Menu Baru Web PWS Medan

Bergabunglah dengan Paguyuban Wargi Sunda versi FaceBook , dapatkan info PWS terbaru , Jangan lupa DOWNLOAD File berbentuk Powerpoint ( pps ) dari web ini , dan semuanya tentu saja Gratis untuk anggota dan pembaca setia Web PWS - Medan , Haturnuhun
Myspace tweaks at TweakYourPage.com

Senin, 10 Desember 2007

Let's Go GREEN


Jangan membuka jendela ketika mengebut di jalan Tol ,
Jendela yang terbuka meningkatkan Daya Hambat mobil ,
sehingga meningkatkan pemakaian bahan bakar ,
Dinginkan diri dengan membuka ventilasi mobil.

PERTANYAAN KEDUA SAJA !



Setelah melewati babak penyisihan yang sangat ketat, akhirnya Kabayan sampai ke babak final kuis TV Who Wants To Be Millionaire berhadiah Rp. 100 Milliar. Kabayan adalah peserta satu-satunya dalam sejarah kuis ini yang berhasil menjawab semua pertanyaan dan maju ke babak final.

Sehari sebelum babak final diselenggarakan Kabayan bilang pada MC Tantowi Yahud bahwa ia ingin pertanyaan tentang sejarah Indonesia.Akhirnya tibalah malam yang dinanti-nantikan. Acara itu ditayangkan langsungke seluruh nusantara dan di saksikan jutaan pemirsa. Semua orang ingin melihat apakah Kabayan berhasil menjawab pertanyaan final kemudian membawa pulang 100 milliar Rupiah.

Kabayan berdiri di atas panggung dengan gagah. Setelah basa-basi perkenalan,MC Tantowi Yahud tampil, "Pak Kabayan, anda telah memilih pertanyaan tentang sejarah Indonesia. Anda tahu khan, kalau anda bisa menjawab pertanyaan ini maka anda pulang membawa 100 milliar Rupiah bebas pajak. Apakah anda sudah siap?"Dengan mantap Kabayan mengangguk. Penonton di studio bersorak-sorai riuh rendah.

Sedangkan produser acara Who Wants To Be Millionaire tampak gemetar cemas.Seandainya Kabayan berhasil menjawab pertanyaan itu, maka bangkrutlah usahanya ini. Sejarah Indonesia adalah keahlian si Kabayan. Belum pernah ia gagal dalam soal ini.

Kata MC Tantowi Yahud, "Pak Kabayan, pertanyaan tentang sejarah Indonesia ini dibagi menjadi dua bagian. Anda boleh memilih untuk menjawab pertanyaan yang pertama atau yang kedua terlebih dahulu. Yang jelas, pertanyaan kedua lebih mudah dibanding pertanyaan pertama.

Nah, pertanyaan yang manakah yang anda pilih terlebih dahulu?"
Kabayan berpikir sejenak. Meski sejarah Indonesia adalah keahliannya, tetapi ia ingin bermain selamat saja. "Saya pilih pertanyaan kedua terlebih dahulu," kata Kabayan tanpa ragu.MC Tantowi Yahud mengangguk. "Baiklah kalau begitu. Saya akan mengajukan pertanyaan kedua kemudian pertanyaan pertama."

Penonton di studio menahan nafas. Pemirsa TV di rumah diam untuk menyimak pertanyaan yang akan diajukan.

"Pertanyaan kedua," kata MC Tantowi Yahud dengan perlahan.

"Tahun berapakah terjadinya hal tersebut?"

Langsung saja Kabayan pucat pasi dan lemas mendengar pertanyaan tersebut . . . . .

Editor: Psstt.. tahukah anda pertanyaan pertamanya?

Yaitu: "Dimanakah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan?" (Hahahahaha…)



Minggu, 09 Desember 2007

BUAH PADA POHON KEBERHASILAN ANDA


Pelajaran hidup seringkali sederhana, bahkan kita bisa berkaca pada kehidupan kanak-kanak kita sendiri.

Pernahkah, di waktu kecil dulu, kita melihat pohon mangga berbuah lebat di pekarangan sebelah rumah?

Biasanya kita tergerak untuk memanjat dan memetik beberapa butir untuk kita santap bersama rekan-rekan sepermainan. Atau, jika terlalu tinggi untuk dipanjat,kita kumpulkan kerikil dan ramai-ramai melempari buah-buah yang bergelantungan itu.

Ketika masih kecil kita sudah tahu,
kita takkan melemparkan sebuah kerikil pun pada pohon yang tak berbuah bukan?

Jika anda kini bagaikan sebuah pohon mangga yang berbuah lebat, dengan berbagai keberhasilan hidup, maka jangan salahkan orang lain yang ingin juga mencicipinya.

Sebagian keberhasilan memang untuk dinikmati sendiri, namun sebagian yang lain adalah untuk dibagi-bagikan. Maka sebelum pohon keberhasilan anda dilempari batu oleh anak-anak sebelah rumah, ada baiknya anda menjadi tetangga yang baik, yang berkenan membagi buah-buah ranum anda sekedarnya.

Apalagi jika ternyata beberapa daun kering pohon anda ternyata turut mengotori halaman mereka.

Ber qurban merupakan salah satu manifestasi untuk berbagi kebahagian dengan orang lain

Kedamaian tak terdapat di dunia luar, melainkan terdapat dalam jiwa manusia itu sendiri. (Ralph Waldo Emerson)

Djodi
http://www.pwsmedan.blogspot.com/
adindagolid@yahoo.com

Sabtu, 08 Desember 2007

Let's Go GREEN

Ketahuilah Jarak Tempuh Makanan Anda
Apabila Satu Juta Orang Beralih Ke Makanan Lokal Selama Satu Tahun
Maka Kita Akan Melenyapkan 625.000 Ton CO2

PWS Medan mulai " Menguasai Dunia "


Luar biasa !
Kata itu yang saya uacpkan ketika melihat monitor pengunjung pada bagian bawah web PWS - Medan.
Berkat partisipasi Akang / Teteh sekalian yang membantu mem-forward artikel dari PWS , sekarang Web PWS Medan berhasil merambah dunia international

Seperti terlihat pada tampilan monitor , banyak pengunjung berasal dari :
Amerika Serikat , Belgia , Eropa , Jepang , Australia , Inggris , Malaysia dll.

Pada peta dibawah ini , titik titik biru keberadaan PWS sudah mulai " Menguasai Dunia "
dan ini tantangan bagi kita untuk membuat program - program PWS yang berguna buat komunitas PWS di Medan dan di " seluruh duina "

Buat Akang dan Teteh yang mau me monitor pengunjung / pembaca PWS , dapat meng - klik web PWS : http://www.pwsmedan.blogspot.com/
pada bagian paling bawah web ini ada tampilan peta dunia , anda klik pada peta itu , maka akan muncul tampilan pengunjungn PWS

Hatur Nuhun

Djodi
Paguyuban Wargi Sunda ( PWS ) - Medan's Map

Visitor list updates every 5 minutes. Map updates daily.
Recent Locations
Location
Time
Laguna Niguel, CA, United States
Fri, 07 Dec 2007 13:15:00 -0600
Oostrozebeke, Belgium
Fri, 07 Dec 2007 09:11:39 -0600
Jakarta, Indonesia
Fri, 07 Dec 2007 08:57:21 -0600
Jakarta, Indonesia
Fri, 07 Dec 2007 08
, Europe
Fri, 07 Dec 2007 07:15:09 -0600
, Japan
Brighton, United Kingdom
Fri, 07 Dec 2007 03:54:37 -0600
Jakarta, Indonesia
Fri, 07 Dec 2007 03:48:02 -0600
, Japan
Fri, 07 Dec 2007 03:24
Selangor, Malaysia
Fri, 07 Dec 2007 02:53:54 -0600

Jumat, 07 Desember 2007

Aa Gym Menjawab

Ini penampilan pertama Abdulah Gymnastiar atau akrab dipanggil Aa Gym di sebuah talk show. Tidak mudah meyakinkan dai yang dikenal dengan lagunya 'Jagalah Hati' ini untuk tampil di Kick Andy tadi malam di Metro TV. Pasalnya, selama ini dia merasa didzolimi oleh pers setelah berpoligami



Melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Abdullah Gymnastiar menyatakan bersedia. Semua pertanyaan yang diajukan Andy Noya dijawabnya dengan terbuka. Mulai dari alasan mengapa sampai dia tega menyakiti hati istri dan keluarga dengan kawin lagi, bagaimana perasaannya 'ditinggal' oleh para pengagumnya, sampai isu bisnisnya hancur setelah berpoligami.

''Ini cobaan yang berat dalam hidup saya. Tapi dalam perjalanan waktu ke depan saya yakin ada hikmah yang dapat dipetik,'' ujarnya.
Dengan suara bergetar Aa Gym mengungkap perasaan yang harus dipendamnya selama beberapa tahun terakhir ini.

Pria sunda yang bertutur lembut ini mengaku beberapa tahun terakhir hidupnya tidak bahagia. Dia merasa kehidupannya bagaikan sebuah mesin yang sedang berjalan dan tidak bisa dihentikan. ''Saya begitu sibuk. Dari satu acara ke acara lain. Dari satu daerah ke daerah lain. Bahkan untuk mengejar waktu, saya sering naik helikopter atau pesawat khusus. Saya tidak punya waktu lagi untuk urusan pribadi,'' ungkap ayah tujuh anak ini.
Bahkan untuk bertemu dengan kedua orangtua yang dia cintai pun tidak pernah dapat terlaksana. ''Saya rindu dan ingin bertemu orangtua tapi jadwal begitu padat. Saya sudah menyadari ada yang salah dengan kondisi ini. Saya jadi jarang bertemu dengan istri dan anak-anak. Tapi saya tidak berdaya. Saya tidak bisa menghentikan mesin ini.''

Maka, ketika pria 45 tahun ini memutuskan untuk menikah lagi, dan akibat keputusannya itu dia ditinggalkan oleh sebagian besar 'umatnya', Aa Gym mengaku semua itu merupakan kehendak Allah untuk menghentikan mesin kehidupannya yang berputar telalu cepat.
''Ini cara Tuhan agar saya mempunyai waktu untuk lebih memperhatian keluarga. Ini cara yang halal, yang diijinkan oleh agama,'' ujarnya masih dengan suara bergetar.

Mengenai bisnisnya yang terganggu akibat banyak pengagumnya yang menarik diri setelah dia menikah lagi, Aa Gym juga mensyukuri dan mengambil hikmahnya. ''Sejak awal saya juga merasakan semua kegiatan bisnis yang bertumpu pada pengultusan individu tidak akan sehat dan tidak akan bertahan lama,'' ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, secara alamiah bisnis yang dipimpinnya di, bawah payung Manajemen Qolbu Corporation, tersaring secara alamiah. ''Unit bisnis yang mengandalkan saya sebagai pribadi, terpaksa tutup. Tapi bisnis lain yang dikelola secara profesional, sampai sekarang tetap bertahan.''

Aa Gym tetap pada pendiriannya bahwa berpoligami adalah keputusan yang tidak menyalahi agama dan prinsip hidupnya. ''Kita bisa lihat di sekeling kita, masih ada yang memilih jalan yang dilarang agama. Apa yang saya lakukan tidak menyalahi agama.''

Pada bagian kisah tentang adiknya yang lumpuh dan kemudian meninggal, pria yang gemar berolahraga petualangan ini tidak kuasa membendung tangisnya. Kepada Andy Noya dan penonton di studio, Aa Gym mengakui adiknya yang cacat itu merupakan sumber inspirasinya dan menjadikan dirinya seperti sekarang ini.
Adiknya yang sudah lumpuh waktu itu tetap bertekad melanjutkan kuliah ke fakultas ekonomi Universitas Indonesia. Padahal untuk ke kuliah dan beraktivitas, Agung, sang adik, harus dibopong. Aa Gym sebagai kakak termasuk yang paling sering membopong adiknya ke tempat kuliah.

Suatu hari, Aa Gym tak kuasa untuk melemparkan pertanyaan kepada Agung. ''Dik, kata dokter sakitmu sudah parah sekali. Tapi adik kok tidak pernah mengeluh?'' Sang adik tersenyum lalu menjawab, ''Untuk apa mengeluh? Mengeluh akan membuat orang lain susah. Kalau orang-orang beramal untuk bekal di surga nanti, saya ingin agar kesabaran saya ini bisa menjadi bekal nanti.''

Mendengar jawaban itu Aa Gym tersadar. Betapa mulianya hati sang adik. Bahkan Agung pernah mengatakan apa pun yang dilakukan Aa Gym tidak akan sempurna jika tidak mengikuti jejak Nabi Muhammad. ''Itulah titik balik dalam kehidupan saya sehingga saya bisa seperti sekarang ini,'' ungkapnya.

Di Kick Andy pimpinan Pesantren Daarut Tauhid ini juga bercerita tentang kenapa dia kerap memakai sorban, bagaimana ketika di SD dia terpaksa jualan jambu milik tetangga, dan bagaimana saat mahasiswa dia harus mencari uang dengan menjadi supir angkot. Termasuk bagaimana dia menghidupi keluarga dengan jualan bakso. ''Subuh-subuh saya sudah ke pasar beli tulang sumsum untuk kuah bakso.'' Tapi mengapa sang istri waktu itu terganggu dengan profesi sang suami? ''Karena setiap hari jualan bakso, badan saya bau bakso semua. Istri gak tahan dan sering mau muntah,'' ujar Aa sembari tertawa.

Banyak kisah suka dan duka dalam perjalanan hidupnya yang dia ungkapkan di Kick Andy. Aa Gym juga menjawab semua tudingan terhadapnya. Sebuah wawancara tanpa batas dengan sang tokoh. Di ujung acara, Aa Gym dipertemukan dengan 'Aa Jimmy', yang selalu menirukan Aa Gym di News. Com. Apa yang terjadi? Marahkah Aa Gym?

Insaniaga Mandiri
http://www.insaniaga.com/

Jadilah Seperti Sebatang Bambu


Alkisah disuatu desa yang begitu rindang, yang dipenuhi dengan perpohonan disekitarnya, tumbuhlah sebuah pohon mahoni yang begitu besar, menjulang tinggi seolah-olah ingin memberitahukan dunia betapa kuatnya dia, yang terlihat gagah.

Tampak dia begitu memancarkan pesona wibawa bagi siapapun yang melihatnya. Tak jauh dari tempat pohon mahoni itu berada, tumbuhlah sebatang bambu yang mendampingi pohon mahoni tersebut. Namun apabila dilihat dari kasat mata, sungguh suatu pemandangan yang begitu kontras, bagaikan langit dan bumi, pohon mahoni yang begitu gagahnya dengan ranting-ranting besar yang menghiasinya, dan sebatang bambu yang begitu ramping, dengan dahan yang melengkung ke bawah.

Walaupun mereka berbeda, namun mereka selalu hidup berdampingan, sang bambu yang rendah hati selalu menyapa pohon mahoni setiap harinya, mereka berbincang dan berbincang. Pohon mahoni selalu suka menyombongkan dirinya, betapa besar dan hebatnya dia, sang bambu tidak pernah jemuh untuk mendengarkan kesombongan si pohon mahoni sambil tersenyum dia selalu membalasnya dengan pujian dalam ketulushatiannya.

Suatu malam hujan deras menguyur desa tersebut disertai angin yang berhembus dengan kencangnya. Suara gemuruh guntur turut membuat suasana cekam malam hari itu, banyak pohon-pohon bertumbangan, karena tidak kuat menghadapi hembusan angin kencang. Si pohon mahoni dan bambu pun turut terkena terpaan angin kencang, mereka mencoba bertahan dan berusaha untuk tidak tumbang.

Sang pohon mahoni yang panik, berusaha menahan angin kencang tersebut dengan badan nya yang besar. Namun badannya tidak cukup besar untuk menahan laju angin yang begitu kencang, dan akhirnya tumbanglah pohon mahoni tersebut.

Sang bambu yang berada disampingnya pun terkena tiupan angin kencang, namun dia tidak menahan deruan angin kencang, dia hanya mengikuti kemana pun arah tiupan anginnya, dengan fleksibelnya dia bergemulai dengan hembusan angin, dan akhirnya angin kencang telah berlalu, sebatang bambu tetap tumbuh dengan indahnya, disamping pohon mahoni yang tumbang akibat terpaan angin kencang.

Dalam pencapaian sukses, manusia selalu dihadapi oleh realitas masalah yang selalu datang silih berganti. Namun menjadi insan yang sukses harus mampu menghadapi masalah tersebut dengan kefleksibelan diri kita mengikuti dan mengetahui sebenarnya masalah yang sedang kita hadapi dan melakukan penyelesaian dengan fleksibel.

Seperti sebatang bambu yang mengikuti terpaan angin dengan fleksibel, begitu juga kita harus menyikapi masalah dan tidak kaku akan satu penyelesaian saja. Karena apabila kita hanya monoton, dan menggangap kita hebat tanpa berusaha fleksibel, dengan memberikan solusi yang sama pada suatu masalah, niscaya kita akan tumbang seperti pohon mahoni yang besar.


Bodhi Taruna

Dua Hikayat Pakait Jeung Sahadat


Dua Hikayat Pakait Jeung Sahadat

Hikayat I : Salametna Hiji Awewe

Hiji waktos, Abu Zaid Al Qurthubi diulem tuang ka hiji majelis. Tetela majelis nu leubeut ku jalmi-jalmi nu laluhung elmu, iman, sareng takwana. Di antawisna, hiji nonoman nu kawentar ahli kasyaf. Ieu nonoman remen ngadugikeun kasyafna ngeunaan sawarga sareng naraka.

Dalah Abu Zaid kuanjeun ngangken kana kaluhungan elmu kasyaf ieu nonoman.Nuju aranteng tuang leueut bari gunem catur, teu angin teu kucuprak, nonoman nu kakoncara ahli kasyaf tadi ujug-ujug ngagorowok sataker kebek: “Ema! Ema! Pun biang dilentab seuneu naraka! Pun biang diduruk seuneu naraka!”. Kituna teh, eta gorowok teh sanes sakali dua kali. Tapi sabaraha kali. Atuh, majelis teh gujrud. Pahibut ngarerepeh si nonoman, nu teras ajrug-ajrugan. Meh sadaya nu sumping satekah-polah narekahan eta kaayaan. Nanging, sanaos nu narekahan eta laluhung elmuna, jembar katiasana, nu kausap kasyaf teu tiasa diupahan.

Ma’lum, nu katingal ku anjeunna tuang ibuna ku anjeunna. Meh sapoe jeput eta nonoman adug lajer dirongrong kasyafna.Satengahing nu sanes pahibut ngalelemu nu nuju katiban kasyaf, Abu Zaid ngawiridkeun kalimah la ilaha illallah tujuh puluh rewu kali dina lebet manah. Ditutup ku do’a: Ya, Allah mugia aosan sahadat tadi janten panebus indung budak ieu.Rengse Abu Zaid mapatkeun do’ana, si nonoman ngorejat bari kuram-kireum. “Alhamdulillah, pun biang tos salamet...Astagfiru llah”.(Catetan: Dina ieu hikayat disebutkeun, yen Abu Zaid ngamalkeun wirid la ilaha illallah 70.000 kali kangge kasalemetan dirina oge kulawargana.

Ceuk eta hikayat, hujah amalan Abu Zaid hiji hadis nu nyebutkeun yen sing saha nu maca kalimah la ilaha illallah 70.000 kali, sakali wiridan, bakal disalametkeun tina seuneu naraka).

Hikayat II: Thawafna Hiji Pandita

Hiji waktos, Imam Syafi’i ningal hiji pandita Nasrani nuju thawaf. Teu weudeu, anjeunna rada kerung. Na, aya naon eta pandita ngadon thawaf? Rengse nu thawaf, Imam Syafi’i naros. “Naon nu nyababkeun anjeun ninggalkeun agama karuhun anjeun?,” saur Imam Syafi’i. Derekdek eta pandita nyarioskeun pangalamannana:Dina hiji aangkatan, kapal nu ditumpakan ku anjeunna paburantak ditonjok ombak sareng angin.

Kersaning nu Maha Wenang, nuju gupuy-gapay ngaleupaskeun anjeun tina pangbekep cai, aya hiji papan ngambang teu tebih ti anjeunna. Eta papan dirawel ku anjeunna, sok nangkodkeun anjeun dina eta papan. Saatos lami dibubakbabuk ombak, ahirna eta papan nu ditangkodan ku pandita tadi nyangsaya di hiji basisir. “Alhamdulillah, eta pulo reuteum ku tatangkalan bari buahna laleubeut.

Dupi buahna haripu temen sareng aramis alahbatan madu,” saur eta pandita. Atuh anjeunna teu dugi ka kakirangan tuangeun. Pon kitu deui kanggo kulem. Anjeunna ngamangpaatkeun tatangkalan nu aya di dinya janten sepen.Ngan, mangsa wengi tos cunduk, mangsa anjeunna tos reupreupan bade kulem, dumadakan eta pandita teh nguping nu kukucuprakan di palebah laut. Ana ditengetan, aya nu jujuringkangan. Hiji mahluk nu duka naon namina: Huluna siga manuk kasuari, beungeutna beungeut manusa, sukuna siga suku onta, dina tonggong jeung biritna nemplok sirip teu beda ti sirip lauk.

Eta mahluk ngadedod ka basisir, nyaketan hiji rungkun teu tebih ti tangkal nu diangge kulem ku eta pandita. “Sim kuring kacida sieunna,” saur pandita. Nu matak aheng, saatos ditengetan, eta mahluk teh teu weleh wiridan. La ilaha illallahul ghaffar, muhammad rasulullah annabiyul mukhtar. Ti mimiti kukucuprakan di laut, kalimah eta nu diwiridkeun ku si mahluk.Awahing ku sieun, pandita lungsur tina tangkal nu janten pangrerebannana. Berebet lumpat, seja nyingkahan eta mahluk. Ngan, nembe ge sabaraha lengkah si mahluk karah ngagorowok.

“Eureun! Mun heunteu, andika binasa!,” ceuk si mahluk. Atuh, pandita ge murungkut. Ngalirenkeun lengkahna.Pek si mahluk ngadedod deui nyaketan si pandita. “Naon agama maneh?,” ceuk eta mahluk, saatos aya di payuneun pandita.“Nasrani,” saur pandita.“Cilaka andika, he jalma nu rugi! Geura balik kana Islam, sabab ayeuna maneh aya di wewengkon jin-jin mu’min. Maneh moal salamet mun lain muslim”.“Kumaha carana abdi jadi Islam?”.“Maca asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammad rasulullah”.Pandita langsung maos syahadat nu dicontokeun ku eta mahluk.

Rengse ngislamkeun pandita, si mahluk nalek:“Andika teh rek terus cicing di dieu atawa rek mulang ka lembur?”.“Sim kuring hoyong wangsul ka lembur, hawatos ka pun biang sareng pun bapa,” saur pandita.“Nya, tungguan bae. Engke aya kapal nu mawa andika mulang,” ceuk si mahluk, bari terus ngaleos. Mulang deui ka laut.Eta mahluk masih keneh katingal mangsa ti tengah laut nyuruwuk hiji kapal ngadeukeutan basisir tempat si pandita hookeun. Eta kapal terus mipir ka basisir sanggeus digorowokan ku eta pandita.

Kersaning Allah, di eta kapal aya 12 urang Nasrani. “Saatos sim kuring nyarioskeun pangalaman nu karandapan di eta pulo, salosin nasoro teh ngaragem Islam,” saur pandita nu janten muallaf eta.

(Diropea tina ingetan, dumasar hikayat-hikayat nu aya dina kitab Irsyadul Ibaad ila Sabilirrasyad) .


Cilegon, September 2007.
Maman Gantra
Jalan Salemba Tengah 51,
Jakarta 10440.
0812-940-5441
Let's Go GREEN




Apabila Satu Juta pengemudi memarkir mobilnya seharian , maka emisi CO2 akan berkurang 20.000 ton


Ket : Dampak Perubahan Iklim
1. Suhu udara meningkat 0.74 % dalam kurun waktu 1oo th,
2. Permukaan laut naik 0.7 mm/tahun.
3. Perubahan species flora dan fauna di hutan.
4. Perubahan pola dan musim tanam.
5. Perubahan frekwensi dan intensitas serangan hama dan penyakit tanaman

RENUNGAN


Dear All Friends,

Bagaimana caranya mimpi kehidupan kita di dunia ini dapat kita miliki di alam berikutnya ???
Sudah sekian lama saya belajar , mengamati , mevisualisasikan tentang hidup ini mengembara kesana kemari, berjalan terus menuju satu ujung jalan yang tak pernah ada hentinya. Bergerak..dan bergerak mengikuti nafas alam semesta raya.

Ada kalanya jiwa dan diri ini berada dalam suasana yang tenang, tentram, dan merasa aman bahagia. Ada kalanya kita berada dalam suasana sempit terhimpit dan terjepit sedih/sakit.Kita kadang menatap alam semesta dalam realita kehidupan tidak akan pernah puas, lalu kita mencari keadaan alam dan suasana lain dari alam dunia ini. Masuk kedalam alam spiritual, alam kegaiban. Inilah kehidupan dan mimpi-mimpi kita, Sahabat-sahabat dan kawan kawan, bisakah kita memastikan dikala kita mimpi berhasil dalam hidup sekarang ini dengan berbekal keimanan yang ada pada kita masing-masing akan kita petik hasilnya di akhirat nanti ??

Jawabanya adalah lillahi ta'ala Sejenak kita tinggalkan lamunan kesendirian ini, kita menuju ke dalam mimpi hidup saat ini dan yang kita alami saat ini. Kita awali dengan tugas masing-masing dari diri kita yang artinya semua manusia di dunia ini di tugaskan sendiri-sendiri dan berbeda satu sama lainya. Kelihatanya kita bergerak sama-sama tapi kalau kita amati lebih dalam lagi sungguh sangat berbeda satu sama lainya. Pernahkah kita mengamati perbedaan itu dalam gerak langkah, waktu,pikiran dan tenaga kita?????Jika kita amati dengan seksama sebagai pelajaran kalam bagi kita :

1. Dari tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan berbagai macam buah, warna, kulit, tempat dan kondisinya, namun secara umum, tumbuhan itu sama-sama bergerak tumbuh menjadi daun, akar, kulit, buah dst hingga waktu yang telah ditentukan, tanpa sesal, tanpa keluh kesah tanpa protes tentang kehidupanya di dunia ini. Patuh dan ikut maunya Allah. ( Apa yang bisa kita ambil adalah sifat menyerah, sifat patuh, tidak pernah ada rasa memiliki diri, atau sifat aku )

2. Dari binatang atau hewan, mereka juga sama makluk Allah yang ikut maunya Allah (apa yang bisa kita ambil dari hewan, yaitu memiliki insting yang kuat dengan perobahan alam ini, sifat menerima apa adanya, mereka tumbuh dan berkembang biak sesuai dengan habitatnya masing-masing dan hidup dalam suana dan keadaan yang sama). Masih banyak lagi kita dan tak henti-hentinya kita di ajarkan oleh Allah tentang kehidupan ini dari sejak awali hingga kita agap berakhir dan abadi nanti.

Lalu setelah kita menjalani hidup ini, ada hal-hal yang selalu kita tidak mengerti dan tidak kita pahami, bahwa kita semua manusia dan alam semesta ini sebenarnya hanya boneka mainan dari Zat yang membuat dan memiliki. Sahabat dan rekan-rekan, kemana Anda pergi, kemana Anda bergerak dan apa saja yang kita persepsikan kita aku-aku , ilmu ini-ilmu itu semuanya milik Zat Yang Maha Mutlak Allah.

Oleh sebab itu, mari kita selalu menggali, berupaya, serta mencari hakekat hidup, makna hidup, dan tujuan hidup kita sebenarnya sebagai manusia, bukan menjadi Tuhan - Tuhan, bukan menjadi penguasa-penguasa, dll

Itulah sebagaian pelajaran yang kami dapat dari para guru-guru kita dan para arif agar kita tidak berhenti tidak stag dalam hidup ini. Insya Allah kita diberi petunjuk, dirahmati, dan di tuntun dalam setiap keadaan kita hidup. Amin
Kiriman Kang Eddy Miraddy
Pengurus PWS bidang Kehumasan