciri orang yang punya motivasi berprestasi adalah seperti kereta dorong yang sudah beranjak sebelum didorong.
Jadi kalau kita hidupnya masih menunggu didorong atau dimotivasi oleh sistem lingkungan, berarti percaya kepada kemampuan diri masih rendah.

Kedua, percaya kepada kemampuan teman.

Hidup ini tidak hanya perlu kepandaian diri dan percaya kepada kemampuan diri. Sebab kalau hanya percaya kepada kemampuan diri tanpa percaya kepada kemampuan teman, hidup kita akan capek sendiri.

Sebab semua pekerjaan, akan dikerjakan sendiri dan tidak percaya perlunya pendelegasian. Penyakit ini, biasanya menimpa pada orang-orang yang sangat pandai dan perfek. Dirinya tidak percaya kepada kememapuan temannya, bekerja sendiri, capek sendiri. Bahkan potensinya akan mati, terkubur oleh prilakunya sendiri.

Ketiga, percaya kepada kemampuan pesaing.

Ada kisah yang sangat menarik, ketika Cina membuat benteng yang bersejarah itu, salah satu faktornya adalah agar tidak mendapat serangan dari luar dan agar ilmu yang ada didalam tidak diketahui oleh orang-orang luar.

Kemudian, terjadi sebuah peperangan yang terkenal dengan nama “Perang candu”, setelah perang candu, baru sadar bahwa dunia luar rupanya jauh lebih maju. Akhirnya sadar, dan sekarang mempercepat kemajuannya, menyebabkan AS dan negara-negara lain mulai grogi menghadapi kemajuan Cina yang sangat pesat.

Ini juga menjangkiti, seseorang yang punya keahlian tertentu dari jurusan ketika kuliah.
Kemudian menutup diri dan akhirnya baru sadar bahwa keahliannya ketika kuliah bisa diserobot oleh keahlian orang-orang yang tidak pernahkuliah dijurusan itu.

Contoh sederhana, temen-temen yang kuliah jurusan komputer, bisa saja diserobot oleh orang yang kuliah jurusan bahasa jawa, bahasa sunda, seni tari atau apapun yang sangat tidak nyambung, tapi punya kemampuan konpensasi positif mendalami ilmu komputer.

Keempat, percaya kepada kemampuan Allah

Salah satu kunci dari percaya kepada kemampuan Allah adalah peringatan dari Allah:

Mungkin engkau menyukai sesuatu namun tidak baik menurut Allah dan mungkin engkau tidak menyukai sesuatu namun baik menurut Allah.”

Jadi intinya bahwa kita harus punya keinginan yang sangat bagus, tapi kita juga harus punya kesadaran bahwa keinginan Allah untuk kita jauh lebih bagus. Hidup sesuai dengan rencana Allah jauh lebih bagus.

Mari menghadapi krisis ekonomi dan krisis iman ini, kita harus bersungguh-sungguh mengoptimalkan kedahsatan percaya kepada kemampuan diri, teman, pesaing dan terakhir Allah. Tanpa itu, rasanya kita, akan hidup berputar-putar dibelantara tanpa ujung prestasi, sampai mati.

TETAP SEMANGAT !!!!!!!!

Paguyuban Wargi Sunda - Medan
www.pwsmedan.blogspot.com

Jumat, 30 Januari 2009

Photo Kegiatan PWS-Medan II


Pangaosan Bulanan PWS - Medan , 11 Januari 2009 , Dirumah makan Sari Raos Jl.r. Mansur - Medan

Rumah makan Sunda Sari Raos , Terelatak di Jl. Dr. Mansur , Dari arah USU kearah Setia Budi , tersedia macam - macam masakan khas Sunda dengan tempat yang representative.

Ki-ka , Kang Dedi Mulyadi ( Bendahara PWS ) , Kang Dani Kustoni ( Ketua Umum PWS )


Kang Suratman Kurdi , GM Hotel Danau Toba - Medan , hadir pada acara tersebut.


Ramai - ramai isi formulir pendaftaran anggota PWS-Medan





Kang Carta , tuan rumah sekaligus pemilik Rumah Makan Sunda Sari Raos .

Haturnuhun Kang

Photo Kegiatan PWS-Medan I


Tembung merupakan salah satu kecamatan di Kota Medan , dimana penyebaran komunitas Urang Sunda cukup banyak disini , lebih kurang ada sekitar 100 Kepala Keluarga.

Sebagian besar bergerak dibidang informal dan Usaha Kecil Menengah.
Kalau bicara kekompakan , disini lah kekuatannya.

Pertemuan rutin PWS Wilayah Tembung diadakan secara bulanan dengan media pengajian , arisan dan pertemuan informal lainnya.




Kamis, 29 Januari 2009

Jangan " Menuhankan " Rokok


KH Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa Aa Gym menyatakan
menghargai dan menghormati fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang
mengharamkan rokok.

Sebab, baik kajian ilmiah maupun dalam bungkus rokok tertulis bahwa merokok itu dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan bayi.

''Sebagai umat saya sangat menghargai dan menghormati fatwa ulama. Saya yakin tidak ada kepentingan apapun kecuali ingin umatnya menjadi lebih baik,'' kata KH Abdullah Gymnastiar usai pengajian akbar Perayaan Muharram 1430 H di Universitas Sultan Agung (Unissula)
Semarang di masjid kampus itu, Selasa (27/1) siang.

Pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung itu juga menjadi pembicara di dua tempat. Sekitar pukul 17:00 ia menjadi pembicara pada pengajian yang digelar DPU-Darrut Tauhid bersama BNI Syariah, BNI Life Syariah, dan Asuransi Takaful di Hotel
Grasia.

Aa Gym usai shalat isya, mengisi pengajian yang diselenggarakan Majelis Qolbun Salim di Masjid Raya Baiturrahman Simpanglima. Kegiatan itu diikuti ribuan umat Islam dari berbagi daerah di Semarang dan sekitarnya.

Meracuni Tubuh

''Saya tidak mau merokok karena tidak ingin merusak diri sendiri. Tubuh ini adalah amanat Allah. Bagaimana mungkin saya meracuni tubuh ini. Selain itu, dengan merokok juga bisa merusak orang lain. Kan, merusak orang lain merupakan kezaliman,'' katanya.

Dia mengatakan orang yang mementingkan rokok atau mengabdi pada rokok, seperti dengan merokok seolah-olah menjadi tenang, bisa berpikir itu berarti telah ''menuhankan' ' rokok.

Orang yang membelanjakan uangnya sebagian besar untuk membeli rokok dari pada kebutuhan anak dan bersedekah itu berarti mengabdi pada rokok.

''Kalau 'menuhankan' rokok kan tidak bagus. Berdasarkan hasil penelitian, ada masyarakat yang lebih banyak membelanjakan uangnya untuk membeli rokok dari pada untuk menyekolahkan anak dan kesehatan putranya,'' ungkapnya.

Disinggung tentang dampak ekonomi akibat fatwa haram merokok, ia mengatakan tidak perlu khawatir. Sebab, Allah Maha Kaya. Masih banyak jalan lain dengan tidak menggantungkan hidup dari rokok.

Di Masjid Raya Baiturrahman, Simpanglima, Abdullah Gymnastiar mengajak jamaah Majelis Qolbun Salim untuk meluruskan kembali niatnya, meneguhkan keimanannya kepada Allah.

Dia mencontohkan ada seorang ayah yang menasehati anaknya, apa artinya menjadi pandai dan kaya raya jika jauh dari Allah. Oleh karena itu, kalau memiliki cita-cita cukup satu, yakni dekat pada Allah.

''Buat apa harta melimpah kalau hati gelisah,'' katanya.(H3- 77)

Sumber berita di :

http://suaramerdeka .com/smcetak/ index.php? fuseaction= beritacetak. detailberitaceta k&id_beritacetak =49220
_

Rabu, 28 Januari 2009

Urang Sunda kembaran Presiden Obama








Dengan senyuman yang menampakkan gigi, kuping yang sedikit besar dan rambut cepak, Ilham Anas , Urang Sunda yang mirip dengan Presiden Amerika Serikat (AS) keturunan Afro-Amerika, Barrack Hussein Obama Jr, itu menjadi terkenal di dunia.

Stasiun televisi CNN dan juga berbagai media di Inggris menyiarkan kembaran Barack Obama, menyusul munculnya Obamamania di mana-mana setelah acara pelantikan orang nomor satu di Amerika Serikat itu kemarin.

Fotografer yang menjadi kembaran Barack Obama tidak saja menjadi dikenal di Jakarta, tetapi juga diberitakan dengan dilantiknya presiden kulit hitam pertama AS Selasa waktu Washington DC (Rabu dinihari WIB).

Perusahaan obat di Filipina juga menawarkan Anas dalam acara komersiapl dengan mengenakan jas lengkap, seperti yang dipakai Obama. Selain itu, Anas juga menerima banyak tawaran dari perusahaan di Korea Selatan dan juga Indonesia.

Anas yang berasal dari Jawa Barat dan berusia 34 tahun tampil dalam tayangan "Bukan Empat Mata" di Trans-7, pada Selasa malam bersamaan dengan persiapan acara pelantikkan Obama di Washington.

Kakak laki-laki Anas adalah orang pertama yang mengenali persamaan wajah Anas dengan Barack Obama, dan rekan Anas di majalah remaja yang memintanya berpose dengan mengenakan jas dan dasi serta bendera AS.

Setelah foto diambil dan dikirim ke teman-teman, dunia pun menyadari kesamaan wajah Anas dengan Obama

"Saya sebenarnya seorang pemalu, saya tidak suka menjadi perhatian," ujar Anas seperti yang dikutip AFP.

Bagaimana pun wajahnya yang mirip dengan Presiden AS, sehingga membuat diriya menjadi makin percaya diri.

Barack Obama pernah bersekolah di Jakarta sekitar tahun 1960, dan ia dikenal di sekolah dengan nama Barry.(*)

Selasa, 27 Januari 2009

Perut dan dibawah Perut


Assalamu'alaikum Wr Wb

Bukankah makan minum dan hubungan seks suami isteri itu halal? lalu mengapa saat berpuasa kita harus mengendalikannya. Secuil rahasia terbaca diantaranya :

Pertama :
Halal saja orang mukmin itu mampu mengendalikannya apalagi yang haram. Alangkah pakemnya rem iman orang mukmin itu dan ini modal besar menghadapi kehidupan serba serbi maksiat, “ jangankan yang halal yang harampun susah”.

Kedua :
Justru halal harus dikendalikan kalau tidak terkendali maka mubazir – isroof, dan itu sifat-sikap Syaitan yang dibenci oleh Allah.( 17 : 27)
Ditengah masyarakat yang konsumtif, “ To have more to use more”, Islam mengajarkan, “ What i need not i want”,
itulah kesederhanaan.

Ketiga:
Disinilah keagungan ajaran Allah, dengan menahan makan minum terasa lezatnya makan minum, betapa banyak orang yang sakit tidak bisa makan minum atau orang yang memang susah tidak bisa makan minum karena miskin. Allah ingin mendidik kita menjadi hambaNya yang pandai bersyukur, apalagi Allah mengajarkan pengendalian seks kecuali kepada yang dihalalkan.

Pemuda –pemudi yang mampu menahan syahwatnya dan berhasil tidak menjamah yang bukan mahramnya bukan saja membuat dahsyatnya dan sakralnya sebuah pernikahan tetapi bahkan meraih kepuasan spiritual dan kelezatan biologis walaupun ini sangat langka.
Ternyata puasa itu sehat, halal itu nikmat, isteri kita itupun menjadi bidadari, SubhanAllah.

Keempat:
Makan minum adalah perut dan seks adalah dibawah perut, yang sekarang menjadi “ agama baru” yaitu materialisme dan hedonisme dan inilah yang merusak tatanan desa dunia ini dan negeri inipun ambruk karena korupsi dan seks, broken home, hatta juru dakwahpun tanpa malu menyebut tarif ngamennya.

Rasulpun ditanya tentang apa yang paling banyak menyebabkan manusia masuk Syurga dan ke Neraka?

Jawaban beliau ringkas :”mulut dan kemaluan” - al fammu wal farju, siapa yang mampu menjaga mulut dan kemaluannya Syurgalah baginya, kalau tidak Nerakalah untuknya..

Maaf, jangan alergi bicara Syurga Neraka karena pada akhirnya satu diantara
dua itulah tempat kembali kita.

Kelima :
Allah tidak berhajat sedikitpun pada makhlukNya Almustagna ‘an ‘ibaadihi maka segala perintah dan larangan Allah untuk kemaslahatan makhlukNya.

Allah tidak makan tidak minum, malah Allah memberi makan minum, ( 6 – 14 ) dan Allah tidak memiliki pasangan, ( 6: 101 ) karena itulah Allah mengajarkan kita untuk berakhlak sebagaimana akhlaknya Allah, Takhallaqu biakhlaaqilllah demikian pinta Allah dalam hadits Qutsi. Cinta, kasih sayang, menolong, senang memberi, berjuang bahkan berkorban dan ini pula sifat Malaikat-malaikat Allah yang didesaign oleh Allah tanpa nafsu, tidak heran makhluk yang mulia itu terkagum-kagum kepada orang mukmin yang berpuasa,” punya nafsu kok bisa tahan”.

Keenam :
Terjadilah rivitalisasi rohani, pengimanan nafsu,nafsu-jasmani yang liar ditundukkan oleh iman-rohani, lahirlah akhlak yang mulia, ikhlas, sabar, syukur, rendah hati, jujur dan sebagainya.

Ketujuh :
Kalau target hidup ini hanya makan-minum dan seks
itu adalah target hewan.
Dan Kami hendak memuliakan manusia pada derajat yang mulia (dengan Alqur’an dan Sunnah) tetapi dia lebih mencintai dunia dan memperturutkan hawa nafsunya maka perumpamaan mereka bagaikan anjing… ( 7 : 176 ).
Satelit intelijen Amerika belajar kepada burung hud-hud Nabi Sulaiman, para hewan mengajarkan sains dan tehnologi kepada manusia tetapi juga sifat-sifat hewan yang harus
menjadi pelajaran.

Kedelapan :
Karena itulah Allah melarang puasa wishol, puasa tanpa putus, misalnya tanpa buka seminggu atau puasa setiap hari.

Dari pengalaman puasa selama Ramadhan sangat efektif mencetak pribadi yang terbiasa taat. Toh juga tidak selamanya berpuasa, bukankah ada saatnya berbuka?, bukankah ada saatnya Idul Fitri, bukankah ada saatnya kita menghadap Allah, bukankah suasana itu sangat membahagiakan?.

Kalau begitu, apa susahnya taat dan sabar sebentar di dunia yang sebentar ini, jangan karena enak sesaat kita menderita berkepanjangan, justru olahlah hidup yang sesaat ini untuk berarti hidup panjang hari tanpa akhir,

SubhanAllah terima kasih ya Allah Kau ajarkan kami berpuasa agar kami bahagia.
Selamat menikmati puasa saudaraku.

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Muhammad Arifin Ilham