Menu Baru Web PWS Medan

Bergabunglah dengan Paguyuban Wargi Sunda versi FaceBook , dapatkan info PWS terbaru , Jangan lupa DOWNLOAD File berbentuk Powerpoint ( pps ) dari web ini , dan semuanya tentu saja Gratis untuk anggota dan pembaca setia Web PWS - Medan , Haturnuhun
Myspace tweaks at TweakYourPage.com

Selasa, 30 September 2008

Kisah besi dan air


Ada 2 benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air.
Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri.Ia sering menyombong kepada sahabatnya :
"Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak"

Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya.
Suatu hari besi menantang air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana.
Aturannya : " Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpaterluka maka ia dinyatakan menang"

Besi dan airpun mulai berlomba :
Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu yaitu batu-batu yang keras dan tajam.

Besi mulai menunjukkan kekuatannya, Ia menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu.Tetapi karena kekerasannya batu-batuan itu mulai runtuh menyerangnya dan besipun banyak terluka disana sini karena melawan batu-batuan itu.

Air melakukan tugasnya ia menetes sedikit demi sedikit untuk melawan bebatuan itu, ia lembut mengikis bebatuan itu sehingga bebatuan lainnya tidak terganggu dan tidak menyadarinya, ia hanya melubangi seperlunya saja untuk lewat tetapi tidak merusak lainnya.

Score air dan besi 1 : 0 untuk rintangan ini.

Rintangan kedua mereka ialah mereka harus melalui berbagai celah sempit untuk tiba di dasar gua.

Besi merasakan kekuatannya, ia mengubah dirinya menjadi mata bor yang kuat dan ia mulai berputar untuk menembus celah-celah itu. Tetapi celah-celah itu ternyata cukup sulit untuk ditembus, semakin keras ia berputar memang celah itu semakin hancur tetapi iapun juga semakin terluka.

Air dengan santainya merubah dirinya mengikuti bentuk celah-celah itu. Ia mengalir santai dan karena bentuknya yang bisa berubah ia bisa dengan leluasa tanpa terluka mengalir melalui celah-celah itu dan tiba dengancepat didasar gua.

Score air dan besi 2 : 0

Rintangan ketiga ialah mereka harus dapat melewati suatu lembah dan tiba di luar gua , besi kesulitan mengatasi rintangan ini, ia tidak tahu harus berbuat apa,akhirnya ia berkata kepada air :

"Score kita 2 : 0, aku akan mengakui kehebatanmu jika engkau dapat melalui rintangan terakhir ini !"

Airpun segera menggenang sebenarnya ia pun kesulitan mengatasi rintangan ini,tetapi kemudian ia membiarkan sang matahari membantunya untuk menguap. Ia terbang dengan ringan menjadi awan, kemudian ia meminta bantuan angin untuk meniupnya kesebarang dan mengembunkannya.

Maka airturun sebagai hujan.
Air menang telak atas besi dengan score 3 : 0

RENUNGAN SINGKAT :

Jadikanlah hidup anda seperti air.
Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan karena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras.

Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan.

Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri.

Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia flexibel dan tidak kaku karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia.

Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil sekalipun. Ia tidak putus asa.Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap (Inilah Mujizat )

Belive it friend.....Akang jeung Teteh !!!!

Lebaran dan Tradisi Mudik


BEBERAPA hari belakangan berita-berita di media massa mulai menyoroti aktivitas mudik masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pemudik terus saja membanjiri terminal, stasiun, pelabuhan, hingga bandara.

Lalu dari mana sebenarnya asal muasal istilah mudik? Tidak ada yang bisa menjawab secara pasti.
Istilah mudik sendiri tercatat di Kamus Umum Bahasa Indonesia WJS Poewadarminta (1976), di dalam kamus tersebut mudik berarti
"Pulang ke udik atau pulang ke kampung halaman bersamaan dengan datangnya hari Lebaran".

Di dalam ajaran Islam, tradisi mudik tidak dikenal. Usai melaksanakan puasa selama sebulan penuh, umat Islam hanya diperintahkan mengeluarkan zakat fitrah dan melaksanakan salat Ied di tanah lapang, serta melarang berpuasa di hari pertama dan kedua Idul Fitri.

Namun, ada juga yang menafsirkan arti dari Idul Fitri yaitu kembali ke fitrah sebagai kembali kepada asal muasal. Sehingga para perantau di kota-kota besar berondong-bondong kembali ke kampung halamannya atau dikenal mudik.

Sementara menurut Umar Kayam (2002), mudik awal mulanya merupakan tradisi primordial masyarakat petani jawa. Keberadaannya jauh sebelum Kerajaan Majapahit. Awalnya kegiatan ini digunakan untuk membersihkan pekuburan atau makam leluhur, dengan disertai doa bersama kepada dewa-dewa di Khayangan.

Tradisi ini bertujuan agar para perantau diberi keselamatan dalam mencari rezeki dan keluarga yang ditinggalkan tidak diselimuti masalah.Namun, masuknya pengaruh Islam ke Tanah Jawa membuat tradisi ini lama-kelamaan terkikis, karena dianggap perbuatan syirik. Meski begitu, peluang kembali ke kampung halaman setahun sekali ini muncul lewat momen Idul Fitri.

Makanya, tidak heran kebanyakan masyarakat Jawa yang mudik selalu menyempatkan diri untuk ziarah dan membersihkan kuburan.

Kini, teknologi semakin maju. Sudah ada hape, internet, hingga teleconference yang memudahkan komunikasi dari jarak jauh. Namun, meskipun biaya komunikasi lewat hape dan internet sudah terjangkau, masyarakat merasa tradisi mudik tidak lagi bisa tergantikan.

Menurut sosiolog Universitas Gajah Mada Arie Sudjito, ada beberapa hal yang menyebabkan teknologi tidak bisa menggantikan tradisi mudik. Salah satunya, disebabkan teknologi tersebut belum menjadi bagian dari budaya yang mendasar di Indonesia, terutama pada masyarakat pedesaan.Sehingga para perantau rela berdesak-desakan mengantre tiket, naik kereta hanya demi tiba di kampung halaman sebelum Lebaran.

Namun, bukan berarti tradisi mudik tidak bisa hilang. Tradisi mudik bisa saja hilang, namun dalam waktu yang relatif lama. Setidaknya ada 4 hal yang menjadi tujuan orang untuk melakukan mudik dan sulit digantikan oleh teknologi.

Pertama, mencari berkah dengan bersilaturahmi dengan orangtua, kerabat, dan tetangga.

Kedua, terapi psikologis. Kebanyakan perantau yang bekerja di kota besar memanfaatkan momen lebaran untuk refreshing dari rutinitas pekerjaan sehari-hari. Sehingga ketika kembali bekerja, kondisi sudah fresh lagi.

Ketiga, mengingat asal usul.
Banyak perantau yang sudah memiliki keturunan, sehingga dengan mudik bisa mengenalkan mengenai asal-usul mereka.

Dan yang terakhir, adalah unjuk diri. Banyak para perantau yang menjadikan mudik sebagai ajang unjuk diri sebagai orang yang telah berhasil mengadu nasib di kota besar. Jadi, rupanya memang sulit untuk menghilangkan tradisi mudik di Indonesia.

Asalkan pengelolaan dari pihak terkait berjalan lancar, mudik juga insya allah berjalan lancar.

Selamat Mudik!
Selamat Idul Fitri 1429 H , Minal Aidin Wal Faidzin

Jumat, 26 September 2008

Wilujeng boboran shiam


Assalamu’alaikum Wr Wb.

Wilujeng boboran shiam.
Mugi ngahapunten samudaya kalepatan Abah nu mindeng heureuy.

Rohangan CEULEUKEUTEUK badé absen ti kaping 27 Sép dugi ka 6 Okt 2008.
Insya Allah urang tepang deui 7 Okt 2008.

Wassamu’alaikum Wr Wb.
Abah Téa



TARAWÉH

Kajeun barudak santri, ari ngarana budak mah tetep waé baladeur.
Hiji peuting di masigit keur sar o lat tarawéhan.
Imamna mama ajengan Zarkasih nu parant o s sepuh pisan.

Santri anu rada déwasa meueusan diharareup, nu budak kénéh ditarukang.
Mama ajengan ngangg o f o rmula o pat- o pat-tilu, tapi suratna maniiii paranjang !

Opat nu mimiti mah barudak khusyu, tapi na ari o pat nu kadua, mimiti arusil.
Barudak mimiti silih suntrungkeun, patingcirihil, malah aya nu nyeuleukeuteuk sagala.

Palebah al Fatihah raka’at katilu, siga na mah mama ajengan teu kiat nahan amarah deui,
Anjeuna ngabentak, namung s o anten na alit pisan, maklum parant o s sepuh:
Maranéh téh lain balad arulin”, tapi s o anten na méh kaéléhkeun ku s o ra barudak.

Naaa ari bareng téh barudak ngag o r o w o k mani bareng:
Aaaaammiiiinnnn…!!!!”

Siga na mah kadéngéna ku barudak wa ladh o o lliinnn……

Abah Téa.

Selasa, 23 September 2008

CEULEUKEUTEUK


DONGÉNG TILU PILOT


Keur PD II aya tilu kapal Walanda ragrag di Kalimantan . Pilot tiluanana salamet, tapi tuluy ditangkep ku urang leuweung anu masih kénéh beuki daging jelema.

Ampun kuring ulah dipaéhan”, ceuk pil o t tiluanana bari ceurik ngabangingik siga budak.
Heug, tapi manéh kudu ka leuweung bari néangan sapuluh bungbuahan, tapi ulah sarua”
Mangga”, bring tiluanana naréangan bungbuahan ka leuweung.

Isukna tilu pil o t ngadeuheus lap o ran ka kapala suku bari mawa bungbuahan séwang-séwangan.

Manéh mawa naon?”, ceuk kapala suku ka pilot kahiji.
Sun, ieu buah manggu sapuluh”, jawab pilot ka hiji.
Tah, ayeuna asupkun kana bujur manéh! Tapi ulah kaluar s o ra nana o n tina sungut maranéh!”, paréntah kapala suku.

Atuh kapaksa, nyeri-nyeri o gé paréntah téh dilaksanakaeun.
Manggu kahiji tepi ka nu kasalapan salamet diasupkeun. Ngan palebah anu kasapuluh, teu kuat deui: “Aduh!”

Teu antaparah deui, kapala suku mesat gobang, gelenceng hulu pilot kahiji disabet gobang, paéh !

Giliran pilot nu kadua, manéhna mawa dukuh.
Atuh lumayan ukuranana teu gedé-gedé teuing siga manggu.
Dukuh diasupkeun hiji-hiji bari lancar pisan, ngan palebah dukuh anu kasapuluh,
ujug-ujug, “craaaak!!” gobang nyabet tengkek pilot kadua.

Arwah pilot kadua nepungan arwah pilot ka hiji anu geus nungguan di alam kubur.

Ari manéh lain mawa dukuh? Atuh gampang da dukuh mah laleutik”, ceuk arwah pil o t kahiji.
Enya gampang pisan, kuring yakin bisa salamet tina gobang”, ceuk pil o t kadua.

Naha atuh manéh gagal?”, ceuk arwah pil o t ka hiji.
Dukuh kahiji tepi ka salapan mah asup lancar pisan, ngan palebah kuring rék ngasupkeun dukuh kasapuluh, kuring seuri

Naha ? Lain teu meunang kaluar s o ra tina sungut urang téh?”
Enya, atuda kuring teu tahan ngabayangkeun pil o t ka tilu ngasupkeun durén kana bujurna”

Abah Téa

Senin, 22 September 2008

Matahari diatas Medan terlihat aneh hari ini


Hasil bidikan kamera digital tentang fenomena alam yang terjadi diatas kota Medan , 22 September 2008
Terlihat ada lingkaran pelangi disekeliling matahari.
Lingkaran tersebut mulai terbentuk pada sekitar pk. 11.40 , mulanya kecil saja disekitar matahari.
Pada saat photo ini diambil pk. 12.20 Wib , lingkaran pelangi sudah membesar / menjauh dari matahari

KEUTAMAAN SEDEKAH

KEUTAMAAN SEDEKAH

Diceritakan, ketika Nabi Ayub AS sedang mandi tiba-tiba Allah SWT mendatangkan seekor belalang emas dan hinggap di lengannya. Baginda menepis-nepis lengan bajunya agar belalang jatuh.

Lantas Allah SWT berfirman,
''Bukankah Aku lakukan begitu supaya kamu menjadi lebih kaya?''

Nabi Ayub AS menjawab, ''Ya benar, wahai Sang Pencipta! Demi keagungan-Mu apalah makna kekayaan tanpa keberkahan-Mu. ''

Kisah di atas menegaskan betapa pentingnya keberkahan dalam rezeki yang dikurniakan oleh Allah SWT. Kekayaan tidak akan membawa arti tanpa ada keberkahan. Dengan adanya keberkahan, harta dan rezeki yang sedikit akan bisa terasakan mencukupi. Sebaliknya, tanpa keberkahan rezeki yang meskipun banyak akan terasakan sempit dan menyusahkan.

Agar rezeki yang Allah SWT berikan kepada kita menjadi berkah, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak sedekah.

Sabda Rasulullah SAW, ''Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.''
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menjelaskan,
''Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, 'Ya Tuhanku, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kerena Allah'. Yang satu lagi menyeru, 'Musnahkanlah orang yang menahan hartanya'.''

Sedekah walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah SWT. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi di dunia dan akhirat karena tidak ada keberkahan.

Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab, menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah, dan sebaliknya menahannya adalah celaka.

Sedekah memiliki beberapa keutamaan bagi orang yang mengamalkannya.

Pertama, mengundang datangnya rezeki.
Allah SWT berfirman dalam salah satu ayat Alquran bahwa Dia akan membalas setiap kebaikan hamba-hamba- Nya dengan 10 kebaikan. Bahkan, di ayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan. Khalifah Ali bin Abi Thalib menyatakan, ''Pancinglah rezeki dengan sedekah.''

Kedua, sedekah dapat menolak bala.
Rasulullah SAW bersabda, ''Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah.''

Ketiga, sedekah dapat menyembuhkan penyakit.
Rasulullah SAW menganjurkan, ''Obatilah penyakitmu dengan sedekah.''

Keempat, sedekah dapat menunda kematian dan memperpanjang umur.
Kata Rasulullah SAW, ''Perbanyaklah sedekah. Sebab, sedekah bisa memanjangkan umur".

Mengapa semua itu bisa terjadi ?

Sebab, Allah SWT mencintai orang-orang yang bersedekah. Kalau Allah SWT sudah mencintai seorang hambanya, maka tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada permintaan dan doa yang Allah tidak kabulkan, serta tidak ada dosa yang Allah tidak ampuni, dan hamba tersebut akan meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah (baik).

Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar dari persoalan yang dihadapi manusia. Lalu, kalau manfaat sedekah begitu dahsyatnya, masihkah kita belum juga tergerak untuk mencintai sedekah?

Wallahu a'lam bis-shawab.

Salam
PWS Medan

Sabtu, 20 September 2008

Buka Puasa PWS Medan

Acara rutin PWS yang berlangsung tiap bulan Ramadhan kali ini telah dilaksanakan kembali

Hari/Tanggal : Jum'at, 19 September 2008
Tempat : Rumah Teh RISNA , Jl.Dolok Sanggul ( pangkeureun Hotel Garuda Plaza ) Medan

Tausiah oleh Ustad M. Harahap ( paling kanan )

Ajang komunikasi dan silaturahmi warga PWS - Medan ini seperti biasa didahului oleh Tausiah yang dibawakan Ustad Marajaksa Harahap dan dilanjutkan dengan tanya jawab seputar masalah agama.

Wargi PWS yang hadir pada acara buka puasa kali ini nampak Kang Asep Yudi ( wakil ketua PWS , kedua dari kiri )


Haturnuhun ka tuan rumah Teh Risna dan keluarga ( paling kanan ) yang telah memfasilitasi acara buka puasa ini , semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dan kemurahan yang diberikan pada acara ini.

Hampir sekitar sekitar 50 orang hadir sebagian dari pengurus PWS sebagian dari perwakilan kantong - kantong komunitas PWS disekitar Medan.

Suasana buka puasa bersama saat makan makan bersama didalam dan diluar ruangan




Saat santai setelah makan buka puasa bersama

Shalat bersama seluruh undangan

Rabu, 17 September 2008

CEULEUKEUTEUK



Udud

Ditulis ku Kang Ndoell

Dihareupeun t o k o , aya budak ng o ra keur nangtung. Dangdananana m o del ayeuna, make calana jin bula o , ka o s, sapatu jangkung jeung jaket tina kulit. Kacamata hideung nangklek dina tarangna. Leungeun kenca-na diasupkeun kana kant o ng jaketna.

R o k o k nu aya dina ram o leungeun katuhuna dised o t bangun nu nikmateun pisan, tuluy haseupna dikaluarkeun lalaunan, meni nyerebung. Acan ge satengahna, lung we r o k o k teh dialungkeung tuluy dikekesek ku sapatuna.

Nemp o p o lah budak ng o ra kitu, bapa-bapa nu nangtung gigireunana mel o ng. Ngarasa dipel o ng, si budak ng o ra balik mel o ng deui. Papel o ng-pel o ng.

"Aya naon, Pa ?", budak ngora nanya bari cekres deui nyeungeut r o k o k.

"Ah henteu", ceuk bapa-bapa,

"Jang, lain...Bapa mah ngarasa nyaah we eta duit dibeuleuman kitu. C o ba geura nya, lamun sap o e beak dua bungkus we, pan sabulan pasti geus 60 bungkus. R o k o k sabungkusna saeutikna lima rebu, sabulan teh meureun tilu ratus rebu. Sataun geus sabaraha, k o m o deui sapuluh tahun geura we pek itung. Mun eta duit dikumpulkeun, b o a bisa kabeuli imah atawa mobil."

Si budak ng o ra teu nembalan. Sirahna unggut-unggutan, jiga nu ngartieun eta bapa-bapa teh. Biwirna manyun, maju aya kana lima senti mah

"Ari Bapa teu ngaroko ?", si budak ng o ra nanya.

"Henteu jang, ti bubudak ge can pernah"

"Bapa gaduh m o bil ?"

"Ah, boro -boro mobil, rompok ge ngontrak keneh jang."

"Abdi mah, mobil gaduh, rompok ge tos gaduh.", ceuk budak ng o ra bari ngaleos.

Si bapa ngan ukur olohok.


Abah Téa

Selasa, 16 September 2008

Renungan Hari Ini


Kadang-kadang Allah hilangkan sekejap mentari...
Allah datangkan petir dan kilat...

Puas kita menangis, memanggil, mencari dimana mentari...
Rupanya Allah hendak menghadiahi kita..."PELANGI"

...Begitu juga hidup
...Kadang takdir tidak seindah keinginan kita

Sering kita mengganggap buruk apa yang ia berikan kepada kita
Tapi sejatinya...Dibalik keburukan itu, ada keindahan yang tertata rapi
Tapi kadang kita tidak menyadarinya.

Senin, 15 September 2008

Mereka yang berdaya juang...


Sebelum menemukan elemen radium, penelitian Marie Curie gagal sebanyak 48 kali.
Sesungguhnya perlu 100 tahun lagi untuk menemukan elemen ini, dan selama saya masih hidup saya tidak akan menghentikan penyelidikan ini”.

Thomas Alfa Edison dalam proses menciptakan bola lampu gagal 9999 kali.

Aku tidak gagal, aku berhasil membuktikan bahwa 9.999 jenis bahan mentah itu tidak bisa dipakai. Aku akan meneruskan percobaan ini sampai menemukan bahan yang cocok”.

Bagaimana dengan kita?
Semoga kita dapat mengambil inspirasi dr mereka yg berdaya juang, jika kita belum berhasil menemukan sesuatu yang sangat berarti bagi masyarakat dunia, setidaknya kita mampu memompa semangat kita untuk selesaikan tugas2 keseharian kita dikala semangat lagi kendur, dikala virus malas sedang menyerang.

Sebagai muslim kita mengenal istilah pahala copy paste, jika kita memberi kebaikan kepada seseorang, kemudian seseorang tsb menyampaikan kebaikan tsb, maka kita akan mendapat pahala copy paste (artinya pahala yg sama persis) dari apa yg telah dilakukan orang tersebut.

Lihatlah Mr. Thomas di atas, dengan ketekunannya akhirnya berhasil menemukan bola lampu yang hingga sekarang bermanfaat buat seluruh umat manusia, siapa yang luput dari jasa Mr. Thomas?

Pasti seluruh umat manusia merasakan hasil karya Mr. Thomas, rumah2 mereka diterangi oleh lampu hasil temuannya.

Berapa pahala copy paste yang akan didapat oleh Mr. Thomas jika seluruh dunia pakai? bahkan bisa jadi hingga kiamat nanti bola lampu tsb masih digunakan.

Hanya Allah SWT. Tuhan semesta alam yang lebih tahu...