Menu Baru Web PWS Medan

Bergabunglah dengan Paguyuban Wargi Sunda versi FaceBook , dapatkan info PWS terbaru , Jangan lupa DOWNLOAD File berbentuk Powerpoint ( pps ) dari web ini , dan semuanya tentu saja Gratis untuk anggota dan pembaca setia Web PWS - Medan , Haturnuhun
Myspace tweaks at TweakYourPage.com

Sabtu, 24 Mei 2008

Coca Cola


Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama.

Ketika tiba harinya, sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal.
Kaleng coca cola pertama diturunkan disini.
Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi harga Rp. 4.000.

Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar.
Di sana , kaleng kedua diturunkan.
Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.

Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah.
Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana .
Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas.
Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan.

Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan.
Harganya Rp. 25.000.

Sekarang, pertanyaannya adalah :
Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari
pabrik yang sama,
diantar dengan truk yang sama dan
bahkan mereka memiliki rasa yang sama ?

Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda.
Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP.
Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang.

Tapi bila Anda berada dilingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.

(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama) + lingkungan yang > > berbeda = NILAI YANG BERBEDA..

Nah , Bagimana dengan lingkungan anda ?
Yang membuat cemerlang atau malah membuat kerdil ?

Jumat, 23 Mei 2008

Kesombongan Kita


Di tengah-tengah sebuah training Leadership di dealer Mitsubishi Sumatra Berlian Motor , yang saya ikuti di Medan , manager saya yang juga penanggung jawab pelatihan itu , Pak Djodi , memberikan arahannya.

"Letakkan kedua tangan kalian di dada kalian masing-masing !" demikian beliau memulai instruksinya.

"Letakkan, terus, dan rapat hingga kalian merasakan detak jantung kalian masing-masing!" lanjut beliau.

Aku pun menuruti kata-katanya, kuletakkan kedua tanganku perlahan ke atas dadaku.
Kucari-cari sebentar, dan akhirnya terasalah detak jantungku.

Aku pun menunggu instruksi selanjutnya.

"..Letakkan dan rasakan detak jantung Anda !" begitu instruksi beliau,
"Jika sudah terasa, sekarang katakan kepada jantung Anda, Berhenti..!!"

Aku pun agak bingung dengan instruksi tersebut namun tak urung kulakukan juga.

"Katakan, dan perintahkan kepada jantung Anda untuk berhenti!, katakan pada ia untuk berhenti!!"seru beliau dengan lantangnya.

"Tidak mungkin !!' teriakku dalam hati, "Tidak mungkin bisa!!"

Entah, apakah trainer tersebut mendengar apa yang kami rasakan, ia pun melanjutkan kata-katanya..
"Lihatlah.. rasakanlah..!! bahkan jantung kita pun bukan milik kita...!!",

Seketika itu pula, Degg, diri ini kontan tersadar apa maksud dari semua ini.

Ya Rabb,begitu sering diri ini lupa, bahkan jantung, apa yang ada di dalam diri kita ini sekalipun.. bukan milik kita.
Dino Saftana Lubis

Bisa Berjalan diatas Air….Mau ????


Alkisah ada 2 orang lelaki Kabayan dan rekannya si Ujang menghabiskan waktu untuk refreshing dengan melakukan hobi mereka yaitu memancing di sebuah sungai yang berarus sedang.

Setelah puas menghabiskan waktunya memancing,salah satu diantara mereka, si Kabayan bertanya kepada rekannya, Uang ,

”Hei Jang ,percaya nggak kamu,kalo aku bisa berjalan diatas air.”

Si Ujang ,dengan sedikit cuek berkata, " Ah kau aya-aya wae,emang kamu Bruce Lee apa Brama Kumbara…"

“Eh, gak percaya ya ,coba lihat aku.” tukas si Kabayan ,maka mulailah Kabayan melangkah dengan ringan dan lincah di atas permukaan air itu hingga bisa mencapai seberang sungai hanya dalam beberapa detik.

“Waaauuuwww”,si Ujang melongo, melihat jurus meringankan tubuh yang baru saja di peragakan si Kabayan ,dan dia belum juga paham kalo ternyata sahabatnya ini seorang “master” di rimba persilatan …..

Kabayan tertawa senang melihat sahabatnya melongo, tanpa berkedip,dan sekali lagi dia mengulangi atraksinya “melangkah dengan ringan diatas permukaan sungai yang airnya bening itun ”dan dihampirinya sahabatnya ini.

Kabayan lalu berkata,” Hei Jang , kumaha , sudah percaya kan kamu,kalo aku bisa berjalan diatas air.”

“Ya..ya..ya aku percaya”,jawab Ujang ,”Tapi ,please ajari aku dong gimana sih caranya kamu bisa seperti itu, aku juga ingin belajar agar bisa berjalan diatas air,” lanjut Ujang sambil memohon.

“Ok Jang ,jangan kuatir aku pasti akan ajari kamu,dan ilmunya sebenarnya amat lah mudah,aku yakin kamu pasti bisa dengan cepat.”hibur si Kabayan.

Maka mulailah Kabayan menceritakan kepada Ujang ,bagaimana ia bisa berjalan diatas air,dia juga menunjukkan titik-titik mana dia harus menjejakkan kakinya diatas permukaan sungai itu,ya….rupanya Kabayan bisa berjalan diatas air,karena ia sudah tahu dan hapal dititik-titik mana batu sungai itu bisa diinjak sebagai titian hingga sampai di seberang sungai

Ooo…rupanya Kabayan berjalan diatas permukaan sungai,karena dia telah menguasai medan,dia telah hapal benar bagaimana dia bisa menyeberang sungai dengan selamat dengan memanfaatkan batu-batu yang ada di sungai itu….aaahhh itu siiih bukan ilmu yang sulit…

Benar,memang benar,ternyata sebenarnya tidak ada yang sulit,hanya semata kita belum tahu,kita belum memahami medan dan kita belum punya jam terbang yang cukup untuk menaklukan sebuah tantangan,hingga kita melihat seseorang yang bisa melampaui tantangan itu laksana seorang “master” kungfu yang memiliki kedigdayaan tiada tanding.

Proses menjadi seorang “master” butuh proses,butuh latihan dan terus mencoba.

Dan sesungguhnya siapapun akan bisa menjadi seorang “master”,bila telah melampaui semua proses itu dengan bijaksana……..
Djodi

Rabu, 21 Mei 2008

Ada apa dengan Mei?


Pertanyaan di atas muncul begitu saja setelah melihat url ini :


Di url tersebut terdapat beberapa foto tentang tragedi gempa China.
Saya sendiri hanya mengikuti perkembangan berita gempa di China hanya melalui koran dan televisi.

Tapi setelah melihat foto-foto tersebut, entah mengapa pertanyaan “Ada apa dengan Mei?” muncul.

Peristaiwa " reformasi " terhadap republik ini terjadi juga pada bulan Mei 1998 , diawali dengan peristiwa Kerusuhan Jakarta 13-14 Mei dan diakhiri dengan lengsernya Suharto seminggu kemudian.

Tragedi gempa bumi di Yogyakarta 2 tahun silam juga terjadi pada bulan Mei.
Dua bencana dahsyat gempa bumi terjadi pada bulan Mei.
Di Yogyakarta korbannya sekitar 6.000-an orang.
Sedangkan di China kalau tidak salah 10 kali lipatnya.

Perlu diingat, jumlah itu adalah manusia!
Nyawa yang melayang.
Belum lagi kerugian materi & non-materi lainnya.
Dan hari- hari ini ini, di tengah duka bulan Mei yang dikepung oleh dua bencana dahsyat itu ada hari dimana kita diseru untuk bangkit.

Momen itu adalah 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional.
Nasional adalah arti yang luas.
Sedangkan kita mempunyai definisi masing-masin atas “era Kebangkitan”.
Bagi kita yang berada pada komunitas Paguyuban Wargi Sunda - Medan nuncul l juga hari bermakna bagi komunitas ini yaitu 11 , 16 Mei dan 24 Mei 2008.

Dimana tanggal tersebut adalah momentum pertemuan wargi PWS dalam rencana kegiatan Pengobatan dan Khitanan Masal pada tanggal 29 Juni 2008 , serta rencana audiensi pengurus PWS - Medan dengan Kapolda Sumut , Kang Nurrudin Usman

Pertanyaan “Ada apa dengan Mei?” pada akhirnya terjawab dengan liputan tiga unsur :

Bencana (kemunduran,kemerosotan,ujian,dll) – lahir – bangkit.

Inilah arti Mei bagi saya pribadi.
Apa arti Mei bagi Anda?

Burung Hantu Pindah ke Timur


Seekor burung merpati berjumpa dengan seekor burung hantu.

“Mau kemana?” tanya burung merpati
“Saya mau pindah ke timur,”jawab burung hantu
“Mengapa ?”tanya burung merpati.
“Karena orang-orang tidak suka dengan suaraku yang parau ini,”kata burung hantu.

“Ooo..itu masalahnya. Kamu pindah kemanapun, orang tidak akan menyukai kamu.
Kamu rubah saja suaramu menjadi jauh lebih bagus, maka pasti orang-orang akan menyukaimu.” kata burung merpati.

Nah, dari cerita ini, dapat diambil hikmahnya bahwa yang paling utama adalah kita mengubah diri kita sendiri terlebih dahulu, sebelum mengubah orang lain.

Mau mengubah orang lain kan susah, yang paling mudah dilakukan adalah mengubah diri sendiri.
Ketika diri kita berubah, orang lain pun akan berubah terhadap kita.

Semoga sedikit cerita hikmah berikut memberi manfaat bagi semua. Mungkin ini hanya sebuah cerita dongeng, namun ketika saya membacanya, terasa sekali manfaat cerita dongeng ini.

Saatnya Bangkit!!!


Tanpa terasa, seratus tahun sudah, kita memperingati Hari Kebangkitan Bangsa. Sebuah hari yang mengingatkan kita pada cita-cita besar untuk mempersatukan bangsa. Cita-cita itu dimulai dari sebuah perkumpulan pemuda yang didirikan oleh Dr Soetomo, tepatnya pada 20 Mei 1908 silam. Di bawah penjajahan Belanda, para pemuda tersebut mempunyai cita-cita luhur, demi memikirkan nasib bangsa yang kala itu sangat buruk, selalu dianggap bodoh dan tidak bermartabat oleh bangsa lain.

Kini, seratus tahun kemudian, setelah hampir 63 tahun kita merdeka, kita perlu kembali menanyakan makna Hari Kebangkitan Bangsa tersebut. Sebab, hingga kini, cita-cita tersebut sepertinya masih harus terus diperjuangkan. Apalagi, sejak era krisis moneter yang-bisa dikatakan-belum pulih sepenuhnya. Kita juga perlu bertanya, apakah dalam masa kepemimpinan enam presiden yang berbeda, telah mengantarkan kita pada era kebangkitan yang sebenarnya?

Satu abad bukanlah masa yang singkat dalam hitungan waktu. Namun, untuk sebuah perjuangan, nampaknya waktu satu abad berlalu dengan cepat. Karena itulah, tepat kiranya jika momen seratus tahun Kebangkitan Nasional ini kita jadikan sebagai sarana refleksi diri dan bangsa. Inilah saatnya menghadirkan kembali ruh dan jiwa kebangsaan Indonesia dalam diri dan pribadi masing-masing.

Seperti yang dicita-citakan Organisasi Boedi Oetomo, yakni keinginan menyatukan para pemuda dalam sebuah organisasi yang terbuka dan tidak berdasar kelompok tertentu, maka selayaknya kita juga perlu menjadikan persatuan sebagai dasar penyemangat untuk bangkit, sejajar dengan negara-negara lain di dunia. Sebab, hanya dengan memosisikan diri sejajar dengan bangsa lain, kita akan mampu menunjukkan jati diri dan kebesaran Indonesia sebagai sebuah bangsa yang kaya, baik kaya Sumber Daya Alam, maupun manusianya.

Maka, adanya semboyan adiluhung, Bhinneka Tunggal Ika-berbeda-beda, tetapi tetap satu- adalah sebuah simbol kekayaan bangsa, yang perlu kita pupuk untuk menjadi solusi kebangkitan bersama. Hanya dengan persatuan dalam kebersamaan, kita mampu membangun kembali harga diri bangsa. Dengan semangat tersebut, kita akan dapat mengenali kelemahan dan kekurangan, sehingga bisa dijadikan sarana evaluasi untuk mengembalikan harkat dan martabat kita.

Mari, secara tegas dan tuntas, kita buang semua hal negatif, seperti disintegrasi, ketidakdisiplinan, ketidakpercayaan diri, kemalasan, keengganan belajar, dan semua sifat serta sikap yang hanya akan membelenggu kita pada keterpurukan. Tentu, ini membutuhkan kerja bersama dari semua pihak. Kita hilangkan sifat saling menyalahkan dan kita ganti dengan sikap saling dukung dan dorong demi membangun kemajuan bersama.

Kita tumbuhkan kekayaan mental untuk membuktikan bahwa sukses juga adalah hak bangsa kita. Success is my right!!! Dengan semangat seratus tahun kebangkitan bangsa, kita bangun kembali ruh dan jiwa sebagai bangsa Indonesia yang satu. Tak perlu menunggu instruksi dari atasan, tak perlu mencari-cari penghargaan, kita buktikan dengan tindakan nyata, Indonesia akan segera bangkit, sejajar dengan bangsa lain di dunia.


Source :

Senin, 19 Mei 2008

CEULEUKEUTEUK


Basa Inggris

Bu Lia téh guru basa Inggris anu katelah the killer ceuk barudak mah.
Barudak awéwé mah biasana balageur, béda jeung barudak lalaki nu borokokok.

Unggal badé réngsé palajaran, anjeuna sok ngetést murid-muridna.

"Ayeuna ibu rék ngetést maranéh ihwal irregular verb, anu bisa ngajawab bener, meunang balik ti heula ! ", saur ibu guru Lia.

"Anu teu bisa, nangtung di hareup nepi ka ibu kaluar ti kantor ! ", ibu ngancem.

"Fitha, sok sebutkeun contona irregular verb !", ibu guru Lia naros.
"Bring - brought - brought, hartosna nyandak"
"Alus. Cikan Yogi ! Tong heureuy baé !", si Yogi katelah tukang heureuy.

"Dag - dig - dug, hartosna abdi teu acan ngadamel PR".
"Nangtung dihareup ! Dadan ! "

"Brang - bréng - brong, hartosna ema ngambek di dapur alatan teu gaduh béas"
"Nangtung dihareup ! Dikdik ! "

"Begang - begéng - begung, hartosna siga awak Datuk Maringgih "
"Nangtung dihareup ! Yusuf ! "

"Dar - dér - dor, hartosna perang di Irak jeung di Paléstina"
"Nangtung dihareup ! Mahmud ! "

"Pak - pik - pek, hartosna abdi bébérés di bumi "
"Bohong manéh mah tara bébérés .Nangtung dihareup ! Endang !"

"Blag - blig - blug, hartosna si Atun diajar leumpang "
"Nangtung dihareup ! Nandang ! "

"Brak - brik - brek, hartosna awut-awutan "
"Nangtung dihareup ! Naddy ! "

"Plak - plék - plok, hartosna bararahé "
"Masingna asé réhé atuh ! Nangtung dihareup ! Epul ! "

"Cas - cis - cus , hartosna nyarioskeun batur "
"Nangtung dihareup ! Kabéh baralegug ! Doddy ! "

Si Doddy téh budak nu geumpeuran, titatadi geus ngahodhod sieuneun ditanya. Ayeuna ditanya pisan ku bu Lia.

Bakating ku geumpeur, ari seduuut .... téh hitut

!"Brat - brét - brot nyah ! ?, saur ibu Lia mayunan :
" Kaluar kabéh ! ", ibu Lia bendu.

Hati-hati Doa Masyarakat banyak . . . .


Berita mengejutkan muncul pagi itu. Sophan Sophian, mantan aktor terkenal yang juga politikus, dan pemimpin rombongan konvoi motor gede ke 19 kota di Pulau Jawa, meninggal dunia dalam kecelakaan yang menimpa rombongan tersebut.

Sehari sebelumnya, konvoi ini sempat menuai kritik dan protes dari berbagai kalangan masyarakat. Betapa tidak, disaat isu tentang kenaikan BBM mengemuka, justru orang-orang berduit ini pamer dengan mengadakan program yang visi dan misinya patut dipertanyakan.

Puncaknya adalah ketika beberapa SPBU, diantaranya di Pekalongan, harus ditutup pukul 9 pagi hingga pukul 2 siang, karena dikhususkan untuk melayani rombongan Motor Gede ini.

Sebuah stasiun televisi juga sempat menayangkan protes mahasiswa di Surabaya terhadap rombongan motor gede ini. Bahkan demo ini sempat membuat para anak muda terpelajar ini berhadapan dengan polisi.

Penulis sendiri bertemu dengan rombongan ini hari Senin, 12 Mei yang lalu di jalan tol keluar Jakarta. Sempat ada pertanyaan di benak, kok motor boleh masuk jalan tol. Kejadian inipun sempat ditayangkan salah satu stasiun TV swasta , dan waktu itu alasannya adalah menghindari Jalan Rusak di daerah Kalimalang.

Sebuah bentuk arogansi yang menimbulkan sikap marah tersembunyi di dalam hati.

Penulis pribadi yakin, bahwa tidak hanya penulis saja yang kesal dengan arogansi itu.

Dan ketika berita kecelakaan itu terdengar di telinga penulis, hati langsung mengucap istighfar ... Jangan-jangan akumulasi doa kekesalan itu terdengar oleh Sang Maha Kuasa, lalu dia kabulkan dalam bentuk teguran langsung kepada ketua rombongan tersebut.

Allahu 'Alam, tetapi seharusnya ini menjadi catatan tersendiri bagi para penguasa di negeri ini. Hati-hati dengan akumulasi doa masyarakat, hati-hati dengan kekesalan mereka yang bertumpuk-tumpuk.

Mungkin masih mendingan jika doa mereka itu dibalas tunai di dunia, daripada nanti jadi saksi yang memberatkan di masa dimana tidak ada pembela dan pelindung lagi.


Dari milist tetangga
http://www.rezaervani.com/

Sabtu, 17 Mei 2008

Pohon Tua


Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya, tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya.

Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membua tsarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuatl ubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang.

Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah,dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. "Pohon yang sangat berguna,"begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.

Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya, kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.

Sang pohon pun bersedih.

"Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?" begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan.

"Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini? Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnyayang kering.

Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang. Hinggapada saat pagi menjelang.

"Cittt...cericirit...cittt" Ah suara apa itu? Ternyata, .ada seekor anak burungyang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya."Cittt...cericirit...cittt, suara itu makin keras melengking. Ada lagi anakburung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu...dua...tiga...dan empat anak burung lahir ke dunia."Ah, doaku di jawab-Nya," begitu seru sang pohon.

Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka, akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering, mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya.Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. "Ah, kini hariku makin cerahbersama burung-burung ini", gumam sang pohon dengan berbinar.

Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.

Akang , teteh sadayanan , begitulah. Adakah hikmah yang dapat kita petik disana?

Allah memang selalu punya rencana-rencana rahasia buat kita.
Allah, dengan kuasa yang MahaTinggi dan Maha Mulia, akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat kita.

Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu mudah di tebak, namun, yakinlah,Allah Maha Tahu yang terbaik buat kita.Saat dititipkan-Nya cobaan buat kita, maka di saat lain, diberikan-Nya kita karunia yang berlimpah.

Ujian yang sandingkan-Nya, bukanlah harga mati. Bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat Allah memberikan cobaan pada sang Pohon, maka, sesungguhnya Allah, sedang MENUNDA memberikan kemuliaan-Nya. Allah tidak memilih untuk menumbangkannya, sebab, Dia menyimpan sejumlah rahasia.Allah, sedang menguji kesabaran yang dimiliki.

Jadi , yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi, adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati. Allah, selalu bersama orang-orang yang sabar.

Berubah Itu Sakit . . . .


Di negara bagian Alabama, AS, terkenal sebagai penghasil kapas terbesar di Amerika.
Kapas adalah penghasilan utama di kota tersebut.

Suatu waktu, seekor kumbang terbawa ke daerah tersebut.
Kumbang tersebut bertelur dan membuat koloni kumbang. Kumbang ini berkembang biak dan menghancurkan ladang kapas.

Hilang sudah kebanggaan dan penghasilan utama kota tersebut.
Seluruh kota kecewa, sedih dan putus asa.
Kenapa sumber utama penghasilan kota tersebut hancur.

Namun bertahun-tahun kemudian di kota dibangun sebuah tugu.
Ternyata tugu itu tugu kumbang tersebut.
Sungguh mengherankan.

Setelah ditelusuri, ternyata setelah kehancuran industri kapas, dipakai penduduk sebagai momentum untuk berubah.

Penduduk mulai bertani dan bercocok tanaman sayuran dan buah-buahan. Sehingga kota tersebut menjadi salah satu penyumbang sayuran dan buah-buahan di Amerika.

Kehidupan itu tidak datar, kadang kala diatas, kadang kala dibawah.
Siap tidak siap, kita harus menjalaninya.
Saat dibawah, kita tidak boleh putus asa.

Seperti penduduk Alabama, mereka memakai itu sebagai momentum untuk bercocok tanam sayuran dan buah.

Dan kembali, mereka menunjukkan, bahwa Alabama selalu nomor satu, walaupun komoditi yang disumbangkan sekarang adalah sayuran dan buah-buahan.
Musibah yang dikirim berupa kumbang , malah ternyata membawa berkah . . . .

Bagaimana dengan musibah yang anda hadapi sekarang ?
Bagimana dengan kekalahan team Thomas Cup kita ?
Inilah momentum untuk berubah . . . . . .